10/10/01 - 10/11/01
SELAYAR TERKINI WEBLOG INI DIBANGUN UNTUK MELENGKAPI KEBUTUHAN INFORMASI TENTANG SELAYAR OLEH KAMI PUTRA - PUTRI TANADOANG YANG SANGAT MENGINGINKAN PEMBANGUNAN SELAYAR DAPAT DIKETAHUI OLEH PUBLIC DENGAN TUJUAN MENARIK PARTISIPASI DEMI KELANJUTANNYA. SEMOGA KAMI BISA DAN MAMPU MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI ORANG SELAYAR DIMANAPUN BERADA, WALAUPUN DENGAN SEGALA KETERBATASAN. SILAHKAN KIRIMKAN SARAN DAN KRITIK ANDA KE LAYANAN ADUAN PUBLIK MELALUI SMS DI NOMOR 085 342 70 70 70 ATAU KELAYANAN LAINNYA DI WEBLOG INI. SALAM TANADOANG. NANTIKAN PROGRAM SPECIAL RAMADHAN 2012 DIRADIO CONTREND FM.

SETDA PEMKAB KEPULAUAN SELAYAR

Follow by Email

Minggu, 31 Oktober 2010

Pusat Informasi Dan Komunikasi Panitia Takabonerate Islands Ekspedition Selayar, Dinilai Tidak Berfungfsi Maksimal.

Dengan alasan harus membuka acara di Makassar hari rabu, (27/10) pagi, jadwal kunjungan Gubernur Sulsel ke Kabupaten Kepulauan Selayar molor dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Semula, gubernur Sulsel direncanakan akan bertolak meninggalkan Makassar dengan menumpangi kapal perang milik Dan Lantamal wilayah IV Makassar, menuju Pulau Rajuni, Kecamatan Takabonerate tempat dipusatkannya event Takabonerate Island Expedition part 2 pada hari selesa, (26/10). Dari perkiraan ini, maka Gubernur akan di tiba di lokasi,dengan rencana akan membuka lomba diving esok harinya rabu(27/10. Bapak Gubernur sendiri akan melakukan diving di sana, hal ini sesuai lembaran agenda yang di buat oleh panitia. Namun rencana dan informasi ini kemudian berubah. Sekitar pukul 02.00 Dini hari Rabu(27/10), ada penyampaian dari siskomda kepulauan selayar bahwa Pak Gub akan tiba di benteng selayar pada hari Rabu (27/10) dengan menggunakan heli kopter, dan mendarat di lapangan pemuda benteng. Dan Informasi ini di tujukan kepada Bupati Kepulauan Selayar, yang telah berada di lokasi event di kawasan takabonerate yang tidak dapat di hubungi oleh alat komunikasi yang dimiliki pemkab dan panitia pada dinihari tersebut. Kondisi blengnya komunikasi antara ibu kota dan wilayah kepulauan selayar ini membuat sejumlah pejabat pemkab yang tersisa di ibu kota kabupaten kepulauan selayar kalang kabut. Solusi dan alternatif hanya ada pada sejumlah station radio amatir ORARI Selayar yang tidak di libatkan pada event internasional tersebut. Para amatir yang stationnya mampu menjangkau komunikasi ke wilayah tersebut,juga tidak mampu berbuat banyak menyampaikan informasi penting ini, karena sebelumnya ada himbauan bahwa seluruh informasi di pusatkan di sekretariat kantor pariwisata kepulauan selayar, yang nyatanya tidak dapat melakukan apa apa pada saat itu.

Asisten Tata Praja & Pemerintahan Setda Kepulauan Selayar, Drs. H. Andi Apung yang mendatangi Sudirman, salah seorang amatir radio Orari Selayar hanya bisa menyebutkan informasi tersebut di frekwensi orlok selayar bahwa, “Gubernur Sulsel akan bertolak menuju Kabupaten Kepulauan Selayar dari makassar dengan menggunakan helikopter dan mendarat di alun-alun Tribun Lapangan Pemuda Benteng sekira pukul 10.30 WITA besok ”.apakah ada rekan amatir yang mendengar dan mampu menyambungkan ke lokasi “ kemudian tidak terdengar dan tidak terjawab oleh seorang amatir pun “ kepada Media Ini sudirman menjelaskan bahwa pada dinihari hingga paginya, dirinya tidak bisa tidur memikirkan solusi alternatif untuk menyampaikan informasi ke lokasi event dimana Pak Bupati kepulauan selayar berada.


Informasi lainnya dari pusat ibukota Benteng kep. Selayar,menyebutkan bahwa rombongan Gubernur Sulsel rencananya akan berangkat menuju Pulau Rajuni dengan menumpangi kapal fiber MV. Minanga Ekspress 07. Akan tetapi, tepat pukul 06.00 hari rabu, (27/10) pagi, informasi tersebut kembali berkembang dari posko induk panitia lokal Takabonerate Island Expedition di Pulau Rajuni yang menyebutkan, “Gubernur Sulsel akan terbang langsung dari Makassar dan mendarat di Pulau Kayuadi, Kecamatan Takabonerate untuk selanjutnya rombongan akan dijemput oleh panitia dengan menggunakan kapal fiber MV. Minanga Ekspress 07”. Sementara informasi tersebut berkembang, tiba tiba ada arahan kepada pihak kemanan dan sejumlah pejabat termasuk Sekda Kepulauan Selayar H.Zaenudin, ke lapangan pemuda benteng guna menjemput kedatangan Gubernur Sulsel beserta rombongan lebih memilih mendarat di tengah alun-alun lapangan Pemuda Benteng dengan menggunakan helikopter. Tanpa rencana dan jadwal yang di ketahui sejumlah penjemput kemudian rombongan mantan Bupati Kabupaten Gowa dua periode ini, mampir di sebuah warkop di jalan KH.Ahmad Dakhlan Benteng.
Usai minum kopi, gubernur bersama rombongan langsung menuju rumah jabatan Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar untuk bersantap siang dan sekaligus menunaikan ibadah shalat dzuhur.

Hingga pukul 14.00 Wita helikopter jenis AIR TRANSPORT SERVICES PK-EAD yang ditumpangi gubernur Sulsel belum bergerak dari Lapangan Pemuda Benteng.

H.Zaenudin, Sekda Kepulauan Selayar saat di konfirmasi memjelaskan bahwa Gubernur batal menggunakan kapal laut menuju Kawasan Takabonerate akibat cuaca dan ombak di pantai selayar. Di tanya mengenai komunikasi yang bleng, pak sekdamenjawab bahwa Bapak Bupati yang telah berada di pulau rajuni menunggu kedatangan Gubernur.
Sementara itu, Gubernur Sul-Sel saat dikonfirmasi wartawan saat masih berada di warung kopi terkait dengan molornya waktu kedatangan gubernur bersama rombongan ke Kabupaten Kepulauan Selayar, Syahrul Yasin Limpo, SH, Msi, MH menjawab “keberangkatan saya sudah sesuai dengan shedulle. Apalagi, wakil gubernur sudah lebih awal bertolak meninggalkan Makassar, menuju Pulau Rajuni dengan menumpangi KRI Surabaya”
Belum lagi, saya harus membuka acara peringatan hari Listrik Nasional tingkat Sulawesi-Selatan, tandasnya.



Event international takabonerate selayar sangat mengherankan karena tidak sama sekali membuat sebagian besar warga kabupaten kepulauan selayar tertarik, dan mengunjunginya. Kemungkinan karena informasi yang sangat kurang di lokal ini, ujar Arsi ihsan ketua FPS. Lebih lanjut di sampaikan oleh ketua FPS, bahwa secara pribadi, dirinya telah menyampaiak perihal komunikasi untuk kebutuhan informasi dari loakasi perlu perhatian Bupati, jangan sampai ada kejadian nantinya yang akan membuat kalang kabut pihak pihak terkait. Dan ini terbuklti bahwa ada kejadian calon peserta mancing yang naas kapalnya menabrak karang namun tidak mendapat pertolongan dan perhatian serius dari pihak panitia. Untuk ada warga nelayan yang lewat hingga ke 3 orang tertolong dan selamat. Arsil juga menyebutkan bahwa event yang di sebut sebut bertaraf internasional ini sama sekali tidak bergaung karena panitia menyepelekan fungsi fungsi komunikasi untuk kebutuhan informasi.(fadly syarif)

Pembangunan Gudang Dalam Kota Benteng Berkedok Rumah Tinggal

Bentuk ketidak berpihakan pemerintah kabupaten Kepulauan Selayar kian terang dipertontonkan di depan mata telanjang rakyat kecil tak berdaya. Terbukti, ditengah gejolak rencana pengentasan kekumuhan yang konon kabarnya, disebabkan oleh keberadaan pedagang kaki lima.
Pemerintah kabupaten, malah sebaliknya menyetujui penerbitan izin pembangunan gudang di dalam kawasan Kota Benteng. Akibatnya, Si Miskin kian melarat. Sementara, mereka para pengusaha kaya semakin kaya karena kebijakan yang sangat jelas berpihak pada pengusaha berduit dan bermodal besar.
Belum lagi tuntas persoalan kesemrawutan arus lalu lintas di ruas Jl. KH. Haiyung yang diakibatkan oleh parkiran bus-bus AKDP trayek Selayar-Makassar. Masalah baru, kembali muncul menambah panjang deretan pekerjaan Dinas Perhubungan & Kominfo Kabupaten Kepulauan Selayar, menyusul mulai berlangsungnya aktivitas pergudangan di dalam kawasan Kota Benteng yang menggunakan armada mobil truk berukuran panjang.
Kemacetan mulai terlihat di ruas jalan Hamang DM pasca berdirinya pabrik penampungan semen dan ternik yang tepat berada di belakang Kantor Pos & Giro Benteng Kepulauan Selayar. Hal tersebut dibuktikan dari gambar aktivitas bongkar muat yang berhasil diabadikan crew Media Contrend Indonesia pada hari Minggu, (17/10) malam saat melintasi jalur tersebut. Kondisi serupa juga terlihat di ruas jalan S. Sismomiharjo pada hari Senin, (18/10) sore kemarin.
Dengan hadirnya kedua gudang baru tersebut, lengkap sudah kesemrawutan arus lalu lintas di dalam kawasan Kota Benteng yang selama ini hanya kerap terlihat di sepanjang ruas Kompleks Pasar Lama.
Terkait kian padatnya aktivitas pergudangan di Kabupaten Kepulauan Selayar, sejumlah warga mengaku mulai resah. Karena, selain kerap menjadi biang kemacetan arus lalu lintas, kehadiran gudang baru ini juga semakin mendekatkan warga pada polusi udara yang disebabkan oleh debu semen dari dalam gudang dan asap knalpot armada mobil truk.
Meski sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan & Kominfo Kabupaten Kepulauan Selayar, Ir. H. Arman telah menandaskan, mengenai rencana pengalihan rutinitas pergudangan ke luar kota Benteng. Namun, hingga hari ini belum ada titik terang kapan gudang-gudang bersangkutan akan dipindahkan.
Malah sebaliknya, Pemkab Kepulauan Selayar terkesan sengaja menganulir penerbitan izin pembangunan gudang di dalam kawasan Kota Benteng tanpa mempertimbangkan implikasi yang bakal ditimbulkan oleh kebijakan tersebut. (*)

