10/11/01 - 10/12/01
SELAYAR TERKINI WEBLOG INI DIBANGUN UNTUK MELENGKAPI KEBUTUHAN INFORMASI TENTANG SELAYAR OLEH KAMI PUTRA - PUTRI TANADOANG YANG SANGAT MENGINGINKAN PEMBANGUNAN SELAYAR DAPAT DIKETAHUI OLEH PUBLIC DENGAN TUJUAN MENARIK PARTISIPASI DEMI KELANJUTANNYA. SEMOGA KAMI BISA DAN MAMPU MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI ORANG SELAYAR DIMANAPUN BERADA, WALAUPUN DENGAN SEGALA KETERBATASAN. SILAHKAN KIRIMKAN SARAN DAN KRITIK ANDA KE LAYANAN ADUAN PUBLIK MELALUI SMS DI NOMOR 085 342 70 70 70 ATAU KELAYANAN LAINNYA DI WEBLOG INI. SALAM TANADOANG. NANTIKAN PROGRAM SPECIAL RAMADHAN 2012 DIRADIO CONTREND FM.

SETDA PEMKAB KEPULAUAN SELAYAR

Follow by Email

Senin, 29 November 2010

DIRGAHAYU KE 405 TAHUN 2010 KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

    
     Keluarga Besar PT.Media Contrend Indonesia
        Mengucapkan :
 Selamat & Sukses Atas Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Selayar ke 405
 Dengan Semangat Kebersamaan, Mari Kita Bangun Bumi Tanahdoang Dari Semua Sektor.
Kami Berjanji Akan Selalu Bersama Selayar Melangkah Maju Menuju Masa Depan yang Mapan Mandiri.

FPS : Minta Praktisi Dan Panwas Selayar Buktikan Sorotannya Dalam Seminar Evaluasi Pilkada Selayar

Seperti yang  diberitakan oleh sebuah media cetak harian terbitan Makassar yang  berjudul “Praktisi Soroti KPU Selayar” dalam kegiatan seminar  “Evaluasi Pemilihan Kepala Daerah “ pada hari kamis (25/11) bertempat di hotel selayar beach , yang dihadiri oleh Sirajuddin Ketua  Panwas Selayar  dan seorang anggota KPU Sul-Sel  Nusrah Azis , Akademisi UIN, DR.Muh.Sabri AR serta puluhan undangan dari kalangan mahasiswa dan tokoh masyarakat juga mendapat perhatian dari kelompok pemerhati pembangunan dan masyarakat selayar yang tergabung dalam Forum Peduli Selayar, dimana FPS sangat mendukung bahwa dalam seminar tersebut dikabarkan, ketua panwas selayar, Sirajuddin menyorot proses laporan panwas kepada kepolisian yan g dikembalikan karena dinilai dinilai tidak lengkap dan sudah kadaluarsa dan  adanya kritikan dari seorang akademisi UIN,DR.Muh.Sabri AR terhadap legalitas hasil pilkada yang menurutnya apakah tingkat penerimaan kualitas pemerintahan, serta memberi penilaian terhadap kinerja Kpu yang telah seluruhnya melaksakan program dan tahapan pilkada kabupaten  kepulauan selayar 2010 pada pertengaha tahu 2010 ini.
Arsil Ihsan Ketua FPS, dalam siaran persnya pagi tadi Sabtu (27/11) menyatakan sangat mendukung  adanya pemberitaan yang mempertanyakan serta menyuarakan  legitimasi hasil pilkada dan menyangsikan kualitas pemerintahan sekarang dari sisi penerimaan masyarakat. Dari kalimat yang disampaikan oleh seorang  praktisi sekelas  DR.Muh.Sabri AR,seperti yang dilansir dalam pemberitaan media, maka kami dari FPS menyarankan kepada beliau agar melakukan survey penerimaan masyarakat atas hasil pilkada dan penelitian serta investigasi kualitas pemerintahan selayar sekarang. Bila hanya teori maka kami sangat menyayangkan statemen Beliau sebagai seorang praktisi dalam seminar tersebut, apalagi kami juga tahu bahwa Beliau adalah seorang putra selayar yang dikenal cukup kritis terhadap pemerintahan kabupaten kepulauan selayar sebelum pilkada selayar 2010 pada bulan Juni lalu.
FPS juga mendukung adanya upaya Panwas Pilkada Selayar 2010 yang oleh ketuanya Sirajudin, menyoroti  proses penyelesaian laporan pelanggaran kepada pihak kepolisan selayar yang memberikan penilaian bahwa laporan panwas telah kadaluarsa dan dinilai tidak lengkap sesuai apa yang diberitakan sebuah media cetak Makassar . Kendati kami memberikan dukungan moral atas statemen beliau  namun kami dari FPS melalui siaran pers ini kami sampaikan akan melakukan persuratan kepada panwas selayar dengan perihal  menanyakan kepada Panwas Pilkada Selayar , apakah memang benar bahwa laporan panwas tidak lengkap dan kadaluarsa menurut undang undang yang mengatur .  Arsil sebagai ketua lintas lsm pemerhati selayar yang tergabung dalam Forum Peduli Selayar  dalam siaran pers  melalui radio dan streaming  audio via internet menyatakan dukungan moral  namun sangat menyayangkan bila kemudian hal ini hanya dijadikan sebagai media memperatasnamakan masyarakat selayar”  yang nantinya akan merusak nama pemerintah kabupaten kepulauan selayar hasil pilkada 2010 di luar selayar pada level pemerintahan yang sama maupun diatasnya, karena kami sangat faham dimana posisi mereka dalam pelaksanaan pikada selayar. Semua video dan rekaman kami di FPS cukup untuk menyatakan bahwa kekecewaan atas hasil pilkada sudah bukan saatnya lagi diperdebatkan namun evaluasi yang harapkan dari seminar tersebut  diharapkan dapat menjadi pembanding demi kesempurnaan panitia pelaksana pemilihan umum dimasa yang akan datang.
Siaran pers FPS berlangsung sekitar 30 menit lamanya, dan dihadiri oleh sejumlah pengurus FPS dan rekan rekan media.

