Selayar Terkini - Bappeda, Pembdeskel, Info
SELAYAR TERKINI WEBLOG INI DIBANGUN UNTUK MELENGKAPI KEBUTUHAN INFORMASI TENTANG SELAYAR OLEH KAMI PUTRA - PUTRI TANADOANG YANG SANGAT MENGINGINKAN PEMBANGUNAN SELAYAR DAPAT DIKETAHUI OLEH PUBLIC DENGAN TUJUAN MENARIK PARTISIPASI DEMI KELANJUTANNYA. SEMOGA KAMI BISA DAN MAMPU MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI ORANG SELAYAR DIMANAPUN BERADA, WALAUPUN DENGAN SEGALA KETERBATASAN. SILAHKAN KIRIMKAN SARAN DAN KRITIK ANDA KE LAYANAN ADUAN PUBLIK MELALUI SMS DI NOMOR 085 342 70 70 70 ATAU KELAYANAN LAINNYA DI WEBLOG INI. SALAM TANADOANG. NANTIKAN PROGRAM SPECIAL RAMADHAN 2012 DIRADIO CONTREND FM.

SETDA PEMKAB KEPULAUAN SELAYAR

Follow by Email

Selasa, 22 Januari 2013

Pemilihan Cagub Sulsel di Kep. Selayar Menangkan Syahrul-Agus


Pesta demokrasi pemilihan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi-Selatan, periode 2014-2018, di Kabupaten Kepulauan Selayar berlangsung aman dan tertib.  Tidak sedikitpun insiden yang terjadi selama berlangsungnya proses pemungutan suara sampai perhitungan surat suara selesai di masing-masing tempat pemilihan suara.

Dari 266 tempat pemilihan suara yang berhasil ter entry di kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Selayar, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur incumbent masih unggul dengan presentase 66,25 %. Disusul, pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Azis Qahar Muzakkar ditempat kedua, dengan perolehan 29,85 %.

Sedangkan pasangan, Rudiyanto Asapa, SH. LLM dan Andi Nawir Pasiringi, MP menempati urutan ketiga, dengan hasil perolehan suara 3,89 %. Dari hasil pantauan wartawan di lapangan, pasangan gubernur dan wakil gubernur petahana, rata-rata berhasil mengungguli dua rivalnya di kancah Pilgub Sulsel 2013.

Di TPS 01 Kelurahan Benteng, pasangan Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH.M.Si. MH-Agus Arifin Numang unggul dengan perolehan 191 suara, disusul pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Azis Qahar Muzakkar dengan perolehan 82 suara.

Sementara itu, pasangan Rudiyanto Asapa, SH. LLM dan Andi Nawir Pasiringi, MP berada di tempat ketiga, dengan perolehan 5 suara. Sehingga total suara sah tidak sah untuk ketiga pasangan calon, di TPS 01 berjumlah 337 suara dari 544 DPT di wilayah itu.

Di TPS 01 Kelurahan Benteng ini, warga yang tidak menyalurkan hak pilihnya mencapai angka 102 orang. Sedangkan 105 orang lainnya, diperkirakan merupakan mahasiswa, orang tua jompo, warga yang telah meninggal dunia, dan selebihnya lagi, tidak ditemukan alamat tempat tinggalnya saat undangan memilih didistribusikan petugas.

Kondisi yang hampir sama, juga terjadi di TPS 02 Kelurahan Benteng. Di lokasi ini, pasangan Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH.M.Si.MH dan Agus Arifin Nu’mang mendapat perolehan, 85 suara, disusul pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Azis Qahar Muzakkar.

Khusus di TPS 02, pasangan IAZ, tampak mengungguli pasangan incumbent dengan perolehan 89 suara. Sedangkan pasangan Rudiyanto Asapa, SH.LLM dan Andi Nawir Pasiringi, MP , meraih perolehan 3 suara.

Di TPS-TPS lain, kemenangan kembali diukir pasangan Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH. M.Si.MH dan Agus Arifin Nu’mang. Dari hasil perhitungan suara di TPS 5 Kelurahan Benteng, pasangan incumbent, kembali unggul dengan perolehan 146 suara. Disusul pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Azis Qahar Muzakkar di tempat kedua dengan perolehan 124 suara, dan Rudiyanto Asapa, SH.LLM-Andi Nawir Pasiringi, MP di tempat ketiga, dengan perolehan 51 suara.

Total suara sah, tidak sah untuk semua pasangan calon di TPS ini mencapai 321 suara dari 497 DPT. Warga yang menggunakan hak pilih sebanyak 322 orang. Sedangkan, 163 warga lainnya dikategorikan abstain atau tidak menggunakan hak suara sama sekali yang turut diperparah dengan  suara batal sebanyak 1 suara.

Kemenangan lagi-lagi diperoleh pasangan incumbent, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH.M.Si.MH-Agus Arifin Nu’mang di TPS 06 Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng. Di TPS ini, pasangan gubernur dan wakil gubernur petahan meraih 217 suara.