Event Miliaran Rupiah Takabonerate Islands Ekspeditions II Berlangsung Di Saat Kemiskinan Warga kabupaten Kepulauan Selayar

Meski sebelumnya, Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama Bambang Wahyudin dengan tegas telah mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi Taman Laut Nasional Takabonerate yang terumbu karangnya dinilai telah banyak mengalami kerusakan.
Akan tetapi, event serupa tetap dilaksanakan pada tahun 2010 ini di tengah kondisi carut marut APBD Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel yang mengalami defisit dan kemungkinannya menjadi salah satu pemicu terjadinya peningkatan angka kemiskinan rakyat kecil di daratan Bumi Tanadoang.
Sementara, data terakhir Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menyebutkan, “Dari 199 ribu penduduk di daerah itu, 80 persen atau 150 ribu diantaranya, hingga kini masih terus hidup di bawah garis kemiskinan’. Hal tersebut diperkuat dengan fakta hasil penelusuran tim Media Contrend Indonesia ke salah satu perkampungan nelayan tradisional di daerah berpredikat kabupaten kepulauan ini.
Lokasi, tempat berdirinya sederetan rumah warga yang terkesan kumuh, semrawut, dan sama sekali tidak pernah mendapat sentuhan perhatian maupun langkah penataan dari instansi berkompoten. Ironisnya, Drs. H. Syahrir Wahab, MM selaku orang yang seharusnya paling bertanggung jawab dalam permasalahan ini malah sebaliknya, terkesan menyalahkan pemerintah pusat yang kurang memberi perhatian terhadap kelancaran roda pembangunan di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Salah satu indikator paling mencolok kata Syahrir adalah, terjadinya perbedaan harga bahan bakar minyak / BBM yang disebabkan oleh tidak adanya subsidi dalam bentuk distribusi BBM ke Kabupaten Kepulauan Selayar. Hal inilah yang kemudian mengilhami pencanangan kegiatan Takabonerate Island Expedition. Dengan sepenggal asa, “saban hari, potensi sumber daya laut Kabupaten Kepulauan Selayar akan mampu menarik dan menyerap perhatian investor dari luar daerah. Baik, pada tingkat nasional maupun investor asing.
Namun sayang sekali, harapan orang nomor satu Bumi Tanadoang ini, seakan tinggal sekedar isapan jempol belaka dengan masih sangat rendahnya pemahaman dan kepeduliaan masyarakat setempat menyangkut kelangsungan hidup biota laut di sekitar kawasan.
Belum lagi hal tersebut semakin diperparah oleh pemberitaan terkait insident kelaparan yang menimpa ratusan peserta Takabonerate Island Expedition tahun 2009 lalu di atas KRI Makassar. Panitia dituding tidak dapat menyediakan konsumsi standar sesuai dengan bentuk promosi yang mereka publikasikan.(fadly syarif)

Pemprov Segera Benahi Pelabuhan Bira

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel akan memperbaiki Pelabuhan Penyeberangan Bira di Kabupaten Bulukumba yang kondisinya tidak laik operasi.Pasalnya kolam pelabuhan kini mengalami pendangkalan.

Anggota Komisi D DPRD Sulsel Ince Langke mengatakan,Pelabuhan Bira diarahkan menjadi gerbang Sulsel di wilayah selatan yang menghubungkan dengan sejumlah provinsi di Indonesia timur. Pemprov telah mengajukan permohonan bantuan APBN Rp20 miliar untuk pembenahan pelabuhan. Dana tersebut akan digunakan untuk pengerukan dan memperdalam kolam pelabuhan yang kini sulit disandari feri ketika terjadi surut air laut.

Selain itu,Pemprov mengajukan anggaran perencanaan perbaikan yang tertuang dalam usulan di APBD Perubahan 2010 sebesar Rp200 juta. “Pendanaan perbaikan pelabuhan ini ada dua sumber, khusus APBN difokuskan pada perbaikan pelabuhan di wilayah lautan dengan memperbaiki tanggul pengaman, mengeruk kolam dermaga supaya kapal mudah berlabuh,” ungkapnya kemarin. Wilayah daratan menjadi tanggung jawab Pemprov mengelola tanah seluas enam hektare (ha) dengan membangun areal parkir, tempat peristirahatan, serta tempat peribadatan.

Ince Langke mengungkapkan, perbaikan dermaga ini mendesak dilakukan.Kondisi pelabuhan saat ini sangat menghambat proses pelayaran kapal dan akses penumpang, baik dari Kepulauan Selayar maupun Provinsi Sulawesi Tenggara, NTT,dan NTB. Untuk merapat ke dermaga, terkadang kapal feri harus menunggu hingga air pasang dan kondisi kedalaman kolam memenuhi syarat untuk disandari kapal.

“Di sana kapal tiba pukul 14.00 Wita nanti pada pukul 21.00 Wita baru penumpang bisa turun.Itu karena kondisi air yang surut dan semakin tingginya pendangkalan di areal dermaga,”paparnya. Kendati kerap terkendala masalah pendaratan,aktivitas masyarakat yang menggunakan dermaga itu per hari mencapai 500 orang dengan pelayan kapal feri dua kali sehari.Perbaikan diharapkan bisa dilakukan awal 2011. (SI-suwarny dammar)

antraks rawan di makassar

MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar meningkatkan kewaspadaannya menyusul merebaknya virus Antraks di Kabupaten Gowa, yang menyerang ternak dan merenggut korban jiwa.

Penyebaran virus tersebut dikhawatirkan bisa menjangkiti ternak di Makassar mengingat kedua daerah bertetangga. Menjelang Hari Raya Idul Adha,juga semakin banyak hewan ternak yang masuk ke kota. Kepala Dinas Kelautan,Perikanan, Tanaman Pangan,dan Peternakan (DKPPP) Makassar Saiful Saleh mengatakan, virus antraks memang sangat berbahaya. Namun, hingga saat ini belum ada laporan virus Antraks sampai ke Makassar. “Virus antraks yang menyerang ternak di Kabupaten Gowa itu belum berdampak sampai ke Makassar.

Meskipun begitu,antisipasi dini sudah kami lakukan,” ujarnya kepada wartawan kemarin. Kendati demikian, pihaknya menduga ternak yang ada di daerah endemis memiliki potensi menyebarkan virus Antraks melalui perantara ternak sapi sehingga DKPPP menurunkan petugas memberikan vaksinasi ternak. Vaksinasi dilakukan agar ternak memiliki kekebalan tubuh terhadap serangan virus tersebut. Pihaknya juga sudah membentuk tim pemeriksaan kesehatan hewan ternak jelang Idul Adha.

Tim pemeriksaan hewan kurban beranggotakan 19 orang yang diketuai Kepala Bidang Peternakan DKPPP Juliastiawaty. “Tim yang diketuai ibu Juliastiawaty ini rutin melakukan koordinasi dan memvaksinasi hewan ternak yang akan disembelih nantinya.Apalagi, tim akan dibantu petugas kecamatan dan Satuan Polisi Pamong Praja,”ujarnya.

Di samping itu, mengoptimalkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,khususnya memperketat arus lalu lintas ternak di daerah perbatasan Makassar-Gowa,seperti yang sudah berjalan selama ini. “Kami sudah menurunkan tim khusus yang akan berjaga-jaga jika ada hal-hal yang mencurigakan seperti ternak atau hewan dari daerah itu masuk ke Makassar,”papar Saiful.

Sementara itu,Wakil Wali Kota Supomo Guntur meminta pihak terkait memperketat peredaran hewan di Makassar, baik menjelang Idul Adha maupun pasca hari raya tersebut. Alasannya, selain menjaga penyebaran penyakit,juga hewan ternak peliharaan mulai ditemukan membahayakan keselamatan warga karena terkadang dibiarkan berkeliaran oleh pemiliknya hingga di jalan-jalan utama.

“Saya minta ini diperhatikan pemilik hewan dan pihak terkait. Mungkin menjelang Lebaran, kami masih beri toleransi.Setelah itu, tim akan menyita bila menemukan berkeliaran di jalan,”tandas dia di berbagai kesempatan. Karaeng Sewang,sapaan akrab Supomo, juga mengharapkan para pemilik hewan membantu pemerintah menciptakan lingkungan yang bersih, baik menyediakan kandang yang jauh dari permukiman maupun kotorannya tidak mengotori jalan-jalan. (SI-arif saleh)

Buku Menyesatkan Beredar

Buku Menyesatkan Beredar

Sejumlah Pembangunan Di Kabupaten Kepulauan Selayar Disinyalir Tanpa IMB dan Tak Ada Amdal