Sehari Menjelang Hari Jadi Selayar, Kota Benteng Terendam Air Hujan

Guyuran hujan lebat yang melanda kabupaten kepulauan selayar pada Minggu (28/11) selama  kurang lebih  tiga jam membuat sebagian besar wilayah di ibu kota kabupaten kepulauan selayar terendam air hujan. Malah disejumlah tempat diwilayah selatan kota,  air hujan mencapai ketinggian paha  orang dewasa .  Hujan yang mendadak lebat disertai guruh dan kilat  tersebut, sontak merubah wajah kota benteng yang biasanya ramai menjadi begitu lengang. Disejumlah ruas jalan yang terpantau, hanya satu dua kendaraan yang lewat. Ditambah lagi banyaknya ruas jalan yang tertutup larangan lewat karena digunakan untuk pesta pengantin. Menjelang siang sekitar pukul 11.00 wita, terpantau sejumlah jalan  raya dan kompleks pemukiman warga terendam air , seperti di poros raya jalan Jend.Sudirman, Sultan Hasanudin, Jln.DR.Muchtar, Jln.Siswomiharjo Utara, Jln, MKR,Bonto, Jln,Wr.Supratman, Jln.RA.Kartini Utara,  Jln.Veteran,  Jln. Pahlawan,  jln.Ahmab Yani,  Jln.Fatmawati, Jln. Tien Suharto, jln.Cakalang, Jln Parappa menuju rumah sakit umum daerah .
Sementara  itu kompelks pemukiman warga di ibukota Benteng yang juga kebanjiran  diantaranya  adalah pemukiman warga dibelakang PLN Lama, Pemukiman warga di belakang kantor Kodim, Kompleks Pabbatuang, Kompleks Panggiliang selatan, depan Perumahan Pemda Panggiliang , bonehalang selatan, bua bua sebagian khususnya warga yang bermukim diwilayah kompleks karama” , seputar pasar senggol dan pemukiman warga di sebelah barat pertamina utara kota serta sejumlah tempat lainnya.(Tim)
Sekitar pukul 12.00wita, hujan mulai reda, sejumlah warga terpantau berupaya mengalirkan genangan air , diantaranya ada sejumlah warga di jalan mkr.bonto terpantau turun ke drainase untuk membongkar sampah yang menutup saluran dibawah beton jalan masuk rumah dari jalanan, sementara itu di panggiliang selatan malah sejumlah warga terpantau berupaya membuka saluran drainase besar yang mengarah ke laut karena tertutup oleh sampah. Kondisi serupa juga terjadi di jln Sultan Hasanudin, Jln.Jend.Sudirman,DR.Muhtar dan sejujmlah jalan lainnya yang mengalami kebanjiran karena luapan air dari saluran drainase yang tidak mengalir.
Lain lagi yang dialami oleh sejumlah warga di selatan kota benteng, khususnya disekitar rsud selayar kea rah barat, dimana banjir selain disebabkan oleh tidak mengalirnya pembuangan air, juga mendapat banjir kiriman dari bukit sebelah timurnya yang telah tandus karena pembukaan lahan pemukiman.  Parahnya karena banjir kiriman tersebut sebagian berasal dari drainase dan saluran pembuangan air rsud selayar yang berbau obat.  Menurut mereka yang bermukim ditempat ini, kadang sumur mereka juga berbau obat.

Spbu Veteran Selayar Nyaris Diamuk Ratusan Warga Yang Antri Menunggu Bensin

Kelangkaan bbm jenis premium dikabupaten kepulauan selayar dalam sepekan terakhir telah menimbulkan keresahan warga, khususnya pemilik kendaraan. Dalam 2 hari terakhir sejak sabtu dan minggu (28/11) malah terjadi 2 kali keributan . yang pertama pada hari sabtu di jalan poros  benteng ke padang didepan sebuah kios penjual bensin yang sementara melayani puluhan warga yang antri menunggu dilayani sang pemilik kios tiba tiba dating seorang pengendara yang langsung menerobos antrian. Mendapat teguran dari warga lainnya yang telah lama menunggu antrian, sang pengendara tidak menerima dan balik mengomel dengan alas an sangat butuh dan penting sehingga dirinya menerobos. Ketegangan yang nyaris memicu perkelahian tersebut reda setelah salah seorang pengantri yang kebetulan seorang tokoh masyarakat melerai . Kejadian kedua adalah pada hari Minggu (28/11) di spbu pertamina jalan veteran benteng selayar, dimana ratusan warga yang antri sejak pagi harinya hingga lepas siang sekitar pukul 14.30 menit wita, belum mendapat pelayanan dari pemilik spbu . Kesal menunggu terlalu lama dan tidak ada kejelasan , secara bersamaan ratusan warga yang menunggu sejak pagi tadi kemudian masuk ke lokasi spbu dan menduduki sejumlah tempat dipelataran spbu tersebut, termasuk sejumlah warga terpantau masuk ke ruangan yang biasa di tempati kasir.  Suasana semakin tegang ketika seorang warga yang bernama Majid, karena kesalnya menunggu lama kemudian berteriak meminta pihak keamanan untuk segera bertindak atau mengambil sikap  sekiranya  perlu mendapat penyelidikan termasuk meminta kepada pihak keamanan untuk memeriksa stok digudang. Mendapat teriakan yang disinyalir akan memicu  keributan dan aksi warga yang lain, kemudian seorang petugas  keamanan menegur  dan meminta  majid bersabar, karena pengelola sebentar lagi akan tiba, ujar pihak kemanan tersebut, namun tiba tiba disambut oleh teriakan oleh warga yang lainnya sehingga  suasana semakin panas dan tegang. Melihat suasana tersebut sejumlah rekan dari pihak keamanan dari kepolisian selaar melerai dan meinta rekannya untuk tidak memperdulikan teriakan tersebut.
Hingga sore harinya terpantau ratusan kendaraan roda dua dan mobil masih terus antri menunggu pelayanan  dan terpantau dijaga ketat oleh aparat kepolisian.(tim)

Hujan Dan Gemuruh Guntur Dilangit Selayar Jelang Detik Detik 29 Nopember 2010, HUT Selayar ke 405.

Sehari menjelang detik-detik pelaksanaan upacara peringatan hari jadi Kabupaten Kepulauan Selayar tepatnya hari, Minggu, (28/11) pukul 23.50 wita  hujan rintik  disertai gemuruh guruh disertai kilat tiba-tiba terlihat dari Ibukota Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar, tempat akan dipusatkannya rangkaian peringatan hari jadi besok senin 29/11.
Meski hanya berlangsung beberapa menit, namun sempat mengagetkan sejumlah warga yang berada diluar rumah.
Pada siangnya memang hujan deras mengguyur kota benteng, malah hujan yang turun selama kurang lebih tiga jam pada siang tadi Minggu 28/11 sempat merendam sejumlah ruas-ruas jalan di sekitar wilayah kecamatan Benteng. Salah satu diantaranya, terlihat merendam ruas jalan Sultan Hasanuddin dan sejumlah pemukiman warga kota dan membuat sejumlah kendaraan yang melintasi kota benteng sempat terjebak genangan air setinggi tumit orang dewasa pada ruas ruas jalan tadi. Termasuk salah satu diantaranya, kendaraan operasional Pos SAR Kabupaten Kepulauan Selayar yang terlihat melintas dari arah arah utara dengan mengangkut perlengkapan evakuasi korban bencana

DIRGAHAYU KE 405 TAHUN 2010 KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

DIRGAHAYU KE 405 TAHUN 2010 KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

Jumat, 26 November 2010

Jaksa Penyidik Dugaan Korupsi Tiang Listrik Selayar Dilapor Ke Kejati

Sejumlah aktivis antikorupsi mengaku akan mengadukan beberapa jaksa nakal ke Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat, Burhanuddin, siang ini. Mereka menduga jaksa tersebut telah menerima suap dalam kasus pengadaan tiang listrik di Kabupaten Selayar 2009.

"Karena penanganan kasus ini tidak jelas. Ada indikasi mereka disuap," kata Mahfud salah satu aktivis yang juga pelapor kasus tesebut.
Mahfud mengaku belum bisa membeberkan nama-nama jaksa yang dimaksud. Ia mengatakan jaksa itu adalah penyidik yang ditunjuk menangani kasus tersebut.

Sumber di Kejaksaan menyebutkan penyiditk itu diantaranya Samsul Kasim dan Nur AK.

Pada 2009 Kejaksaan Tinggi menelisik dugaan korupsi pengadaan 600 tiang listrik beton di Selayar. Proyek itu dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum tahun lalu dengan dana Rp 6 miliar.

Kejaksaan telah memeriksa sejumlah pejabat, termasuk Khadafi, ketua panitia tender proyek. Anak kandung Syahrir Wahab, Bupati Selayar itu, diperiksa bersama pimpinan PT Putri Indah Malabbi sebagai rekanan proyek. Dari hasil pemeriksaan, Kejaksaan menduga biaya proyek itu digelembungkan.