Disusul pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahar Muzakkar dengan perolehan 118 suara dan pasangan Rudiyanto Asapa, SH.LLM-Andi Nawir Pasiringi, MP dengan perolehan 16 suara.

Pasangan DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH. M.Si.MH-Agus Arifin Nu’mang juga terlihat unggul di TPS 14 Kelurahan Benteng dengan total perolehan 72 suara. Disusul pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahar Muzakkar dengan perolehan 36 suara, dan pasangan Rudiyanto Asapa, SH.LLM-Andi Nawir Pasiringi, MP dengan perolehan 1 suara.

TPS 14 tercatat memiliki 189 DPT. Namun, 44 wajib pilih dinyatakan abstain dan sama sekali tidak menggunakan hak suaranya. Sehingga total suara sah, tidak sah untuk ketiga pasangan mencapai  109 suara. Sementara, 41 suara dinyatakan tidak sah.  

Kemenangan pasangan DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH.M.Si.MH-Agus Arifin Nu’mang di Kabupaten Kepulauan Selayar, bahkan sempat disambut dengan kegiatan arak-arakkan dan pawai keliling kota oleh organisasi sampan induk dengan menggunakan kendaraan roda dua. (fadly syarif)  
  

Selasa, 15 Januari 2013

Feri Bira-Pamatata Selayar Masih Belum Beroperasi

Media Selayar: Penyeberangan Feri Bira-Pamatata Selayar Masih Tut...: Pelabuhan Feri Bira Pelabuhan Feri Pamatata-Bira (Bulukumba) masih tertutup untuk pelayaran kapal Feri yang setiap harinya menyeberang...

KNPI Selayar Koordinasi Bantu Korban Cuaca Ekstrim

Media Selayar: KNPI Koordinasi Bantu Korban Cuaca Ekstrim Selayar...: Aji Sumarno dan Patta bau Menyikapi banyaknya korban yang disebabkan oleh cuaca ekstrim dalam dua pekan terakhir di wilayah Kabupaten K...

Distribusi Logistik Pilgub 2013 ke Selayar Harus Lewat Udara


Ketinggian ombak di laut lepas perairan Selayar yang mencapai 4-6,8 meter tidak memungkinkan distribusi logistik dilakukan KPU melalui jalur perairan. Salah satu pilihan yang harus ditempuh KPU adalah melalui jalur udara.
 Sebagaimana diketahui, Selayar memiliki banyak pulau yang harus melewati perairan lepas. Beberapa pulau yang jauh dari pusat ibu kota seperti Takabonerate, Kayuadi, Kakabia, Pasilambena dan beberapa pulau lainnya. Untuk menjangkau pulau-pulau itu, KPU sudah tidak bisa lagi mengjangkau menggunakan transportasi laut.
 Bahkan, peringatan yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan perairan Selayar baru kembali memungkinkan di atas 18 Januari mendatang. Kalau harus menunggu kondisi cuaca membaik itu, distribusi logistik di pulau terluar di Selayar ini dipastikan tidak akan sampai ke TPS hingga Selasa, 22 Januari mendatang. "Jadi tidak memungkinkan pakai transportasi laut, kalau harus menunggu juga tidak bisa karena itu tidak akan bisa sampai di TPS," kata Ketua KPU Sulsel, Jayadi Nas, Senin, 14 Januari.
 Jalan terakhir, KPU harus menyewa alat transportasi udara. Saat ini, KPU sedang melakukan negosiasi dengan Pangdam VII/Wirabuana untuk menyewa Heli Super Puma yang dimiliki TNI. Sementara kalau menggunakan Heli milik kepolisian, KPU menyebutkan juga kesulitan karena kapasitasnya minim. Sedang kalau menggunakan Heli Super Puma milik TNI kapasitasnya lebih besar.
 Namun hingga siang kemarin, Jayadi menyebut pihaknya masih melakukan negosiasi intensif dengan Pangdam VII/Wirabuana, utamanya mengenai besarnya biaya sewa yang harus dikeluarkan KPU Sulsel. Informasi yang diperoleh, untuk menyewa fasilutas transportasi milik TNI ini, KPU harus mengeluarkan anggaran hingga ratusan juta. "Kita belum tahu berapa besar biayanya, tapi kemungkinan agak besar," kata Jayadi.
 Saat ini, kondisi ombak di perairan Selayar memang sangat berbahaya untuk transportasi laut, dimana pihak BMKG juga sudah mengingatkan ancaman ombak di perairan ini. Bahkan, kapal milik ASDP yang melayani pelabuhan Bira, Bulukumba-Pamatata, Selayar juga dilaporkan sementara dihentikan.
 Bahkan, Ketua KPU Selayar, Zulfinas Indra yang sudah bertolak dari Makassar ke Selayar terpaksa tertahan setelah tidaka da feri yang berlayar. "Jadi Ketua KPU Selayar sudah mau pulang, tapi terpaksa balik lagi karena tidak memungkinkan," kata Jayadi.
 Bagaimana dengan wilayah kepulauan di Pangkep seperti Liukang Tanggaiya dan Kalmas dan beberapa pulau di sekitarnya, Jayadi menyebut sejauh ini masih bisa dilakukan melalui transportasi laut. Hanya saja, rute yang tadinya bisa ditempuh misalnya 13 jam, harus ditempuh hingga 20 jam. "Informasi dari Pangkep masih memungkinkan, tapi butuh waktu lebih lama untuk menjangkau pulau terjauh di daerah itu," kata Jayadi.