Maraknya bangunan gedung, jalan, jembatan,pelabuhan serta infrasturktur lainnya di kabupaten kepulauan selayar diduga kuat tidak memiliki izin UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup) atau Amdal. Hal inidijelaskan oleh ketua FPS (Forum Peduli Selayar) dalam pelepasan tim FPS yang akan melakukan serangkaian kegiatan lingkungan di wilayah kabupaten kepulauan selayar.
Diantaranya, pembangunan pelabuhan pelabuhan bertaraf internasional serta gedung gedung yang dibangun di tengah lingkungan asri dan kawasan hijau. Seperti pembangunan RSUD di sebelah timur pemukiman warga parappa dan lokasi tambak warga yang pada musim hujan di wilayah ini sangat rawan terjadi pencemaran limbah medis yang tentu saja mengancam timbulnya sejumlah penyakit bagi warga. Dari temuan FPS dilapangan bahwa pemerintah kabupaten kepulauan selayar telah melakukan pembiaran atas sejumlah usaha penambangan juga di tengarai tidak memilik izin dan berbau tambang liar . Selain itu di sinyalir tambang tambang ini tidak memiliki amdal atau UPL/UKL. Pemerintah kabupaten kepulauan selayar seharusnya melakukan upaya inventarisasi lokasi lokasi terkait hal ini, jangan malah ada kesan bahwa FPS hanya mencari cari kesalahan.
Termasuk bangunan yang salah peruntukan. Seperti adanya ruko yang dibangun bukan untuk aktivitas jual beli tetapi digunakan untuk fungsi gudang . Hal ini ada beberapa yang ada di dalam kota benteng kepulauan selayar yang setiap harinya di lewati atau terpantau oleh pejabat yang berwenang.
"Ini harus menjadi catatan untuk Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar terkait khususnya bidang pengawasan, untuk segera melakukan peninjauan langsung ke lapangan terkait bangunan yang menyalahi aturan," kata Arsil Ihsan.
Menurutnya, pembangunan harus dihentikan kalau memang terbukti tidak memiliki izin UKL/UPL atau Amdal tersebut. Pemkab Kepulauan Selayar tidak hanya mengeluarkan izin tetapi juga harus menginvestigasi kembali apakah memang izin yang dikeluarkan itu sudah sesuai atau tidak, pasalnya ada juga warga yang kemudian tidak mengetahui kesalahan yang di lakukannya, dan kemungkinannya akan banyak, pasalnya pemerintah kabupaten kepulauan selayar harus mengakui dengan jujur bahwa selama ini sosialisasi terkait hal ini boleh di kata tidak pernah terlaksana secara maksimal. Sehingga banyak masyarakat selayar yang tidak mengetahui prosudure mendapatkannya.
Ketua FPS juga menyebutkan bahwa sinyalemen telah terjadi permainan dengan pihak lurah atau camat untuk mengeluarkan rekomendasi untuk pembuatan izin itu juga perlu mendapat perhatian serius pasalnya "Lurah dan camat adalah perpanjangan tangan dari pemkab kepulauan selayar di wilayahnya untuk merekomendasikan untuk penerbitan izin,'' ujarnya.
Terkait maraknya bangunan bermasalah memiliki IMB tetapi tidak mengantongi UKL/UPL atau Amdal itu karena kelalain. Sehingga hal itu harus menjadi perhatian serius pihak lurah dan camat, agar dalam mengeluarkan rekomnedasi IMB, perlu memikirkan UPL dan UKLnya atau semaksimal mungkin memikirkan amdalnya.

Dugaan Eksploitasi BMKT Kembali Berlangsung di Perairan Sangkulu-Kulu

Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan
Penyelaman barang muatan kapal tenggelam secara illegal di perairan Sangkulu-Kulu, Dusun Tile-Tile Selatan, Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan kembali berlangsung. Hal tersebut terungkap, saat salah seorang warga Kecamatan Benteng berinisial “S” yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan Restoran Baloiya Rahmat IIN mencoba menjual barang berupa mangkuk dan kepingan uang logam kepada pimpinan Selayar Island Resort, Mr. Benhard pada hari Senin pekan lalu.
Saat dikonfirmasi oleh salah seorang karyawan Restoran Selayar Island Resort, “S” menjelaskan, barang tersebut merupakan barang muatan kapal tenggelam yang diambil dari perairan Sangkulu-Kulu, Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu.
“S” juga menyebutkan, barang tersebut diambil oleh salah seorang penyelam asal Kecamatan Bontomate’ne berinisial “D”. Dari tangan “D”, barang itu, kemudian dipercayakan kepada “S” untuk dijual kepada Mr. Benhard. Namun karena khawatir disebut sebagai penadah barang illegal, Mr. Benhard enggan menyentuh ataupun sampai membeli tersebut.
“Hari itu juga Mr. Benhard langsung mengembalikan barang bersangkutan kepada “S”, jelas karyawan Restoran Selayar Island Resort yang enggan disebutkan namanya. Bahkan, tidak satu pun pihak yang mengetahui berapa nilai tawar barang yang diajukan “S” kepada Mr. Benhard.
Apatah lagi, transaksi berlangsung di dalam ruangan kantor resort. Jelasnya, “saat berkunjung ke Selayar Island Resort, “S” terlihat membawa tiga buah barang kuno, jenis mangkuk dan puluhan kepingan uang logam tempo doeloe”. Kendati demikian, pihaknya mengaku tidak mengetahu kapan “D” melakukan aktivitas penyelaman terakhir terhadap barang-barang tersebut.
Hanya saja, saksi berani memastikan, bila sampai sekarang barang bersangkutan masih berada di tangan “S”, sebagai perantara yang dipercayakan “D” untuk melakukan transaksi jual beli dengan Mr. Benhard. Sampai berita ini diturunkan, Pemerintah Desa Patikarya dilaporkan belum mengambil tindakan apapun terkait masalah eksploitasi barang kuno di wilayahnya itu. Termasuk tindakan penyampaian laporan kepada aparat Kepolisian Polsek Bontosikuyu.
Berawal dari ketidak percayaannya kepada aparat Pemdes Patikarya, sampai hari ini saksi mata sendiri, belum menyampaikan informasi apa-apa kepada jajaran Pemerintah Desa setempat. Pihaknya justeru sengaja menyampaikan laporan langsung kepada para pekerja journalis lokal setempat.
Dia mengyakini, para pekerja kuli tinta di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar, akan jauh lebih mampu memberikan advokasi dan sekaligus menjembati kepentingan masyarakat Desa Patikarya. Khususnya, dalam rangka mengantisipasi terulangnya kembali percobaan eksploitasi terhadap BMKT yang berada di kawasan Sangkulu-Kulu, Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu.
Kades Patikarya sendiri, belum berhasil dimintai dikonfirmasi terkait masalah ini. Lantaran nomor telefon selularnya tidak tercatat di memory buku telefon wartawan media ini. Sementara, Camat Bontosikuyu, Drs. Akhyadin, MH gagal dimintai konfirmasi, akibat pengalihan panggilan yang dipasang pada pengaturan telefon selular miliknya. (fadly syarif)

Drainase Gagal, Sejumlah Ruas Jalan Tergenang Air Hujan

Sejumlah titik ruas jalan di dalam kawasan kota Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, kembali terendam genangan air hujan dalam tiga hari terakhir. Sepertihalnya yang terlihat, di ruas jalan Pelabuhan Dermaga Rauf Rahman.
Kondisi serupa juga terlihat di ruas jalan Panggilian dan jalur menuju rumah sakit umum Kabupaten Kepulauan Selayar. Bahkan, akibat derasnya curah yang melanda daerah ini, beberapa titik jalan poros di dalam wilayah kota Benteng terpantau mulai berlubang.
Sebut saja diantaranya, jalan poros Sultan Hasanuddin dan Kelurahan Putabangung, Kecamatan Bontoharu. Dimana, kondisi ini kuat dugaan dipicu oleh tidak berfungsi optimalnya drainase di seputaran Kota Benteng. Akibatnya, sejumlah titik pemukiman wargapun harus ikut terendam genangan air hujan.
Menanggapi kondisi ini, Ketua FPS, Arsyil Ihsan menyarankan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar bisa menciptakan lahirnya suasana kota teduh bebas banjir, dengan mengatap kawasan kota Benteng. Karena pihaknya menilai, selama kurun waktu lima tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar gagal memprogramkan pembangunan drainase yang hanya dijadkan kambing hitam dalam persoalan banjir ataupun rendaman genangan air hujan.
Arsyil menandaskan, proyek pembangunan drainase tidak lebih dari sekedar kegiatan pemborosan anggaran yang ujung-ujungnya memicu percepatan kerusakan jalan. Gitu aja kok repot, seharusnya, Mbok yah, pemerintah kabupaten harusnya, melibatkan tenaga ahli yang menguasai teknis pembangunan drainase agar kondisi ini tidak terus terulang, tegasnya.
Pernyataan berbeda diungkapkan Koordinator Forum Journalis Bahari (Forjubi) Wilayah Indonesia Timur, Ir. Supardi yang menyesalkan tidak lagi difungsikannya bangunan drainase peninggalan Pemerintah Belanda. Menurutnya, kota Benteng baru akan bisa terbebas dari genangan air, hujan bila Pemkab Kepulauan Selayar, mengadopsi rencana pembangunan drainase yang diterapkan Pemerintah Amsterdam sebagai negara percontohan di bidang pengaliran air, tegas pria yang akrab disapa Itto ini. (fadly syarif)