Mahfud mengatakan pihaknya akan mengadukan mereka dalam bentuk laporan tertulis kepada Burhanuddin. Ia berharap laporan tersebut akan ditindaklanjuti.

Kepala Kejaksaan Tinggi Burhanuddin sebelumnya mengaku akan menindak tegas jaksa yang menerima suap dalam penanganan kasus tersebut. "Saya akan habisi kalau terbukti menerima suap," katanya.

Burhanuddin meminta pihak yang menduga adanya suap dibalik kasus itu membuktikan pernyataannya. "Laporkan pada kami." (TI*)

Busro Muqodas Terpilih Jadi Ketua KPK

Komisi Hukum DPR memilih Busro Muqodas menjadi Ketua KPK menggantikan Antasari Azhar yang tersangkut kasus pidana pembunuhan berencana.
Busro Muqodas akhirnya terpilih menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalahkan empat pimpinan KPK lainnya. Dalam voting Komisi Hukum DPR hari Kamis, Busro mengantongi 43 suara, disusul  Bibit Samad Rianto (10 suara) dan Muhammad Yasin (dua suara). Sedangkan Chandra M.Hamzah dan Haryono Umar  tidak mendapatkan dukungan.
Sebelumnya Komisi III DPR yang membidangi masalah hukum ini  memilih Busro Muqodas sebagai salah satu pimpinan KPK menggantikan Antasari Azhar. Busro menyingkirkan Bambang Wijayanto lewat pemungutan suara. Dalam proses pemilihan yang dihadiri oleh 55 anggoto Komisi III DPR, Mantan Ketua Komisi Yudisial itu mendapatkan dukungan 34 anggota sementara Bambang Wijayanto memperoleh dukungan 20 anggota dan  satu abstain.
Sejumlah fraksi mengatakan sudah sejak awal mengarahkan pilihan kepada Busro dalam proses pemilihan ini. Anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan, Trimedya Pandjaitan mengungkapkan PDI Perjuangan  secara bulat memilih Busro sebagai ketua KPK karena Mantan Ketua Komisi Yudisial itu dinilai memiliki program yang sangat baik yang dibutuhkan oleh KPK saat ini.
"Karena beberapa hal yang disampaikan oleh pak Busro walaupun tidak terlalu menggebu-gebu seperti pak Bambang, roadmapnya jelas. Pertama bahwa sinergitas antara penegak hukum. Kedua bahwa kasus-kasus korupsi yang besar-besar yang akan menjadi tujuan utama dari KPK. Kemudian ketiga beliau juga menjanjikan soal kasus Bank Century serta melakukan keempat supervisi  terhadap kasus Gayus Tambunan," ungkap Trimedya Pandjaitan.
Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman mengesahkan terpilihnya Busro Muqodas sebagai pimpinan KPK menggantikan Antasari Azhar, dan itu artinya masa satu tahun untuk meneruskan sisa jabatan Antasari saja.
Tersangka kasus korupsi mafia pajak, Gayus Tambunan.AP
Tersangka kasus korupsi mafia pajak, Gayus Tambunan. Sebagai ketua KPK Busro diharapkan bisa selesaikan kasus Gayus.
Benny K. Harman berharap agar Busro Muqodas dapat memberikan energi baru kepada KPK agar kedepannya KPK lebih memiliki agenda yang lebih jelas untuk pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
"Pemberantasan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) kedepan itu dititikberatkan pada upaya pencegahan, dengan tujuan pokok untuk mengembalikan keuangan Negara bukan semata-mata pendekatan represif, pendekatan penghukuman. Sebab menurut kami pendekatan represif terbukti tidak hanya di Indonesia yang gagal tetapi juga di negara-negara yang memiliki KPK ternyata tidak efektif untuk menekan angka tindak pidana korupsi," kata Benny Harman.
Sementara itu, Peneliti Hukum Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz menyayangkan keputusan Komisi III DPR yang hanya memberikan masa kerja Busro Muqodas selama satu tahun sebagai ketua KPK.
"Kalau yang terjadi hari ini, kalau berdasarkan Undang-undang bukan demikian, seharusnya mereka memulai kepemimpinan ini dengan kilometer nol, mulai dari saat ini memimpin baru berakhir 4 tahun kemudian," jelas Donal Fariz.
Donal Fariz mengatakan Busro Muqodas harus segera menuntaskan penanganan sejumlah kasus besar seperti kasus Gayus Tambunan dan pemilihan Dewan Gubernur Bank Indonesia yang melibatkan sejumlah politisi di DPR. (Tempo Interaktif)

Taman Nasional Takabonerate Dijarah, Facebooker Bergerak

Beredar kabar di situs jejaring sosial Facebook tentang penjarahan hasil laut taman nasional (TN) Takabonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Minggu (8/11). Seorang pengguna Facebook, Andi Aisyah, dalam catatannya mengaku menerima sms melalui kawannya dan mengabarkan oknum aparat kepolisian yang bertugas di Bajoe dilaporKan membekingi pengambilan bambu laut dan akar bahar di kawasan konservasi Takabonerate.

Bahkan, kabarnya oknum petugas tersebut diduga telah menjarah hasil laut yang terdapat di daerah pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulsel. Dilaporkan juga bahwa pihak Jagawana (Penjaga Kawasan Kehutanan) di sekitar taman laut Takabonerate tidak bisa berbuat banyak, akibat keterbatasan personel dalam melakukan pengawasan.

Sejumlah pengguna layanan jejaring sosial itu mulai memberikan komentar dan menyesalkan adanya dugaan penjarahan yang melibatkan oknum polisi itu. Hal itu seperti yang disampaikan Rul Amirullah Tahir yang mendesak pihak-pihak terkait mengusut dugaan penjarahan hasil laut itu.

"Polisi dan Dinas terkait harus turun tangan mengawasi, percuma promosi festival Takabonerate kalau sumberdaya laut habis dicuri. Ini isu Internasional, pemkab, pemprov, Menteri Kelautan harus responsif," demikian ungkap Rul dalam posting di Facebook.

Sumber :ANT

Katanya Studi Banding, Kok BK DPR Jualan Furniture

Pelesiran delapan anggota Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat (BK DPR) ke Yunani untuk studi banding mengenai etika ternyata tidak sinkron dengan tujuan awal. Ditengah kunker, mereka melipir ke Turki untuk berjalan-jalan.

Namun, hal itu dibantah oleh rombongan yang ikut ke sana. Di negara Timur Tengah itu, ternyata anggota BK berjualan furniture kepada para pengusaha di sana.

"Saya heran kami yang hanya menggunakan anggaran Rp800 juta saja dimaki-maki, padahal kami berhasil mengandeng 17 pengusaha di Turki untuk membeli furniture Indonesia senilai ratusan miliar rupiah,” kata Wakil Ketua BK DPR Nudirman Munir kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (26/11/2010).

Untuk itu, politisi dari Fraksi Partai Golkar itu meminta masyarakat untuk tidak mempersoalkan kunjungan angggota BK ke Turki beberapa hari lalu. "Kami berhasil membawa 17 buyer yang mau membeli furniture dengan nilai ratusan miliar ke Indonesia," kata dia.

Meski tidak sesuai dengan agenda, namun Nudirman berdalih anggota dewan itu sudah bekerja dengan baik dengan mempromosikan furniture buatan Indonesia ke pengusaha Turki.

"Kenapa yang receh-receh begini dipermasalahkan terus?," tukasnya.

Delapan anggota BK DPR ini berangkat ke Yunani untuk studi banding mengenai etika anggota dewan di sana. Namun, agenda sedikit bergeser dan pergilah delapan anggota BK ini ke Turki.