Ketua KPU Selayar, Zulfinas Indra terpisah juga mengakui bahwa distribusi logistik pilgub untuk jalur transportasi laut tidak memungkinkan. Makanya, dia sudah koordinasi dengan KPU Sulsel dengan menawarkan dua opsi. Opsi pertama sekiranya memungkinkan, distribusi dilakukan melalui jalur udara.
 "Karena untuk lima pulau terluar di Selayar hanya memungkinkan menggunakan jalur udara dalam hal ini helikopter. Kalau itu juga tidak memungkinkan, maka opsi kedua harus kita tempuh yakni pemungutan suara susulan," kata Zulfinas.
 Zulfinas mengaku, hambatan yang dihadapi KPU Selayar dalam mendistribusikan logistik pilgub ini diserahkan KPU Sulsel. Di Selayar, ada lima kecamatan yang membutuhkan pendistribusian logistik melalui jalur udara yakni Pasilambena, Pasimarannu, Pasimasunggu, Pasimasunggu Timur, dan Taka Bonerate.
 Kelima kecamatan ini kata dia meliputi 36 desa dan 94 TPS. Di daerah ini, ada sedikitnya 30.414 pemilih. Kecamatan terjauh dari ibu kota Benteng Selayar adalah Pasilambena, dimana jarak pulau tersebut mencapai 200 mil dari kota Benteng.
 Untuk kalkulasi distribusi logistik melalui udara ini, Zulfinas menyatakan pihaknya juga sudah menyiapkan wilayah yang memungkinkan dilakukan pendaratan. Yang pasti kata dia, distribusi logistik ke lima pulau di Selayar ini tidak bisa lagi mengharapkan alat transportasi laut.          
  Dia menyebut, kalau menggunakan helikopter jenis M1-17 milik TNI, KPU memperkirakan pengangkutan logistik dari kota Selayar ke lima kecamatan tersebut diperkirakan hanya tiga kali. Berat logistik yang akan didistribusi ke lima kecamatan itu diperkirakan mencapai 1.222 kilogram. Satu TPS berat logistiknya mencapai 13 kilogram, meliputi surat suara, bilik, kotak, perlengkapan TPS, dan formulir.

Mantan Ketua Devisi Hukum KPU Sulsel yang juga Ketua Pokja Pilgub Sulsel 2007, Ridwal J Silamma menyatakan KPU Sulsel semestinya mengantisipasi jauh hari kemungkinan kendala distribusi logistik pilgub Sulsel, utamanya di wilayah Selayar dan Pangkep.  
 "Memang dalam undang-undang dimungkinkan ada penundaan pemungutan suara di TPS kalau sekiranya logistik belum sampai pada hari H, akibat adanya faktor alam yang tidak bisa dihindari. Tapi mestinya KPU antisipasi itu jauh hari sebelumnya, karena kita sudah tahun bahwa Januari-Februari ini musim hujan dan cuaca ekstrem," kata Ridwan J Silamma.
 Pada pilgub 2007 lalu kata dia, kendala cuaca juga dihadapi KPU untuk dua wilayah ini. Namun kondisinya masih bisa diatasi karena musim penghujan belum terjadi. Kendati saat ini logistik untuk pulau terluar masih tertahan di KPU Selayar dan Pangkep, Ridwan berharap KPU tetap mencari solusi terbaik untuk mengatasi persoalan itu.
 Kendala cuaca ekstrem yang mengadang distribusi logistik pilgub untuk pulau terluar ini, tidak boleh didiamkan mengingat pencoblosan pilgub Sulsel sudah sepekan lagi, atau tidak ada waktu lagi untuk menunda-nunda. Dia menyebut, logistik pilgub ini idealnya sudah sampai di tingkat kecamatan pada H-7, dan H-3 sudah didistribusi ke setiap TPS. Untuk wilayah kota sendiri seperti Makassar, logistik pilgub ini sudah ada yang sampai ke tingkat PPS atau kelurahan.
 Ridwan yang punya pengalaman menangani persoalan pilgub ini berharap KPU Sulsel pintar-pintar akali hambatan yang dihadapi, salah satunya minta bantuan pihak TNI atau pun polri. "Kendati harus ada konsekuensi tambahan biaya, hal itu tetap harus dihadapi KPU," tambah Ridwan.
 Dia tetap berharap logistik pilgub untuk wilayah kepulauan ini bisa tetap sampai di KPPS tepat pada waktunya, sehingga masyarakat yang memiliki hak pilih tetap bisa menyalurkan hal suaranya. "Kendati di wilayah kepulauan itu ada yang hanya 100, tapi tetap harus terjangkau semuanya karena mereka juga memiliki hak suara," sebut Ridwan. (hamsah umar)






Up To Date

Pengikut