AKBP.Setiadi, Kunjungi CFM Selayar

Arsyil Ihsan : Nyatakan Dukungan Terhadap Pemberantasan Tipikor
Mengawali penugasan barunya sebagai Kapolres Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, AKBP. Setiadi didampingi Kasat Reskrim, IPDA. M. Asfah Husain dan Kasat Intel Polres Selayar, IPTU. Abd. Azis, hari Jumat. (29/10) sore berkenan melakukan kegiatan kunjungan silaturahmi ke studio Radio Contrend FM di lingkar Jl. Muh. Krg Bonto No. 20 Benteng, sebagai salah satu wujud komitmen kerjasama Polri dengan pekerja kuli tinta di daerah itu.
Dalam kunjungan silaturahminya, Kapolres diterima langsung Pimpinan dan segenap All Crew Radio Contrend FM bertempat di ruang redaksi Media Contrend Indonesia. Dihadapan Pimpinan dan Crew Radio Contrend FM, Setiadi menitipkan harapan besarnya untuk dapat menjalin kerjasama yang baik, antara pihak managemen radio Contrend FM melalui pelaksanaan siaran interaktif Polisi dengan masyarakat yang dikemas dalam paket acara “Polisi Menyapa”.
Selain itu, Setiadi juga berharap banyak, agar kalangan pekerja Journalis Lokal Kabupaten Kepulauan Selayar dapat berperan aktif melaporkan setiap bentuk tindak pidana pelanggaran hukum. Khususnya, yang berkaitan dengan pelanggaran tindak pidana korupsi.
Menandai komitmen kerjasama hari itu, Setiadi menandaskan, rencana pihaknya untuk segera menciptakan layanan pengaduan masyarakat via jejaring sosial (facebook dan Twitter) yang sifatnya tidak terlalu formal. Sehingga dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak lagi merasa segan untuk menyampaikan pengaduan dan uneg-uneg yang bersentuhan langsung dengan masalah hukum.
Kritikan pedas, sampai laporan berbentuk hujatan dari masyarakat, merupakan sebuah hal yang sangat lumrah bersamaan dengan dihembuskannya kebebasan berbicara dan mengeluarkan pendapat di tengah-tengah kehidupan masyarakat luas.
Kendati demikian, sebagai pengayom masyarakat Polisi dituntut untuk tetap mampu menyampaikan jawaban secara diplomatis guna memberikan kepuasan kepada setiap penanya, ataupun bagi mereka yang sekedar ingin memberikan sumbangsih saran terhadap upaya peningkatan kinerja jajaran aparat kepolisian.
“Bagi warga masyarakat siapapun, yang melihat terjadinya unsur kejahatan di dalam wilayah hukum Polres Kepulauan Selayar, kiranya segera melayangkan laporan melalui sms maupun layanan telfon di nomor : 081 343 849 896 atau mengirimkan laporan tertulis via email : setiadi_sidney@yahoo.com”
Terakhir, pria berpangkat AKBP ini juga berjanji untuk segera merampungkan ruangan Media Centre di lingkungan Polres Kepulauan Selayar lengkap dengan layanan hotspot gratis bagi para pekerja journalis lokal di daerah itu. Walaupun, waktu pemanfaatannya tetap dijadwal.
Sementara itu, menanggapi komitmen pemberantasan kasus tindak pidana korupsi oleh Kapolres Kabupaten Kepulauan Selayar yang baru, Pimpinan Radio Contrend FM yang sekaligus merupakan Ketua Forum Peduli Selayar, Arsyil Ihsan secara tegas mengungkapkan, pihaknya siap memberikan dukungan penuh kepada Kapolres dalam melakukan pemberantasan kasus tindak pidana korupsi di daratan Kepulauan Selayar.
Pada kesempatan itu, Ketua Forum Peduli Selayar ini kembali menyampaikan pesan moral kepada jajaran aparat hukum di wilayah Kepulauan Selayar, agar dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, “polisi, kejaksaan, maupun pengadilan, diharapkan dapat membedakan “hitam dan putih”.
Hari ini, mewakili suara Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi Wil. IV Makassar (GNPK-Sulsel), Kami berharap, aparat hukum “Jangan Pernah Membiarkan Koruptor Memimpin Selayar”, tandas Arsyil Ihsan saat menerima kunjungan Kapolres Kepulauan Selayar di ruang redaksi Media Contrend Indonesia hari Jumat (29/10) sore kemarin.
Selain itu, “Dalam waktu dekat, managemen Radio Contrend FM akan menyiapkan waktu, sekali sepekan untuk menfasilitasi pelaksanaan paket acara Talk Show antara Kapolres dengan masyarakat. Sama halnya, dengan paket acara yang sempat dilaksanakan pada era kepemimpinan AKBP. Noor Subchan”.

Jumat, 29 Oktober 2010

Pulau Harta Karun Selayar

Kepulauan selayar
Kabupaten kepulauan selayar (dahulu kabupaten selayar) adalah sebuah kabupaten di provinsi sulawesi selatan, indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di kota benteng. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 903,35 km² dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 100.000 jiwa. Kabupaten kepulauan selayar merukapan suaru kabupaten yang mempumyai beberapa kecamatan yang dipisahkan oleh lautan.
indah nya:

Letak Geografis

Kabupaten kepulauan selayar merupakan salah satu kabupaten diantara 24 kabupaten/kota di propinsi sulawesi selatan yang letaknya di ujung selatan dan memanjang dari utara ke selatan. Daerah ini memiliki kekhususan, yakni satu-satunya kabupaten di sulawesi selatan yang seluruh wilayahnya terpisah dari daratan sulawesi selatan dan lebih dari itu wilayah kabupaten kepulauan selayar terdiri dari gugusan beberapa pulau sehingga merupakan wilayah kepulauan.Gugusan pulau-pulau yang berjumlah 123 buah baik pulau-pulau besar maupun pulau-pulau kecil yang membentang dari utara ke selatan. Luas wilayah kabupaten selayar tercatat 1.188,28 km persegi, wilayah daratan (5,23%) dan 21.138,41 km² (94,68%) wilayah lautan, yang diukur 4 (empat) mil keluar pada saat air surut terhadap pulau-pulau terluar.
Secara geografis, kabupaten kepulauan selayar berada pada koordinat (letak astronomi) 5°42′ – 7°35′ lintang selatan dan 120°15′ – 122°30′ bujur timur yang berbatasan dengan:
* Sebelah utara dengan kabupaten bulukumba dan teluk bone
* Sebelah timur dengan laut flores (provinsi nusa tenggara timur)
* Sebelah selatan dengan provinsi nusa tenggara timur
* Sebelah barat dengan laut flores dan selat makassarBerdasarkan letak, kepulauan selayar merupakan kepulauan yang terletak diantara jalur alternatip perdagangan internasional, yang menjadikan selayar secara geografis sangat strategis sebagai pusat perdagangan dan distribusi baik secara nasional untuk melayani kawasan timur indonesia maupun pada skala internasional melayani negara-negara di kawasan asia.
letak geografis: s.innerText = ”; this.value = ‘Hide’; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(‘div’ [1].getElementsByTagName(‘div’ [0].style.display = ‘none’; this.innerText = ”; this.value = ‘Show’; }” type=”button” value=”Show” />

Adanya kapal yg tenggelam [ London Trinity ]
Menurut keterangan salah satu penduduk lokal, dalam salah satu bongkahan besi yang pernah diangkat, dijumpai tulisan “london seriti”. Mungkinkah itu nama kapal tersebut? Tapi tentu saja kata seriti perlu dipertanyakan karena tidak ada dalam kamus bahasa inggris. Kemungkinan namanya “london trinity”. Jika dugaan ini benar, maka kapal tersebut jelas merupakan kapal inggris.
Berdasarkan jejak-jejak yang tersisa, kapal besi berukuran panjang lebih dari 75 meter itu jelas adalah kapal uap karena di sekitar bangkai kapal ditemukan batu bara dan arang yang mulai membatu. Dugaan ini dikuatkan oleh cerita penduduk bahwa sampai tahun 1980-an cerobong asap dari kapal tersebut masih mencuat ke permukaan laut. Banyak nelayan yang sering singgah atau menambatkan perahu di cerobong tersebut.
Dari onggokan kayu yang mulai lapuk, yang ditemukan di sekitar lambung kapal, menjadi jelas pula bahwa bagian sekat-sekat ruangan dan lantai kapal terbuat dari kayu. Sayangnya kami masih kesulitan merekonstruksi bentuk kapal tersebut karena yang tersisa tinggal bagian lambung kanan-kiri yang mana bagian bawahnya masih tertimbun pasir. Perlu penggalian untuk mengetahui bentuk kapal tersebut.

Harta Karun Terpendam
Kabupaten kepulauan selayar terdiri atas 132 pulau dan baru 26 pulau yang dihuni manusia. Luas wilayahnya 10.503,69 kilometer persegi (km2), terdiri atas daratan seluas 1.357 km2 dan sisanya merupakan kawasan laut (9.146,66 km2). Lautan yang luas dan indah ini sangat memungkinkan pengembangan wisata bahari, perikanan, dan mineral serta tambang minyak di lepas pantai.
Harta karun di wilayah ini cukup banyak. Namun, belum terangkat secara maksimal. Sebagai contoh, bupati menyebutkan temuan beberapa keramik kuno yang diduga peninggalan dinasti cina. “sudah ada yang ditemukan, tetapi belum ada investor yang berminat mengangkatnya,” kata bupati sambil memperlihatkan contoh keramik kuno yang tersimpan di lemari ruang kerjanya.
gong nekara:

Ahli sejarah menafsirkan, gong nekara merupakan peninggalan kebudayaan zaman perunggu. Usianya diperkirakan sekitar 2.000 tahun lebih. Gong ini ditemukan seorang petani penggarap tanah kerajaan bernama saburu tahun 1686. Karena ditemukan di tanah kerajaan, sampai 1760 gong ini menjadi benda pusaka kerajaan.
Gong ini memiliki tiga fungsi pada masanya, yakni fungsi keagamaan, sosial budaya, dan politik. Fungsi keagamaan yaitu sebagai alat komunikasi, upacara, dan simbol. Sementara itu, fungsi sosial budaya yaitu sebagai simbol status sosial, perangkat upacara, dan karya seni yang mempunyai daya magis religius. Sedangkan fungsi politik yaitu sebagai tanda bahaya atau isyarat perang.
Jangkar Raksasa:

Tidak hanya gong, di selayar juga ditemukan jangkar yang diyakini terbesar dan terpanjang di masanya. Jangkar tersebut kini tersimpan di desa nelayan padang. Jangkar yang dilengkapi dengan meriam itu diperkirakan merupakan peninggalan pedagang cina pada abad 17-18.
Beberapa pemandangan di pulau selayar





Sumber : http://kask.us/4098163 oleh adtcadut
Incoming search terms:
pulau harta karun (4),Letak harta karun (2),Harta karun (2),Gong Selayar (2),letak laut flores (1),Letak harta karun selayar (1),letak harta karun di SUMBAR (1),letak selayar (1),mistik selayar (1),P PANJAN DI SELAYAR (1),pulau button kaskus (1),PULAU DI SELAYAR (1),pulau harta (1),pulau harta karun selayar (1),pulau selayar (1),selayar terkini (1),budaya selayar (1),letak geografis pulau buton (1),lautan indah (1),cerita mistis harta karun (1),cerita mistis laut selayar (1),Gong di selayar (1),harta karun di daratan (1),Harta karun di laut selayar (1),harta KARUN PULAU BUTON (1),harta karun selayar (1),kapal seriti (1),Kapal tenggelam selayar (1),kebudayaan kabupaten kepulauan selayar (1),kebudayaan yang terdapat di kabupaten kepulauan selayar (1),kepulauan selayar (1),laut yang indah (1),sosial budaya masyarakt pulau selayar (1)

Kader Golkar Selayar: Mengapa Malkan Tidak?