Kabarnya, di Turki mereka hanya jalan-jalan, belanja dan melihat pertunjukan tari tradisional setempat atau yang biasa dikenal dengan tari perut.(bul)(ded)

Wartawan Jadi Social Entrepreneur 2010

Stasiun radio KBR68H bermodalkan awal US$300 ribu, berasal dari bantuan Asian Foundation.
Siapa bilang seorang jurnalis tidak mampu bersaing dengan para tokoh bisnis? Pelaku bisnis radio dan seorang wartawan media elektronik, Santoso, yang tercatat sebagai Managing Director Stasiun Radio KBR68H berhasil terpilih sebagai Ernst and Young Enterpreneur of The Year 2010 untuk kategori bidang sosial, "Social Entrepreneur".

"Saya tidak menduga karena kita tidak mengetahui proses penjuriannya seperti apa. Saya baru di-interview Rabu kemarin (24 November 2010)," ujar Santoso ketika ditemui VIVAnews usai acara Ernst and Young Enterpreneur 2010, tadi malam.

Stasiun radio yang berdiri pada April 1999, bertempat di Utan Kayu ini memiliki misi yaitu menyediakan informasi yang baik pada masyarakat Indonesia melalui radio. Dengan mengedepankan program-program jurnalistik seperti berita, talk show, dan lain-lain.

Namun, agar program berita yang selama ini identik membosankan dikemas dengan membuat berita yang lebih menarik tanpa menghilangkan standar jurnalisme.

"Standar jurnalismenya harus benar. Sebab, sekarang orang concern pada mutu jurnalisme yang tidak berpihak, yang memberi manfaat luas dengan informasi yang berguna," kata Santoso.

Santoso mejelaskan latar belakang lahirnya stasiun radio ini adalah karena melihat kekosongan yang terjadi pada pemberitaan melalui radio paska reformasi 1998. Saat era Orde Baru memang siaran berita melalui radio sangat dibatasi dan hanya RRI (Radio Republik Indonesia) saja yang boleh direlay oleh stasiun radio swasta. Namun ketika sudah reformasi dan adanya kebebasan dan keterbukaan informasi, momentum inilah yang ia jadikan awal untuk membuat program berita sendiri.

"Jadi, waktunya tepat sekali untuk KBR68H dan kebutuhan informasi pada saat itu tinggi sekali, ditambah lagi kompetisi pada waktu itu belum besar," tutur Santoso.

Sebelum menjadi seorang entrepreneur, Santoso adalah seorang wartawan dan tidak pernah terpikir menjadi seorang wirausaha. Namun, karena faktor melihat kebutuhan akan informasi itulah yang membuatnya memulai usaha ini. Tapi ia mengaku tetap ingin menjadi seorang wartawan, karena tetap memberikan informasi.

"Namun, ketika kita sudah memiliki sebuah lembaga banyak hal yang harus dipikirkan bagaimana keberlanjutannya dan ada sumber daya manusia yang harus dijamin. Hal ini lah yang mendorong menjadi entrepreneur," ujarnya.

Stasiun radio KBR68H bermodalkan awal US$300 ribu yang berasal dari bantuan Asian Foundation, MDLF, Kedutaan Belanda, dan lain sebagainya, dan awalnya berbentuk LSM dan pada tahun 2000 baru mulai berubah menjadi PT (Perseroan Terbatas).

"Perkembangannya stasiun radio ini cepat sekali, dulu hanya tujuh stasiun radio yang me-relay berita kami, sekarang sudah hampir 800 yang me-relay. Dan bukan hanya di Indonesia tetapi juga di 10 negara di Asia (Kamboja, Thailand, Myanmar, Filipina, Afganistan, Pakistan dan Bangladesh, Nepal dan Pakistan), karena kami juga memilki program untuk Asia," ujar Santoso.

Mengenai kiat sukses, Santoso mengaku kuncinya ialah "tujuan yang baik harus dikejar dengan upaya yang bagus juga, dan jangan menyerah pada kesulitan."

Sementara itu, Edwin Soeryadjaya dinobatkan sebagai "Wirausahawan Indonesia Tahun 2010", Rawono Sosrodimulyo (PT Aditec Cakrawiyasa) menjadi pemenang dalam kategori "Manufacture Innovation Award", dan Tan Eng Liang (SOHO Group) menjadi pemenang dalam kategori "Health Product Innovation Award". (kd)
• VIVAnews

Ribuan Warga dari 5 Desa di Majene Mengungsi ke Perbukitan

Warga lima desa di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, yang diperkirakan jumlahnya ribuan jiwa mengungsi ke perbukitan meninggalkan desanya karena terpengaruh dengan isu tsunami yang beredar melalui SMS dan dari mulut ke mulut.

Lima desa yang warganya mengungsi itu adalah Desa Serindu, Bonte, Rangas, Lalampanua, dan Bababuo. Semuanya di Kabupaten Majene.

Di luar itu, sejumlah warga desa lainnya di pesisir pantai Majene dikabarkan mengungsi juga.

Di Kelurahan Lalampanua misalnya sekitar 100 warganya ikut meninggalkan rumah akibat isu tsunami. Lurah Lalampanua Akbar Tambaru mengatakan isu tsunami akan mengguncang desanya sudah terdengar sejak empat hari lalu.

"Puncaknya warga tinggalkan rumah semalam beramai-ramai. Masyarakat panik padahal kami sudah mengingatkan tidak ada apa-apa tunggu informasi dari pemerintah," kata Akbar melalui sambungan telepon kepada Tribunnews.com, Jumat (26/11/2010).

Informasi yang beredar itu menyebutkan tsunami akan mengguncang wilayah Polman (Polewali Mandar) hari ini 26 November 2010. "Tapi Alhamdulillah tidak ada apa-apa. Warga masih banyak yang belum pulang ke rumah," kata Akbar.

Hal senada dikemukakan Sekretaris Desa Desa Bababuo Taufiq. Kepada Tribunnews.com, Taufiq mengatakan isu tsunami membuat ribuan warga dari berbagai desa di sepanjang pesisir Polman mengungsi ke perbukitan.

"Ratusan warga kami mengungsi. Rumah-rumah kosong ditinggalkan," kata dia.
Dia juga mengakui isu tsunami akan melanda pesisir Majene sejak empat hari lalu.

"Sejak itu masyarakat gelisah. Kami sudah imbau jangan percaya isu macam-macam tapi tidak dipedulikan," kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, Anggota DPD RI asal Sulawesi Barat Muh Asri Anas meminta masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasanya serta tidak terpengaruh dengan isu tsunami.

"Kalau ada potensi tsunami, masyarakat diharapkan mendengarkan sumber informasi resmi dari pemerintah dan BMKG. Masyarakat agar tetap tenang jangan terpengaruh dengan informasi yang menyesatkan," kata Asri.

Dia mengatakan DPD akan perjuangkan di Majene ditempatkan satu alat pendeteksi tsunami. "Memang di Majene pernah ada sejarah tsunami tahun 60-an. Itulah kenapa masyarakat di sana panik. Namun kami sudah beri imbauan dan turun ke lapangan memantau langsung," kata Asri yang juga Ketua Timja pembahasan RUU Geospasial ini.

Dia mengimbau aparat polisi mengusut penyebar isu tsunami karena telah meresahkan masyarakat.