SEKITAR 2000-an tokoh dan kader Golkar kecamatan se-Kabupaten Kepulauan Selayar loyalis Ince Langke akan menggelar silaturahmi kader Golkar Selayar pada 28 Oktober mendatang.
Aksi tersebut sebagai bentuk protes atas kebijakan DPP, yang mereka dengar dari penjelasan DPD I, yang memecat Ince sebagai anggota/kader Golkar. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak demokratis, diskriminatif, serta tidak memenuhi rasa keadilan.
Loyalis Ince, Abdul Halim Rimamba mengatakan usai pertemuan massa akan menemui Ketua DPD II Golkar Selayar Syahrir Wahab untuk menyampaikan tuntutan dan meminta pertanggungjawaban atas keluarnya SK pemecatan tersebut.
"Kami akan menyampaikan tuntutan karena ternyata lahirnya keputusan DPP bersumber dari laporan sepihak Ketua Golkar Selayar. Kami menganggap laporan itu subyektif karena keduanya adalah rival dalam pilkada sehingga sarat dengan tendensi dan kepentingan pribadi untuk mengorbankan Pak Ince," kata Halim, kemarin.
Halim menambahkan, keputusan tersebut sangat diskriminatif dan tidak adil karena di lain pihak, kebijakan yang sama tidak diberlakukan kepada anggota DPR RI Malkan Amin yang juga mengendarai partai lain saat mengadu nasib sebagai calon Bupati di Pilkada Barru lalu.
Begitu pun dengan wacana Pergantian Antar Waktu (PAW), menurutnya Ince Langke terpilih sebagai anggota DPRD Sulsel berkat kerja kerasnya dalam pemilihan langsung rakyat dengan sistem penetapan calon terpilih dengan suara terbanyak.
"Pemecatan Pak Ince sama sekali tidak mempertimbangkan bahwa yang bersangkutan telah berpuluh tahun mengabdi dan berjuang untuk Golkar. Saya menduga ada oknum dibalik ini semua yang berkonspirasi," ujar Halim.(cr7/bie)

Tribun Timur

Pimpinan Golkar Sulsel Sesalkan Pemecatan Ince Langke

Wakil Ketua Partai Golkar Sulawesi Selatan Iskandar Zulkarnaen menyesalkan sikap pengurus partai berlambang pohon beringin di daerah itu, karena tidak memberi ruang pembelaan bagi mantan Ketua Golkar Selayar, Ince Langke, sebelum dipecat.
"Saya sesalkan proses pemecatan dan pergantian antar waktu Ince di DPRD Sulsel tanpa mekanisme pembelaan diri," katanya di Makassar, Jumat (29/10/2010).
    
Menurut dia, sebagai kader yang telah mengabdi selama puluhan tahun, Ince Langke seharusnya diberi kesempatan memberi penjelasan secara utuh dan tidak boleh dipecat secara semena-mena.
    
Namun yang terjadi saat ini, pengurus justru tak henti memperdebatkan status Ince Langke di Golkar dan mempublikasikannya di media massa.
   
"Jangan karena kepentingan segelintir orang, kita melabrak mekanisme organisasi yang ada. Andaikan Golkar adalah sebuah rumah tangga, jika sayurnya kurang garam maka tetangga tidak perlu tahu, cukup diselesaikan di dalam rumah," katanya tanpa merinci pengurus yang dimaksudkannya.
  
Menurut dia, masalah Ince Langke harus diselesaikan secara internal melalui forum rapat pengurus harian maupun rapat konsultasi. Ia berharap juga sebaliknya, yakni agar Ince memahami mekanisme yang tengah berjalan di partai.
    
Ketidakharmonisan hubungan antara Ince Langke dengan pengurus DPD Golkar Sulsel bermula dari pencalonan Ince sebagai wakil bupati dalam pilkada Kabupaten Selayar, yang kemudian disusul dengan pemecatan Ince sebagai kader Golkar karena dianggap menentang kebijakan dan marwah partai.
    
Merasa hak pembelaan dirinya dikebiri DPD I Golkar Sulsel, Ince kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Kelas I A Makassar namun kembali dicabut setelah DPP Golkar menganulir pemecatannya dengan memberi ruang pembelaan diri. Ince, DPP Golkar dan DPD I Golkar pun kini "berdamai".(*)
Tribun Timur

Pemuda Harus Berwawasan Luas

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 83 tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar, dilaksanakan di Halaman kantor Bupati. meskipun berlangsung sederhana, akan tetapi tetap istimewa.
Wakil Bupati, H Saiful Arif SH, saat membacakan teks Pancasila sekaligus bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup).
Saat teks Proklamasi dibacakan, empat siswa SD tiba-tiba sakit satu diantaranya pingsan. Empat siswa tersebut berasal dari satu sekolah yang juga sebagai peserta upacara bersama beberapa sekolah lainnya dalam Kota Benteng.
Sekda kepulauan Selayar, H Zainuddin SH MH, serta perwakilan anggota muspida juga terlihat hadir. Saiful Arif SH, yang membacakan sambutan seragam Menteri Pemuda dan Olahraga, mengatakan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda, adalah milik pemuda Indonesia dengan wawasan yang luas, jati diri yang mengakar, kerja sama yang mengeratkan dan keteguhan yang bersambung.

Iklan Pak Gubernur Terkait Takabonerate Islands Ekspeditions Selayar Diduga Kuat Langgar PP RI No.59 2008.

Fps   : Beberapa Gambar Dalam Penayangan Iklan itu Berbau Pembohongan Publik

Terhitung mulai 21 Agustus 2008, Kabupaten Selayar berubah nama menjadi Kabupaten Kepulauan Selayar. Perubahan nama ini didasarkan pada terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) RI No.59 tahun 2008 tentang perubahan nama Kabupaten Selayar menjadi Kabupaten Kepulauan Selayar. PP No.59 ini telah ditandatangani Presiden RI DR H Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 Agustus 2008. PP ini, kemudian diundangkan juga pada 21 Agustus 2008 oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Andi Mattalatta. PP ini terdiri atas tiga pasal. Pertama, mengatakan nama Kabupaten Selayar sebagai daerah otonomi dalam wilayah Provinsi Sulsel, diubah menjadi Kabupaten Kepulauan Selayar. Pasal kedua mengatakan, tenggang waktu penyesuaian administrasi perubahan nama sebagaimana dimaksud dalam pasal pertama, paling lama satu tahun terhitung sejak PP ini diundangkan. Dengan demikian, paling lambat 21 Agustus 2009, secara serentak seluruh konsekwensi dari PP ini sudah menyesuaikan baik itu penyebutan maupun nomenkelatur nama kabupaten, kop surat, stempel, dan penyebutan-penyebutan itu, paling lambat 21 Agustus 2009, sudah harus seperti bunyi PP Ujar Arsil Ihsan Ketua FPS dalam rapat koalisi LSM menyikapi tayangan iklan pariwisata selayar dan sebuah event di gelar di sana pada sebuah siaran televisi nasional dimana semua orang melihat dan mendengar, apa yang di langgar malah di televisikan, ini sudah keterlaluan Bos, tegas Arsil lagi.
Sangat di sayangkan ketika pemerintah kabupaten kepulauan selayar kemudian telah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untuk sosialisasi nama baru daerah ini, kemudian di mentahkan sendiri oleh sang pemimpin sulawesi-selatan. Lantas dimana semua pihak yang bisa dan mampu mengingatkan gubernur, seperti pemkab kepulauan selayar dan para pejabat yang selama ini menegur bila sebuah tulisan yang menyebut nama selayar tanpa kabupaten kepulauan. Perlu di ketahui bahwa secara tidak sengaja, gubernur sulawesi selatan ini telah melanggar, peraturan pemerintah yang di tanda tangani pak SBY. Yang paling kebablasan adalah adanya sejumlah gambar yang kemudian di teliti ternyata bukan gambar dari kawasan yang di promosikan sehingga ada kecendrungan berbau bau bohong terhadap publik. Kemungkinannya pak Gubernur tidak tahu hal ini.
Ditanya mengenai apa upaya yang di tempuh oleh FPS dalam hal ini, Arsil menjwab kami belum ada langkah jangan sampai kami di sebut lagi mencari cari kesalahan atau di sebut lagi mau menghalangi event mereka. Tahu saja to “ namun sesungguhnya kami hanya mau dan hanya bisa berbuat tapi semua pejabat itulah yang bisa benar terus, dan kami salah terus. Tegasnya.

Pembayaran Iklan Bos Dari Dana BOS, Mendapat Pembenaran Dari Pihak Sekolah

Terkait rumor mengenai indikasi penyalahgunaan kewenangan dalam pemanfaatan dana biaya operasional sekolah (Bos, Red) untuk membayar iklan ucapan selamat atas Pelantikan Bupati & Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar.
Salah seorang Kepala Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Bontomanai yang enggan disebutkan namanya yang ditemui Media Contrend Indonesia hari Minggu, (17/10) malam membenarkan pemanfaatan dana bos pada pembayaran biaya iklan ucapan selamat, atas pelantikan pasangan bupati & wakil bupati terpilih hasil pilkada (23/6) lalu itu.
Karena kelabakan mencari pos anggaran lain yang bisa digunakan dalam pembayaran iklan tersebut, pihak sekolah terpaksa menggunakan pos anggaran dana lain-lain yang ditarik dari biaya operasional sekolah. Kendati demikian, dia membantah telah melakukan pelanggaran petunjuk tekhnis penyaluran dana Bos.
Pernyataan tersebut dilontarkannya, setelah sang kepala sekolah sempat mengelak telah menggunakan pos anggaran dana Bos untuk pembayaran iklan ucapan selamat dengan berdalih, pembayaran iklan dilakukan secara sukarela oleh pihak sekolah melalui pemotongan gaji tanpa paksaan dari pihak manapun, termasuk dari Dinas Pendidikan Nasional kabupaten, jelas sang kepala sekolah .

DPRD Selayar Akan Segera Panggil Bupati Dan Kontraktor Proyek Pelabuhan Pamatata

DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel rencananya akan mengundang bupati  bersama unsur muspida, kontraktor Pelabuhan Pelni Pamatata dan  jajaram kepala SKPD lingkup Pemkab setempat. Pemanggilan ini sendiri, didasarkan pada permintaan audience yang diajukan kelompok  Koalisi LSM Selayar  terkait indikasi pembohongan publik oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangkaian kegiatan Peresmian Pelabuhan Pelni Pamatata pada hari Selasa, (19/10) lalu. Dikonfirmasi wartawan  menyangkut kemungkinan DPRD tidak akan menindak lanjuti permohonan audience tersebut, Ketua LSM Lingkar Hijau, Andi Fajar menandaskan, “Apapun konsekuensinya, DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar,  harus tetap menindak lanjuti aspirasi dan tuntutan kami. Itu pun, bila mereka memang memiliki rasa  kepekaaan dalam menuntaskan persoalan kemasyarakatan.
” Bila tidak, Koalisi LSM Selayar mengancam akan menurunkan kelompok massa pada pergerakan aksi damai yang direncanakan akan berlangsung di depan Kantor Dinas Perhubungan & Kominfo serta halaman Kantor Gubernur Sulsel.  Dari halaman Kantor Gubernur, kelompok massa selanjutnya akan menggelar long march menuju Jl. Sapuli Makassar dan menyegel Kantor Kontraktor pelaksana kegiatan phisik pembangunan pelabuhan Pelni Pamatata.
Tidak cukup sampai disitu, Andi Fajar, bahkan mengancam untuk melanjutkan aksi serupa di halaman Kantor Kementrian dan Dirjen Perhubungan Laut di Jakarta sampai persoalan ini  betul-betul dianggapnya selesai seratus persen, cetus tokoh pemuda asal Kabupaten Kepulauan Selayar itu.