Spesies Baru Cumi-Cumi Ditemukan di Samudera Hindia


Ahmad Taufiqurrakhman - Okezone
http://i.okezone.com/content/2010/11/16/56/393918/SAPWmiaXcb.jpg
foto: standsalone.org
Para ilmuwan telah menemukan jenis cumi-cumi besar diantara 70 jenis yang dikumpulkan pada eksplorasi di kedalaman laut Samudra Hindia. Demikian diungkapkan pihak International Union for the Conservation (IUCN).

Cumi-cumi berukuran 70 cm (27 inci) tersebut adalah bagian dari keluarga 'chiroteuthid' dengan organ yang bisa memancarkan cahaya yang akan memancing para pemangsa dari kedalaman lautan. Demikian seperti yang dikutip dari
AFP.

Kapal peneliti 'Seamont Cruise' tahun lalu telah menjaring 7.000 sampel mahkluk hidup di Samudera Hindia selatan pada kedalaman 1.200 meter.

"Untuk 10 hari sejak hari ini, 21 ilmuwan yang dilengkapi dengan mikroskop telah bekerja untuk meneliti ikan-ikan, cumi-cumi, zooplankton dan mahkluk-mahkluk menarik lainnya," ujar Alex Rogers, ahli biologi kelautan di Zoological Society of London.

Kapal 'Seamont Cruise' ditujukan untuk menjelajahi kedalaman laut untuk meneliti konservasi dan pengaturan sumber daya kelautan di wilayah tersebut.

"Kami berharap akan dapat hasil dari penelitian ini dalam 12 sampai 18 bulan ke depan," tambah Rogers. Cumi-cumi raksasa yang jarang terlihat diperkirakan memiliki ukuran panjang di atas 10 meter.
(srn)

KIAMAT ( bisa di hindari )

Gunung meletus. Tsunami , Badai , Gempa , Banjir , dan lain lain. Bayangkan saja jika anda ada didalam kejadian tersebut.

Jika keseimbangan gravitasi pada planet kita ini mulai goyah maka kita berterbangan seperti kupu kupu. Gunung dan Lautan pun akan mengamuk. Kita hanya bagaikan kapas didalamnya.
Kiamat dalam arti yang sering di sebut dengan kehancuran alam semesta. Ya itu pasti dan mungkin tapi ntah kapan. Yang jelas Kiamat dalam prediksi Ki Wasa adalah kehancuran yang terjadi pada planet kita saja. Di planet lain kecuali Bumi atau Galaxy lain sana belum tentu kiamat.
Ketika bumi sudah tidak layak pakai lagi itulah dimana kiamat terjadi. Tapi tenanglah jika ada ilmuan luar angkasa yang mampu untuk menemukan planet layak huni dan bisa pergi kesana maka kita bisa menghindari kiamat.

oleh : Ki Wasa

DPR: Dua Opsi BBM Bentuk Kepanikan Pemerintah

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengaku belum menerima proposal dua opsi yang dikemukakan pemerintah mengenai pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi atau premium.

"Sampai saat ini, Komisi VII DPR belum menerima pengajuan kedua opsi yang disebut-sebut pemerintah," kata Anggota Komisi VII dari Fraksi Golkar, Satya W Yudha saat dihubungi VIVAnews di Jakarta, Jumat 26 November 2010.

Satya mengakui, kedua opsi yang saat ini beredar di media massa merupakan wujud kepanikan pemerintah dalam mengatasi subsidi BBM dan hal itu hanya sebatas wacana. "Karena kami belum membahasnya," ujarnya.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga tidak bisa memaksakan hanya kedua opsi tersebut yang akan disampaikan kepada DPR. Sebab, mesti ada opsi-opsi lain yang tentunya bisa diterima masyarakat dan perlu mengajak serta pihak lain seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Pertamina. "Jadi, jangan dua opsi itu saja, mesti ada lainnya," tutur Satya.

Sebab, Satya mengatakan dua opsi tersebut terindikasi munculnya pengoplosan BBM. Dia mencontohkan, kalau hanya kendaraan tahun 2005 yang kena batasan, akan ada cara curang dengan membeli premium dengan kendaraan di bawah tahun tersebut. Begitu pula, bila semua kendaraan pelat hitam terkena pembatasan, mereka akan mencari cara dengan membeli premium dengan kendaraan Angkot. 

Seperti diketahui, pemerintah belum mengetok palu mengenai rencana distribusi BBM tertutup tahun depan (2011). Sebab, Menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa, pemerintah harus minta izin ke DPR untuk menentukan kebijakan mana yang akan dipilih.

Hatta menyebutkan, pemerintah punya dua pilihan yang akan dibahas dengan Komisi VII DPR. Pilihan itu yakni menetapkan pembatasan konsumsi BBM subsidi pada semua jenis kendaraan berpelat hitam dan kedua yaitu melarang kendaraan tahun 2005 ke atas mengkonsumsi BBM bersubsidi.

"Dua pilihan itu yang akan didiskusikan dan salah satunya berlaku mulai 1 Januari 2011," kata Hatta usai menggelar rapat koordinasi tentang BBM di Kantor Menko Perekonomian, Selasa 23 November 2010.

Pilihan pertama, kata Hatta, diajukan dengan pengecualian yakni setiap kendaraan berpelat kuning, roda dua, ditambah bahan bakar untuk operasional nelayan tetap menerima subsidi. Artinya, dengan model pilihan pertama ini setiap kendaraan berpelat hitam yang masuk ke SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) diwajibkan untuk menggunakan bahan bakar non subsidi.

Memang terlihat, tidak ada teknis rumit dalam pelaksanaan pilihan pertama. Berbeda dengan pilihan kedua yang diajukan, di mana pemerintah akan mewajibkan kendaraan 2005 sebagai kendaraan wajib menggunakan BBM non subsidi.

Menurut Hatta, teknis di lapangan saat ini sedang disiapkan untuk opsi kedua. Tapi bagaimana tepatnya, Menteri ESDM yang akan menjelaskan. "Soal teknis itu nanti, tetapi solusinya bisa seperti memakai stiker dan lainnya," kata dia. (hs)• VIVAnews

Larangan BBM Pengaruhi Inflasi Rumah Tangga

Rencana pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hanya akan berdampak pada inflasi langsung rumah tangga. Kebijakan itu tidak akan memicu efek berantai ke sektor lain.

"Dampaknya hanya direct inflation konsumsi rumah tangga yang menggunakan BBM bersubsidi," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan di Bandung, Jumat 26 November 2010.

Menurut Rusman, jika pemerintah tegas melarang semua mobil pelat hitam menggunakan BBM bersubsidi, sedangkan angkutan umum tetap diperbolehkan, kebijakan itu tidak akan menimbulkan efek berantai ke sektor lain.

"Tidak ada efek ke sektor lain, karena semua angkutan umum pelat kuning bisa menggunakan BBM bersubsidi. Jadi, tidak akan membuat biaya distribusi, barang dan jasa naik," katanya.

Menurut Rusman, diperbolehkannya kendaraan umum menggunakan BBM bersubsidi merupakan jalan tengah yang terbaik. Dengan demikian, BPS dapat dengan mudah mengukur inflasi pembatasan konsumsi BBM terhadap rumah tangga. (art)• VIVAnews

Larangan Premium 1 Januari Berlaku Nasional

Pembatasan BBM bersubsidi awal tahun depan berlaku untuk nasional.  Ini berbeda dengan wacana semula bahwa larangan menggunakan BBM bersubsidi itu rencananya hanya berlaku di Jabodetabek.

Pemerintah siap melaksanakan kebijakan itu, termasuk perangkat yang akan dioperasikan, mulai dari stiker hingga petugas operasional di lapangan. "Pembatasan ini langsung berlaku nasional, tidak seperti wacana awal yang hanya Jabodetabek," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Jumat 26 November 2010.
Namun, Hatta belum bisa memastikan jenis larangan yang akan diterapkan, apakah larangan penggunaan BBM bersubsidi berlaku bagi semua mobil pribadi dan mobil keluaran 2005 ke atas. Sebab, itu bergantung pada persetujuan DPR.

Ia meyakini Pertamina telah mempersiapkan jauh hari seperti mengurangi pasokan BBM subsidi Premium dan mengganti Pertamax di wilayah tertentu. Hal ini dilakukan sementara di Jabodetabek, karena wilayah luar Jawa lebih kecil cakupannya.

Hatta meyakini pelaksanaan per 1 Januari 2011 nanti tidak akan ada kendala, kecuali memang ada yang berniat buruk. Namun demikian antisipasi atas gangguan sistem ini juga dikatakan telah siap.

"Sebagus apapun sistem itu, kalau ada niat jahat tetap bisa dirusak, tapi memang kita harus punya sistem agar kejahatan itu tidak gampang dilakukan," katanya.

Terkait permintaan DPR agar pemerintah mengajukan pilihan lain selain dua pilihan yang diajukan ke DPR, Hatta mengatakan bahwa tidak ada lagi. "Dua opsi itu adalah yang terbaik, kalau lainnya apalagi?," kata Hatta balik bertanya. (hs)

Menguak Kendala Pemberian Imunisasi

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sebanyak 4,5 juta kematian dari 10,5 juta per tahun terjadi akibat penyakit infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi. Seperti pneumococcus (28 persen), campak (21 persen), tetanus (18 persen), rotavirus penyebab diare (16 persen), dan hepatitis B (16 persen).

Dari data WHO ini diperkirakan setidaknya 50 persen angka kematian di Indonesia bisa dicegah dengan imunisasi. ”Sayangnya, Indonesia termasuk sepuluh besar negara dengan jumlah terbesar anak tidak tervaksinasi,” ujar Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof Dr Sri Rezeki Hadinegoro SpA (K) pada acara Simposium Nasional Imunisasi di Jakarta pekan lalu.

Padahal, kata Sri, imunisasi sekarang ini semakin mudah diperoleh di mana saja. Pemberian imunisasi dilakukan di tempat pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, klinik bersalin, puskesmas, posyandu,hingga praktik dokter swasta.

Setiap tahun imunisasi rutin dilakukan terhadap sekitar 4,5 juta anak usia 0–1 tahun. Imunisasi rutin itu mencakup BCG, polio, DPT/HB, dan campak. Lewat program Bulan Imunisasi Anak Sekolah, anak-anak diberikan kembali imunisasi campak dan tetanus difteri. Sementara ibu hamil diberi vaksin tetanus toxoid.

Salah satu yang menjadi ganjalan program ini adalah letak geografis yang sulit dijangkau. Akibatnya, pelayanan tidak bisa dilakukan setiap bulan. Cakupan imunisasi campak pada 2009 mencapai 92,1 persen, tetapi jumlah ini belum merata. Sejumlah daerah seperti Papua, Papua Barat, dan Sulawesi Barat, masih rendah cakupannya. Masih ada kantong-kantong dengan cakupan imunisasi rendah sehingga dapat menimbulkan kejadian luar biasa campak.

Sebaiknya berbagai kendala tersebut harus diatasi. Mengingat begitu pentingnya imunasasi bagi seseorang. Terbukti imunisasi bisa mencegah bayi dari serangan berbagai penyakit. Difteri, misalnya. Penyakit difteri termasuk penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphtheria. Bakteri tersebut bersarang dan berkembang biak dalam tenggorokan dengan toksin yang sangat kuat. Penularannya bisa terjadi melalui udara atau cipratan sewaktu si penderita batuk atau bersin.

Toksin dari bakteri itu dapat merusak saluran pernafasan dan masuk ke dalam aliran darah hingga bisa menyebabkan kelainan pada organ tubuh yang penting, misalnya jantung. Penyakit tersebut terutama menyerang anak-anak usia balita, padahal difteri bisa ditangkal dengan imunisasi DPT.

Imunisasi juga ampuh mencegah dari penyakit pertusis. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bordetella pertusis yang bersarang di saluran pernafasan. Penyakit yang mudah menular tersebut digolongkan sebagai penyakit berat pada bayi.
(SINDO//tty)

8 Persen Kasus AIDS Terjadi di Tempat Kerja

SEKIRA 60 juta pekerja dan 215 perusahaan menjalankan aktivitasnya di Indonesia. Data menunjukkan, 8 persen kasus AIDS terjadi di lingkungan kerja.

Kementrian Kesehatan RI dalam lima tahun terakhir mencatat, terjadi peningkatan dalam penyebaran HIV/AIDS. Pada 2005, 5.321 orang terinfeksi HIV/AIDS sementara pada September 2010 menjadi 22.726 orang. Indonesian Business Coalition on AIDS (IBCA) menyatakan, lingkungan kantor turut menjadi sarana penyebaran virus mematikan ini.

“Pencegahan adalah cara paling efektif untuk melawan epidemik AIDS. Kita semua bisa melakukan itu termasuk sektor swasta dan dunia usaha. Kesadaran dan kepedulian terhadap HIV/AIDS di lingkungan kerja diharapkan dapat menjadi bola salju guna meningkatkan kesadaran masyarakat yang lebih luas,“ papar Country Manager Indonesian Business Coalition on AIDS, Evodia Iswanti pada Media Briefing “Pekan Kondom Nasional 2010” di Decanter Wine House Plaza Kuningan, Jakarta, Jumat (26/11/2010).

IBCA didirikan oleh tujuh perusahaan multinasional dan nasional (Chevron IndoAsia, BP, Freeport, Unilever, Sinarmas, Gajah Tunggal, Sintesa Group) sebagai koalisi perusahaan yang melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja. Dampak HIV/AIDS sendiri bagi perusahaan adalah menurunkan produktivitas dan profitabilitas.

Ditegaskan Evodia, pentingnya perusahaan memerhatikan masalah HIV/AIDS pada karyawannya memiliki manfaat dalam dua aspek.

"Pertama, dalam isu bisnis. HIV/AIDS menyebabkan perusahaan mengeluarkan biaya sangat  besar untuk medical expenses, rekrutmen karyawan baru, pensiun dini, training, dan sebagainya. Semuanya menguras 20 persen profit perusahaan,“ jelasnya.

Evodia memberi contoh kasus perusahaan angkutan di Zimbabwe. Dari 11.500 pekerja, 3400 pekerja terinfeksi HIV, dan biaya yang mereka keluarkan mencapai USD 1 juta.

"Kedua, menurunkan produktivitas. Pekerja menjadi sering absen, pergantian karyawan akan sering terjadi hingga menyebabkan perusahaan kehilangan karyawan terbaiknya, menimbulkan konflik, dan menurunkan moral pekerja,“ tambahnya.

Sementara bagi karyawan, HIV/AIDS menyebabkan berkurangnya penghasilan untuk keluarga, diskriminasi, cap buruk, bahkan PHK dan hilangnya nyawa tulang punggung
keluarga.

Dalam kegiatannya, IBCA memberikan edukasi dan konseling—termasuk menyediakan kondom gratis di beberapa titik perusahaan—bagi karyawan perusahaan yang bergabung dengan IBCA. Evodia menegaskan, biaya penyediaan kondom gratis sebagai bentuk pencegahan jauh lebih sedikit dibanding biaya pengobatan jika karyawan sudah terinfeksi HIV/AIDS.