Puluhan Kendaraan Terjaring Operasi

Operasi bersama antara Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Selayar, berlangsung di Bonea Kelurahan Benteng Utara, berhasil menja-ring beberapa kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat Senin (26/10) lalu.  Operasi gabungan itu, dalam rangka cipta kondisi serta penertiban kendaraan. Pemeriksaan surat-surat juga dilakukan, diantaranya pemeriksaan kendaraan layak jalan, izin trayek dan buku uji serta kelengkapan kendaraan lainnya, baik SIM maupun STNK. Selain itu, operasi gabu-ngan tersebut menurunkan personil dari Satlantas Polres dan Dishubkominfo Selayar. Terlihat, H Patta Giling, yang juga anggota Polres Ke-pulauan Selayar serta beberapa anggota lainnya, ikut serta memeriksa kelengkapan kendaraan bermotor. Pemantauan Upeks, operasi gabungan cipta kondisi tersebut, membuat beberapa pengendara roda dua kelabakan. Mereka langsung me-ngalihkan kendaraannya ke jalur lain, dengan maksud menghindari lokasi operasi. (upeks.com)

Rektor Unhas Peringati Sumpah Pemuda di Selayar

Rektor Unhas Prof Dr dr Idrus A Paturusi dan Wakil Rektor IV Prof Dr Dwia Aries Tina dan para dekan di Unhas memeperingati hari Sumpah Pemuda di Takabonerate Kamis (28/10/2010).

Rombongan Unhas bergabung dengan rombongan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dengan KRI Selat Makassar meninggalkan Dermaga Lantamal IV menuju Pulau Takabonerate, Selasa (26/10) kemarin.

Kapal yang diresmikan setahun silam di Pelabuhan Makassar itu memuat sekitar 700 personel.

Lawatan ke Pulau Takabonerate ini merupakan rombongan Takabonerate Island Expedition yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam acara ekspedisi ini, selain diadakan lomba mancing, juga digelar peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-82 di atas KRI Selat Makassar.

Rombongan KRI Selat Makassar dijadwalkan tiba di perairan Pulau Takabonerate tanggal 27
Oktober dan pada tanggal 28 Oktober dalam pelayaran kembali ke Makassar menggelar HUT Sumpah Pemuda. KRI Selat Makassar dijadwalkan merapat kembali di Dermaga Lantamal IV, 29 Oktober 2010. (*)

Hujan Terus Mengguyur Wilayah Selayar, Warga Kepulauan Siap Siap Hadapi Musim barat.


Hujan terus mengguyur wilayah kabupaten kepulauan selayar, sejak rabu (27/10) lalu.  Sejumlah  lokasi pemukiman di 11 wilayah kecamatan , baik di wilayah kecamatan daratan dan kepulauan terus di guyur hujan, kendati di informasikan bahwa hujan yang mengguyur tidak terus menerus dalam 3 hari terakhir, namun hujan turun seperti di jadwal setiap 2 sampai dengan 4 jam berselang hujan kemudian mengguyur lagi.  Khusus Benteng, ibukota kabupaten kepulauan selayar hujan mengguyur selama 3 hari ini telah menyebabkan sejmlah lokasi pemukiman terendam air hujan. Walaupun belum di kategorikan sebagai banjir namun warga telah mulai was was dengan kondisi yang ada. Khususnya bagi warga yang berdomisili di lokasi lokasi rawan banjir sungai seperti di bantaran sungai bua-bua dan bantaran sungai di sekitar pabbatuang selatan.  Malah dilokasi pemukiman bonehalang selatan telah terndam sejak hari kamis kemarin. Menurut sejumlah warga yang di temui, bahwa kondisi ini telah biasa dirasakan pada setiap musim huja tiba, pasalnya drainase di lokasi ini gagal akibat tidak mengalir seperti yang di harapkan.  
Sementara itu, disejumlah wilayah kecamatan kepulauan sejumlah warga yang berdomisili wilayah pantai barat terpantau telah mem[ersiapkan sejumlah tameng angin musim barat yang sebentar lagi akan tiba. Patta Rapik salah seorang warga yang cukup di kenal dikecamatan pasimasunggu yang di hubungi media ini menjelaskan bahwa warga kepulauan setiap tahunnya hanya bisa pasrah dan berdoa karena musim  angin barat dan hujan yang akan melanda dalam beberapa hari ke depan adalah sebuah rutinitas  tahunan. Dan yang penting di ketahui bahwa musim angin barat adalah sebuah masa yang paling  di khawatirkan oleh warga wilayah kepulauan setiap tahunnya, pasalnya perairan laut kepulauan selayar pada musim ini selalu menelan korban jiwa maupun harta benda,baik itu warga kepulauan selayar sendiri ataupun kiriman korban dari wlayah perairan di sebelah barat kabupaten kepulauan selayar tandas Patta Rapik.  
Junaedi, Koordinator Badan SAR  Nasional Selayar, saat di hubungi menjelaskan bahwa saat ini memang hujan akan selalu mengguyur wilayah kabupaten kepulauan selayar, pasalnya musim panca roba telah akan berakhir dan musim akan berubah ke musim angin barat. Di prediksi bahwa musim barat tahun ini, akan lebih kencang dibanding musim barat tahun lalu, sehingga tim SAR Selayar lebih aktiv melakukan pantauan dan monitoring ke sejumlah wilayah wilayah yang di angap sebagai titik rawan terpaan ombak dan angin. Memang sekarang belum terlihat jelas, namun pada beberapa hari ke depan semuaakan bias berubah, ujar Junaedi.

Kamis, 28 Oktober 2010

420 Pelanggan PLN Selayar Nikmati Listrik

Sebanyak 420 pelanggan baru PLN di Kabupaten Kepulauan Selayar menikmati jaringan listrik, dalam gerakan sejuta pelanggan PLN dalam rangka Hari Listrik Nasional (HLN) ke 65 tahun, yang dipusatkan di Desa Laiyolo Kecamatan Bontosikuyu, Rabu (27/10).
Asisten Manager Distribusi PLN Cabang Bulukumba, H Ramli Rajuleng, bersama Manager Ranting PLN Selayar, H Muh Idris Limpo, menyalakan secara simbolis 80 lebih lampu yang merupakan jaringan baru PLN.
Manager Ranting PLN Kepulauan Selayar, H Muh Idris Limpo, kepada Upeks, di Desa Laiyolo, Rabu (27/10) menjelaskan bahwa kuota KWH meter Kepulauan Selayar dalam rangka HLN tahun ini, mendapat kuota sebanyak 420 KWH meter dan berdasarkan permintaan warga Desa Laiyolo sekira 80 pelanggan sudah menikmati listrik PLN, melalui gerakan sejuta pelanggan.
Namun demikian katanya bahwa karena jaringan baru terbangun beberapa bulan lalu, sehingga animo masyarakat cu-kup tinggi.
Sebelum pelaksanaan knot secara serentak KWH meter untuk menyalakan listrik pelanggan baru PLN yang masuk program sejuta pelanggan di Desa Laiyolo dan Lantibonga, terlebih dahulu ditandai dengan penyerahan peralatan secara simbolis kepada petugas PLN dan disaksikan Sekda Kepulauan Selayar, H Zainuddin SH MH, mewakili Bupati Syahrir Wahab.
H Ramli Rajuleng, dalam sambutannya mengatakan diharapkan adanya perbaikan perubahan, khususnya bagi warga yang telah lama menunggu untuk menikmati listrik yang berasal dari PLN.
Di Kecamatan Bonto Sikuyu memang terdapat pembangunan jaringan baru sepanjang 17 km, mulai dari Lantibongan ke Desa Lowa Kecamatan Bontosikuyu.
Sekda Kepulauan Selayar, H Zainuddin SH MH, mewakili bupati dalam sambutannya mengatakan bahwa persoalan kelistrikan di Kepulauan Selayar apalagi yang berhubungan dengan ganti rugi pohon dan tanah, merupakan persoalan gampang-gampang susah, soalnya jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan itu sudah harus banyak memakai pengantar kepada masyarakat, terutama pemilik pohon.(on.line)

EVENT TAKABONERATE ISLANDS EKSPEDITIONS 2 DI NILAI GAGAL MENGHARUMKAN NAMA PARIWISATA SULAWESI-SELATAN



1 Perahu Terbalik Dan 3 Orang Calon Peserta Lomba Mancing  Nyaris  Tenggelam   
Setelah melakukan perencanaan dan melakukan perhitungan pembiayaan seirit mungkin hingga total hanya sekitar 3 Miliar rupiah yang menurut informasi di ambil dari APBD Sul-Sel dan APBD Selayar tahun 2010, maka dipersiapkanlah sejumlah kegiatan dan persiapan sarana pendukung dalam pelaksanaannya. Terpantau sejumlah kegiatan pertemuan yang melibatkan pemerintah kabupaten kepulauan selayar dilaksanakan di ruang rapat Bupati Kepulauan Selayar. Diantaranya dihadiri oleh muspida kepulauan selayar, dan TNI Angkatan laut dari Lantamal Makassar.  Informasi awal bahwa panitia juga melakukan persiapan pelaksanaan upacara hari sumpah pemuda 2010 di atas sebuah kapal KRI milik TNI AL yang dipersiapkan dan diubah menjadi hotel terapung di lokasi wisata kawasan nasional takabonerate kepulauan selayarpada event tersebut. Hal ini juga tertuang dalam lembaran  kertas promosi event wisata tersebut, diantaranya diving dan lomba mancing berhadiah ratusan juta rupiah. Dari seorang panitia yang bertugas diposko dinas pariwisata kabupaten kepulauan selayar  dijelaskan  bahwa tidak ada   satupun kegiatan yang tidak didanai dengan anggaran belasan hingga puluhan juta rupiah, malah khusus transportasi dan sarana yang kapal yang di sewa mencapai ratusan juta rupiah, namun pun demikian tidak di ketahui oleh petugas pariwisata selayar tersebut. Sementara itu kepala Dinas Pariwisata Sul-Sel, HM.Suaib Mallombasang, saat di wawancarai sesaat setelah rapat dengan bupati kepulauan  selayar  membenarkan hal ini, termasuk panitia telah melakukan survey lokasi dan mengadakan system komunikasi dari dan  ke wilayah kepulauan selayar dimana berlangsung event takabonerate islands ekspeditions ke 2. Hingga pada saat pelaksanaan, mulai dari pendaftaran peserta lomba mancing hingga mulai berdatangannya peserta lomba mancing Selasa (25/10) ke lokasi kawasan nasional takabonerate. Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, sejumlah peserta agak mudah di arahkan ke lokasi atas adanya komunikasi antara calon peserta dan para amatir ORARI Selayar yang di libatkan dalam kepanitiaan dimana tahun ini kemudahan tersebut tidak lagi di dapatkan oleh para calon peserta yang memang lebih ramai tahun lalu dari pada pelaksanaan tahun ini. Malah sebanyak 3 orang calon peserta lomba mincing, dari benteng selayar yang berlayar menuju ke lokasi di kawasan nasional takabonerate, nyaris tenggelam akibat  hantaman ombak dan medan karang yang ada di perairan selatan appatanah kecamatan bontosikuyu pada selasa (26/10). Perahu mereka terbalik dank e 3 orang calon peserta ini kemudian di tolong oleh kapal nelayan sinjai yang melintas di perairan tersebut. Hingga saat ini ke 3 korban telah  selamat kembali ke rumah masing masing, dan mengaku tidak dan belum satupun yang di temui panitia.
 Komunikasi yang bleng karena tidak adanya bantuan komunikasi cadangan, dimana pada wilayah kepulauan signal telepon tidak ada, juga membuat kalang kabut sejumlah pejabat pemkab kepulauan selayar saat gubernur tiba tiba pada rabu ( 27/10) dinihari sekitar pkl.02.00 tiba tiba mengubah jadwal dan route kedatagan, yang semula rencana menggunakan kapal KRI milik TNIAL Makassar menuju ke lokasi langsung di jemput Bupati, mendadak akan menggunakan helicopter dan mampir di ibu kota kabupaten kepulauan selayar. Gubernur bersama ketuaDPRD Sul-Sel hanya di jemput oleh sekda dan asisten saja, karena Bupati Kepulauan Selayar telah berada di lokasi sehari sebelum gubernur tiba, dan tidak mengetehaui hal ini akibat komunikasi ke wilayah tersebut tidak  dapat di lakukan oleh panitia dan pemkab. Belum lagi hasil hasil lomba dan perkembangan kegiatan pejabat di lokasi tersebut sangat susah di dapatkan oleh para kuli tinta local dan reporter media elektronika akibat komunikasi yang tidak berjalan serta pusat informasi yang tidak berfungsi sebagai media centre.
Menyangkut kegiatan promosi event ini,sejumlah media local juga mengaku tidak mendapat materi pelaksanaan yang cukup. Jangankan materi event, kepala dinasnya saja sangat sensitive bila di temui oleh pengusaha media local, ujar Sigit Sugiman, salah seorang pengelola media radio di ibu kota Kabupaten kepulaua Selayar.  Ketika hal ini di konfirmasi ke  Ir.Maruf Tato ,kepala dinas pariwisata kabupaten kepulauan selayar menjelaskan bahwa semua di tangani oleh Dinas Pariwisata Sul-Sel dan saat hal ini bermaksud di konfirmasi ke ponsel HM.Suaib Mallobasang  Kepala Dinas Pariwisata Sul Sel, tidak memberi penjelasan sama sekali. Malah mematikan nomor ponselnya.
Selain itu, sejumlah NGO local dan  pengurus LSM  juga mengaku sangat tidak simpati pada panitia pelaksanan event takabonerate ke 2 ini, pasalnya  terkesan sangat tidak transfaran. Malah terkesan menutup nutupi penganggaran event international ini. Kami hanya bisa memberi bantuan pemantauan pelaksanaan dan penggunaan anggaran , dan memang itu adalah bagian dari kami sebagai lembaga swadaya masyarakat yang ingin mengetahui penggunaan uang uang Negara yang sumbernya tentu saja dari uang rakyat, jelas  Arsil Ihsan, ketua  Forum Peduli Selayar.  
Dalam  pelaksanaan tahun inipun untuk kedua kalinya, kami dari Forum Peduli Selayar, member nilai minus pada event yang di promosikan sebagai event internasional namun pada dasarnya sangat minim kemungkinannya di ketahui dan di minati oleh masyarakt dunia. Pembandingnya adalah, sebagian besar masyarakat kabupaten kepulauan selayar dimana berlangsungnya event ini, sama sekali tidak mengetahui hal ini. Sehingga event takabonerate part 2 tahun 2010 kami nilai gagal mengangkat nama pariwisata Sulawesi-selatan dan kabupaten kepulauan selayar.

Indonesia Sementara Berduka, Gubernur Sul-Sel Nikmati Wisata Pantai Takabonerate


Sementara Indonesia berduka, orang tertinggi dalam jajaran pemerintah propinsi Sulawesi-selatan malah membuka event wisata di kawasan takabonerate kabupaten kepulauan selayar,  dalam takabonerate islands ekspeditions 2010 yang menelan anggaran Miliaran rupiah. Misalnya pada hari Rabu (27/10) di saat presiden dan sejumlah pejabat Negara ini meninjau lokasi bencana di mentawai dan bencana gunung merapi,  di Kabupaten kepulauan selayar Sulawesi-selatan, Gubernur dan sejumlah pejabat daerah ini mengikuti event wisata bahari di kawasan nasional takabonerate, kendati pada saat tersebut kondisi cuaca tidak menunjang. Rabu (27/10) siang, helicopter gubernur sul-sel yang mendarat di alun alun pemuda benteng kepulauan selayar dihadang hujan lebat, bersamaan di saat sejumlah pejabat negara mengungjungi kepulauan korban tsunami mentawai di sumatera.  Kemudian  disaat Gubernur dan ketua dprd sul-sel serta sejumlah pejabat daerah bergembira ria di pantai  pulau tinabo pada sore harinya, bersamaan dengan PMI memberikan sumbangan kepada korban merapi.
Ironis dan banyak mendapat kecaman dari sejumlah aktivis di kabupaten kepulaua selayar. Di antaranya Arsil Ihsan, Ketua FPS, menyayangkan hal ini. Presiden saja setelah mendengar ada bencana yang menelan banyak Koran dan merupakan bencana besar, langsung merubah jadwal dan menunju lokasi bencana, apalagi semisal jabatan gubernur, seyognya Gubernur kita di sul-sel memiliki dan  mempunyai rasa solidartas kepada rekanya Gubernur Jateng dan Gubernur Sumbar atas kejadian ini, Contohlah gubernur Jatim yang langsung memberikan bantuan dan dukungan moral kepada warga korban merapi, ujar Arsil Ihsan.
Hal ini juga di sebutkan oleh kalangan muda selayar, dimana seharusnya SYL bisa lebih tahu bahwa, event takabonerate islands ekspedition yang di danai Miliaran ini, manfaatnya  tidak menyentuh langsung pada masyarakat kepulauan selayar, malah gaung dari event yang di sebut bertaraf internasional ini sama sekali tidak ada dan tidak terdengar di tengah masyarakat selayar daratan, ujar Supardi Idris yang mengaku sebagai orang dekat SYL pada saat pilgub yang lalu. Malah dirinya sangat menyayangkan ketika mendengar bahwa Pak Gubernur Sul-Sel malah berwisata pantai di saat sebagian warga Indonesia ini sementara berduka atas bencana yang terjadi di Mentawai dan Merapi.
Tidak ada satupun sarana atau alat untuk bisa menghubungi pihak pihak terkait yang dapat di konfirmasi terkait hal ini. Nomor kadis pariwisata Sul-Sel juga tidak aktif dan termasuk humas pemprov juga tidak dapat kami hubungi.
Operator komunikasi 2 M Band yang ada di atas kapal KRI  Surabaya yang pada sore  harinya terdengar di perlengkapan komunikasi amatir kepulauan selayar  mengkomunikasikan bahwa sekitar pukul 16.00 wita pada hari kamis (28/10), KRI Surabaya bertolak meninggalkan kawasan takabonerate melalui selat selayar menuju makassar dengan  mengangkut rombongan wakil gubernur sul-sel dan menyampaikan bahwa Bapak Gubernur telah lebih dahulu menuju makassar dengan menggunakan helikopter pada pagi harinya .

Rabu, 27 Oktober 2010

PENGGUNA JALUR PENERBANGAN SELAYAR –MAKASSAR PADAT, MASKAPAI TERKESAN SEMAU GUE.