"Jauh, beda sekali bila dibandingkan dengan biaya perusahaan dan rekrutmen pegawai. Kondom hanya salah satu kegiatan, sebab masih ada pelatihan, konseling, fasilitas pengobatan bagi mereka yang sudah terinfeksi, dan sebagainya. Ada cost effective di dalamnya. Karena jika tidak dilakukan tindakan pencegahan, 20 persen keuntungan perusahaan bisa hilang,” terangnya.

Kegiatan turut menjaga karyawan terinfeksi HIV agar tidak sampai terkena AIDS di mana biasanya butuh 5-10 tahun untuk HIV berkembang menjadi AIDS. Sehingga, karyawan masih tetap produktif.

“Setiap penyakit, apapun, pencegahan akan selalu lebih baik daripada pengobatan. Pengobatan AIDS itu mahal harganya. Belum lagi biaya sosial, misalnya malu bekerja karena khawatir mendapat perlakuan diskriminatif dari lingkungan pekerjaan,“ tegas Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Dr Nafsiah Mboi SpA MPH pada kesempatan yang sama.
(ftr)

Si Jaksa Agung Baru di Mata Tetangga

Ahmad Fadli - Okezone
Jaksa Agung Basrief Arief. (Foto: Abror R/Setneg)
JAKARTA - Sore ini, Basrief Arief telah resmi menjabat sebagai Jaksa Agung dan dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara. Sejumlah warga Tanjung Duren Utara III berharap agar jabatan baru Basrief bisa membawa perubahan bagi tegaknya hukum dan keadilan di negara ini.

"Tentunya warga sekitar bangga dengan adanya warga Tanjung Duren Utara ini yang menjadi tokoh penting dalam proses penegakan hukum dan keadilan. Beliau kan, selain sosok yang bersahaja juga pelindung bagi warga sini untuk masalah hukum, dalam berbagai kegiatan masyarakat beliau sering memberikan pandangan, arahan tentang hukum," Kata Supriyadi warga Tanjung Duren Utara RT09/03, kepada okezone di sekitar kediaman Basrief, Jakarta, Jumat (26/11/2010).

Keberadaan Basrief di lingkungan Tanjung Duren Utara disebut Supriyadi telah memberikan teladan bagi warga sekitar. Sebagai tokoh, warga berharap dengan kesibukannya kelak, dan jika masih menempati kediaman di Tanjung Duren dapat memberikan pemahaman akan hukum.

"Sikapnya yang sahaja, dan sifatnya suka membantu terhadap tetangga, serta aktif dalam kegiatan di Masjid Nurul Falah beliau dijadikannya sebagai dewan penasihat untuk masyarakat sekitar," ujarnya.(hri)

Katanya Studi Banding, Kok BK DPR Jualan Furniture?

Pelesiran delapan anggota Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat (BK DPR) ke Yunani untuk studi banding mengenai etika ternyata tidak sinkron dengan tujuan awal. Ditengah kunker, mereka melipir ke Turki untuk berjalan-jalan.

Namun, hal itu dibantah oleh rombongan yang ikut ke sana. Di negara Timur Tengah itu, ternyata anggota BK berjualan furniture kepada para pengusaha di sana.

"Saya heran kami yang hanya menggunakan anggaran Rp800 juta saja dimaki-maki, padahal kami berhasil mengandeng 17 pengusaha di Turki untuk membeli furniture Indonesia senilai ratusan miliar rupiah,” kata Wakil Ketua BK DPR Nudirman Munir kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (26/11/2010).

Untuk itu, politisi dari Fraksi Partai Golkar itu meminta masyarakat untuk tidak mempersoalkan kunjungan angggota BK ke Turki beberapa hari lalu. "Kami berhasil membawa 17 buyer yang mau membeli furniture dengan nilai ratusan miliar ke Indonesia," kata dia.

Meski tidak sesuai dengan agenda, namun Nudirman berdalih anggota dewan itu sudah bekerja dengan baik dengan mempromosikan furniture buatan Indonesia ke pengusaha Turki.

"Kenapa yang receh-receh begini dipermasalahkan terus?," tukasnya.

Delapan anggota BK DPR ini berangkat ke Yunani untuk studi banding mengenai etika anggota dewan di sana. Namun, agenda sedikit bergeser dan pergilah delapan anggota BK ini ke Turki.

Kabarnya, di Turki mereka hanya jalan-jalan, belanja dan melihat pertunjukan tari tradisional setempat atau yang biasa dikenal dengan tari perut.(bul)(ded)

Satu Jamaah Wafat di Perjalanan Makkah-Madinah

Seorang jamaah asal kloter 48 embarkasi Solo, Umi Sa'diyah binti Radiosastro (65) wafat dalam perjalanan dari Makkah menuju Madinah, Jumat (27/11/2010) dini hari.

Umi wafat saat kendaraan hampir sampai di Terminal Hijrah, Madinah. “Memang sejak berangkat dari Makkah dia sudah sakit-sakitan dan tidak ada semangat,” kata Ketua Kloter 48 SOC, Aidi Johansyah saat ditemui wartawan di Kantor Sektor 1 Madinah.

Menurut Aidi, saat di dalam bus, Umi memang sudah dalam kondisi lemas. Dia juga dalam kondisi payah usai menjalani proses Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). Selain kondisi yang lemah, Umi juga memiliki riwayat sakit sejak dari Tanah Air.

Saat sampai di Terminal hijrah dan ingin dicek oleh tim dokter, nyawa Umi sudah tidak tertolong lagi. "Dia punya riwayat sakit. Anaknya juga sudah ikhlas," ujar Aidi.

Dengan berkurangnya satu jamaah, maka jumlah jamaah kloter 48 Solo yang berasal dari Kota Sleman ini berkurang menjadi 373 orang dari 378 orang. Sedangkan sisa lainnya, ada jamaah yang sakit dan menjalani perawatan medis di RSAS. "Ada juga yang pulang dini karena mendapat tugas dari kantor," tegas Aidi.(ful)

Nikahkan Kucing Secara Islam, Bupati Dikecam


ilustrasi
Pagelaran budaya upacara mengawinkan sepasang kucing (manten kucing) dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tulungagung ke-805 dinilai sejumlah kalangan alim ulama setempat sebagai penistaan agama Islam. Ratusan orang yang berasal dari sejumlah pesantren mendatangi Pendopo Kabupaten Tulungagung.

Mereka menuntut Bupati Tulungagung Heru Tjahjono dan panitia ritual manten kucing untuk meminta maaf secara terbuka. Atas desakan itu Bupati Heru mengakui pagelaran yang disuguhkanya pada 22 November 2010 lalu sebagai bentuk kekhilafan.

“Saya bersedia meminta maaf melalui sejumlah media atas kekhilafan ini,” tutur Bupati Heru Tjahjono kepada wartawan usai menemui perwakilan massa, Jumat (26/11/2010).

Sebelumnya, sekira 100 orang berpakaian lazimnya santri berunjuk rasa di depan pintu gerbang pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Massa melontarkan kecaman pedas kepada Bupati yang dinilai tidak tahu aturan agama. Massa juga menyuguhkan sindiran sinis dengan melakukan aksi teatrikal dua orang pendemo dengan topeng monyet dinikahkan sesuai ajaran Islam.

“Setelah kucing, monyet, sebentar lagi tentu ada lagi manten anjing,” teriak salah seorang pendemo dalam orasinya.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Tulungagung, upacara temanten kucing mendapat alokasi anggaran Rp30 juta dari APBD 2010. Bupati Heru mengakui panitia HUT Tulungagung telah kecolongan dalam menyajikan budaya temanten kucing.