Penerbangan ke bandara Aroepala Kabupaten Kepulauan Selayar dari bandara Hasanuddin Makassar semakin dipadati oleh pengguna jasa penerbangan yang sebagian besar adalah masyarakat Selayar.  Jadwal penerbangan yang pada awalnya hanya 2 kali seminggu , saat ini  telah mencapai 3 kali seminggu. Pada setiap jadwal kedatangan dan keberangkatan, bandara Aroepala terpantau selalu dipadati oleh penjemput maupun pengantar, khususnya pada hari jumat sore dimana sejumlah pengusaha, dan karyawan kantor swasta yang daerahnya di utara Makassar, memilih menggunakan jasa penerbangan yang hanya dilalui kurang 60 menit telah tiba di Makassar. Ketimbang harus melalui perjalanan 7 hingga 8 jam melalui jalur darat Belum lagi para pengguna jasa yang akan melanjutkan terbang ke Bandara Ngurah rai Denpasar, bali yang sebagian besar adalah para pebisnis.
Pada awal beroperasinya pesawat yang dioperasikan oleh salah satu maskapai penerbangan di nusantara ini , dengan kapasitas 24 penumpang lancer dan sesuai jadwal melayani pengguna jasa penerbangan selayar Makassar bali 2 kali seminggu. Karena lancar dan selalu tepat waktu maka pengguna jasa pun kemudian meningkat karena merasa terbantu oleh lancarnya penerbangan yang juga semakin lancar sebanyak 3 kali dalam sepekan,. Boleh dikatakan pesawat yang di operasikan oleh Trigana air yang melayani rute bali-makassar-selayar tidak pernah kosong dan jarang sekali dalam satu pemberangkatan atau kedatangan tidak full penumpang, bisa dilihat dari data pendaftaran tiket, ujar seorang pegawai bandara aroepala yang namanya tidak mau di tulis.
 Memasuki pertengahan tahun 2010 ini, apalagi disaat saat Persiapan pelaksanaan pemilukada selayar, yang mana sejumlah pejabat daerah dan kalangan politisi serta sejumlah elemen yang sangat terbantu oleh penerbangan route Makassar-selayar – bali, tiba tiba mengeluh atas tertundanya keberangkatan dan kedatangan pesawat yang melayani jalur ini tanpa pemberitahuan, malah beberapa kali terpaksa batal karena pesawat tidak beroperasi dengan alasan yang bermacam macam oleh pengelola. Kepala bandara M.Jabir.ST yang di hubungi melalui ponselnya, untuk di konfirmasi  terkait dengan adanya keluhan pengguna jasa penerbangan selayar – Makassar yang kerap tertunda tanpa adanya pemberitahuan lebih awal, tidak menjawab karena ponsel yang digunakan tidak aktif.
Ka.Dishubkominfo Ir.H.Arman membenarkan, bila hal seringnya armada pesawat udara yang melayani rute mengalami penundaan kedatangan dan keberangkatan akhir akhir ini,, namun belum dapat menjelaskan secara rinci apa penyebabnya.  Ir.H.Arman berjanji akan melakukan crosscheck ke kepala bandara terkait hal ini.
kebutuhan masyarakat pengguna jasa penerbangan yang menggunakan transportasi udara dari selayar atau ke selayar adalah untuk mempersingkat waktu tempuh, sehingga lebih memilih menunggu 1 , 2 ,atau 3 jam di bandara bertahan menunggu  pesawat tiba. Dalam sebuah kesempatan saat sejumlah pengguna jasa penerbangan route selayar ke Makassar kami temui sementara menunggu, tiba tiba  salah seorang yang penumpang yang juga ikut menunggu,  kemudian nyeletut dalam bahasa asli Selayar,yang selebih atau sekurangnya berarti, memang pengelola pesawat yang beroperasi sekarang semau gue, karena merasa hanya sendirian melayani rute ini, padahal kalau set ditambah , maka dijamin akan tatap penuh. Sepertinya semau guelah apa yang terjadi saat ini  (tim )

Illegal Fishing Rusakkan Taman laut Takaebonerat



gbr/illustrasi.contrend.on line.
MC-I . Sebanyak 85 persen dari 535.000 hektar luas terumbu karang di kawasan Taman Laut Nasional Takabonerate Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan dilaporkan telah rusak akibat tingginya kegiatan illegal fishing dengan bahan peledak dan bius.

Sementara 15 persen yang dinyatakan masih utuh, yang merupakan zona inti taman laut dan karang indah serta berbagai macam ikan dan terumbu karangnya akan segera hancur.

Demikian dijelaskan Bupati Selayar, Syahrir Wahab usai menerima laporan dari Kepala Kecamatan Takabonerate yang datang langsung melapor kepada Bupati terkait hal tersebut.

Dalam laporan Kepala Kecamatan Takabonerate itu disinyalir kuat bahwa Petugas Pengawasan Kawasan Nasional Takabonerate Kabupaten Selayar Kepulauan telah melakukan pembiaran terhadap nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan bahan peledak dan bius. (elshinta.com)

Pusat Informasi Dan Komunikasi Event Internasional Takabonerate Islands Ekspeditions Dinilai Tidak Berfungsi. Pejabat Pemkab Kalang Kabut ,Jemput Pak Gub.


FPS : Kesalahan Panitia adalah Menyepelekan Fungsi Komunikasi Untuk Informasi

Dengan alasan harus membuka acara di Makassar hari rabu, (27/10) pagi, jadwal kunjungan Gubernur Sulsel ke Kabupaten Kepulauan Selayar molor dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Semula, gubernur Sulsel direncanakan akan bertolak meninggalkan Makassar dengan menumpangi kapal perang milik Dan Lantamal wilayah IV Makassar, menuju Pulau Rajuni, Kecamatan Takabonerate tempat dipusatkannya event Takabonerate Island Expedition part 2 pada hari selesa, (26/10). Dari perkiraan ini, maka Gubernur akan di tiba di lokasi,dengan rencana akan membuka lomba diving esok harinya rabu(27/10. Bapak Gubernur sendiri akan melakukan diving di sana, hal ini sesuai lembaran agenda yang di buat oleh panitia. Namun rencana dan informasi ini kemudian berubah.  Sekitar pukul 02.00 Dini hari Rabu(27/10), ada penyampaian dari siskomda kepulauan selayar bahwa Pak Gub akan tiba di benteng selayar pada hari Rabu (27/10) dengan menggunakan heli kopter, dan mendarat di lapangan pemuda benteng.  Dan Informasi ini di tujukan kepada Bupati Kepulauan Selayar, yang telah berada di lokasi event di kawasan takabonerate yang tidak dapat di hubungi oleh alat komunikasi yang dimiliki pemkab dan panitia pada dinihari tersebut. Kondisi blengnya komunikasi antara ibu kota dan wilayah kepulauan selayar ini membuat sejumlah pejabat pemkab yang tersisa di ibu kota kabupaten kepulauan selayar kalang kabut. Solusi dan alternatif hanya ada pada sejumlah station radio amatir ORARI Selayar yang tidak di libatkan pada event internasional tersebut. Para amatir yang stationnya mampu menjangkau komunikasi ke wilayah tersebut,juga tidak mampu berbuat banyak menyampaikan informasi penting ini,  karena sebelumnya ada himbauan bahwa seluruh informasi di pusatkan di sekretariat kantor pariwisata kepulauan selayar, yang nyatanya tidak dapat melakukan apa apa pada saat itu.
Asisten Tata Praja & Pemerintahan Setda Kepulauan Selayar, Drs. H. Andi Apung yang mendatangi Sudirman, salah seorang amatir radio Orari Selayar hanya bisa  menyebutkan informasi tersebut di frekwensi orlok selayar bahwa, “Gubernur Sulsel akan bertolak  menuju Kabupaten Kepulauan Selayar dari makassar dengan menggunakan helikopter dan mendarat di alun-alun Tribun Lapangan Pemuda Benteng sekira pukul 10.30 WITA besok ”.apakah ada rekan amatir yang mendengar dan mampu menyambungkan ke lokasi “ kemudian tidak terdengar dan tidak terjawab oleh seorang amatir pun “ kepada Media Ini sudirman menjelaskan bahwa pada dinihari hingga paginya, dirinya tidak bisa tidur memikirkan solusi alternatif untuk menyampaikan informasi ke lokasi event dimana Pak Bupati kepulauan selayar berada.

Informasi lainnya dari pusat ibukota Benteng kep. Selayar,menyebutkan bahwa rombongan Gubernur Sulsel rencananya akan berangkat menuju Pulau Rajuni dengan menumpangi kapal fiber MV. Minanga Ekspress 07. Akan tetapi, tepat pukul 06.00 hari rabu, (27/10) pagi, informasi tersebut  kembali berkembang dari posko induk panitia lokal Takabonerate Island Expedition di Pulau Rajuni yang menyebutkan, “Gubernur Sulsel akan terbang langsung dari Makassar dan mendarat di Pulau Kayuadi, Kecamatan Takabonerate untuk selanjutnya rombongan akan dijemput oleh panitia dengan menggunakan kapal fiber MV. Minanga Ekspress 07”. Sementara informasi tersebut berkembang, tiba tiba ada arahan kepada pihak kemanan dan sejumlah pejabat termasuk Sekda Kepulauan Selayar H.Zaenudin, ke lapangan pemuda benteng guna menjemput kedatangan  Gubernur Sulsel beserta rombongan lebih memilih mendarat di tengah alun-alun lapangan Pemuda Benteng dengan menggunakan helikopter. Tanpa rencana dan jadwal yang di ketahui sejumlah penjemput kemudian rombongan  mantan Bupati Kabupaten Gowa dua periode ini, mampir di sebuah warkop di jalan KH.Ahmad Dakhlan Benteng.
        Usai minum kopi, gubernur bersama rombongan langsung menuju rumah jabatan Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar untuk bersantap siang dan sekaligus menunaikan ibadah shalat dzuhur.
Hingga pukul 14.00 Wita helikopter jenis AIR TRANSPORT SERVICES PK-EAD yang ditumpangi gubernur Sulsel belum bergerak dari Lapangan Pemuda Benteng.
H.Zaenudin, Sekda Kepulauan Selayar  saat di konfirmasi memjelaskan bahwa Gubernur batal menggunakan kapal laut menuju Kawasan Takabonerate akibat cuaca dan ombak di pantai selayar. Di tanya mengenai komunikasi yang bleng, pak sekdamenjawab bahwa  Bapak Bupati yang telah berada di pulau rajuni menunggu kedatangan Gubernur.
        Sementara itu, Gubernur Sul-Sel  saat dikonfirmasi wartawan saat masih berada di warung kopi terkait dengan molornya waktu kedatangan gubernur bersama rombongan ke Kabupaten Kepulauan Selayar, Syahrul Yasin Limpo, SH, Msi, MH menjawab “keberangkatan saya sudah sesuai dengan shedulle. Apalagi,  wakil gubernur sudah lebih awal bertolak meninggalkan Makassar, menuju Pulau Rajuni dengan menumpangi KRI Surabaya”
Belum lagi, saya harus membuka acara peringatan hari Listrik Nasional tingkat Sulawesi-Selatan, tandasnya.

Event international takabonerate selayar sangat mengherankan karena tidak sama sekali membuat sebagian besar warga kabupaten kepulauan selayar tertarik, dan mengunjunginya. Kemungkinan karena informasi yang sangat kurang di lokal ini, ujar Arsi ihsan ketua FPS. Lebih lanjut di sampaikan oleh ketua FPS, bahwa secara pribadi, dirinya telah menyampaiak perihal komunikasi untuk kebutuhan informasi dari loakasi perlu perhatian Bupati, jangan sampai ada kejadian nantinya yang akan membuat kalang kabut pihak pihak terkait. Dan ini terbuklti bahwa ada kejadian calon peserta mancing yang naas kapalnya menabrak karang namun tidak mendapat pertolongan dan perhatian serius dari pihak panitia. Untuk ada warga nelayan yang lewat hingga ke 3  orang tertolong dan selamat. Arsil juga menyebutkan bahwa event yang di sebut sebut bertaraf internasional ini sama sekali tidak bergaung karena panitia menyepelekan fungsi fungsi komunikasi untuk kebutuhan informasi.
 

Up To Date

Pengikut