Sebagai tradisi meminta hujan di wilayah Kecamatan Campur Darat, suguhan temanten kucing diharapkan bisa menarik minat para wisatawan datang ke Tulungagung. Namun ekspresi yang disampaikan pelaksana diakui Heru terlalu berlebihan. Dua ekor kucing dikawinkan di depan seorang kiai dengan menggunakan tata cara lazimnya pengantin dalam Agama Islam. “Namun semua itu dilakukan di luar kesengajaan,” terangnya.

Untuk ke depan, lanjut Heru pihaknya akan melakukan seleksi lebih ketat lagi. “Mungkin ada adegan yang harus dihilangkan biar tidak menimbulkan ketersinggungan,“ kata Heru.

Menurut Koordinator aksi Chamim Badruzzaman ritual temanten kucing yang berlangsung di pendopo Kabupaten Tulungagung 22 November 2010 lalu telah menghina umat Islam. Sebab sebagai seorang muslim, mereka seperti dipersamakan dengan seekor kucing. “Ini adalah hinaan bagi umat Islam,” tegasnya.

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia telah berkirim surat bernomor 115/DP-Kab/MUI-TA/2010 kepada Bupati Tulungagung, yang intinya untuk tidak melaksanakan ritual temanten kucing yang diikuti perwakilan dari 19 kecamatan di Tulungagung. Namun teguran itu tidak diindahkan.
(Solichan Arif/Koran SI/teb)

Kamis, 25 November 2010

Pembahasan APBD-P Gowa Terancam Gagal Empat Fraksi Beri Sinyal Penolakan

Proses pembahasan APBD Perubahan Kabupaten Gowa tahun 2010
terancam gagal. Pasalnya, ada empat fraksi memberikan sinyal penolakan
draff usulan APBD-P yang diusulkan Eksekutif.
Hal tersebut diungkapkan Haris Tappa, anggota Fraksi PAN Senin (8/11). Menurutnya, ia dan rekan-rekannya akan menolak draf tersebut.
''Kami mengambil sikap tersebut mengingat eksekutif tidak
memberikan ruang sebagai mitra kerja,'' bebernya.
Empat fraksi yang disebut akan menolak draf adalah, Fraksi PAN, PPP, PBHN dan Fraksi Kedaulatan rakyat.
Sinyal penolakan DPRD bermula dari penolakan eksekutif terhadap usulan anggaran legislatif. Sebelumnya legislatif meminta anggaran Rp 1,4 M dalam
membantu kinerja dewan. Namun eksekutif hanya menyetujui
anggaran Rp 45 juta.
"Kami menolak karena eksekutif seenaknya mengusulkan program sementara usulan kami ditolak, ini tidak adil," beber Haris. Ungkapan Haris Tappa dibenarkan seorang legislator Demokrat, Patola Dg Marola. Menurutnya, ada kebuntuan dalam proses
pembahasan.
''Kami berharap rekan-rekan di fraksi tidak langsung menyatakan penolakan, masih ada loby yang sedang berjalan,'' katanya.

Tuntut BKDD Akomodir Ijazah Paket C


Ratusan siswa dan guru Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Takalar bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Takalar, Rabu (24/11) siang.
Massa yang mengatasnamakan Forum Kerjasama Madrasah Aliyah (FKMA) itu mempertanyakan status dan ijazah lulusan MA yang tidak diakomodir. Sedang ijazah paket C diterima Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Takalar pasca penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2010.
Koordinator FKMA Takalar, Baso Udin Lau mengatakan, keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) nomor B/2518/M.PAN-RB/10/2010 tanggal 25 Oktober 2010, perihal persetujuan rincian tambahan alokasi formasi CPNS daerah tahun 2010 hanya mencatumkan lulusan SMA, SMK dan SMEA untuk memberikan dampak terburuk bagi masyarakat.
"Kebijakan ini memberikan kesan buruk terhadap MA. Karena, masyarakat akan mengganggap MA adalah sekolah yang tidak sah, ilegal dan tidak diakui Pemerintah Daerah (Pemda). Kami khawatir, masyarakat tidak akan menyekolahkan anak mereka di MA. Karena Pemerintah tidak menerima ijazah MA pada pendaftaran CPNS ataupun yang lainnya, " tandasnya.
Baso Udin juga menuturkan, pengurus MA hanya menjalankan Peraturan Daerah (Perda) baca tulis Alquran nomor : PP nomor 6 tahun 1988 dan Perda kabupaten Takalar nomor 13 tahun 2003. Sebab, kata dia, dalam Undang-undang (UU) nomor 2 tahun 1988 tentang Sistem Pendidikan Nasional, kedudukan Madrasah telah berubah jenis pendidikan keagamaan menjadi pendidikan umum berciri khas agama Islam.
"MA juga memiliki jurusan yang sama dengan SMA, yakni jurusan IPA, IPS dan Bahasa. Kami mohon pemerintah tidak mendiskriminasikan MA. Sebab, MA dari Kementerian Agama turut membangun karakter bangsa. Kami minta keadilan, karena MA juga anak bangsa yang memiliki hak yang sama dengan sekolah umum, " jelasnya.
Wakil ketua DPRD Takalar, Sulaeman Rate dan Hasbullah Rachman Napsah yang menerima perwakilan FKMA dan PMII berjanji akan menindaklanjuti aspirasi FKMA tersebut dengan menyurati pemda, dalam hal ini penentu kebijakan.
"Kami segera menyurati eksekutif, terkait tidak dimasukkannya MA dalam penerimaan CPNS formasi 2010. Kenapa ijazah paket C diterima, sedang ijazah MA tidak diterima. Padahal status MA sama dengan SMA, " janji Sulaeman, saat berdialog dengan perwakilan FKMA diruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD.

Bupati Diharap Nyalakan Seluruh Lampu Jalan

Persoalan lampu penerangan jalan yang kebanyakan sudah tidak berfungsi, oleh masyarakat diharapkan bisa kembali difungsikan. Apalagi pajaknya tetap ditanggulangi rakyat Bulukumba.
Akibat tidak berfungsinya lampu tersebut, sejak satu tahun terakhir kota Bulukumba bagaikan kota mati di malam hari. Kondisi ini mengundang keprihatinan dari H Tamsir, anggota komisi A DPRD Bulukumba.
''Saya sering mendengar keluhan dari masyarakat terkait padamnya lampu penerangan jalan. Untuk itu kami berharap bupati dan wakil bupati terpilih bisa memperhatikan fasilitas umum yang satu ini. Kalau perlu mulai besok sudah ada lampu jalan yang selama ini padam, dinyalakan,'' harap Tamsir.
Diungkap pula, dirinya juga pernah mendengar keluhan dari sejumlah tamu yang hendak ke Bira menghadiri festival Phinisi. Keluhan itu tidak lain karena sebagian besar lampu jalan tidak berfungsi. Sehingga muncul kesan tidak ada kegiatan di Bulukumba di malam hari.
“Saya kira Pak Zainuddin juga tidak ingin daerahnya gelap di malam hari,’’ ujarnya.

Mantan Kadis Bappedalda Maros Jadi Tersangka Terkait Dugaan Korupsi Alat Laboratorium

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya menetapkan Rubina Malik sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat laboratorium di kantor Badan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bappedalda) Kabupaten Maros, Rabu (24/11).
    Rubina adalah mantan Kepala Bappedalda Pemkab Maros. Rubina adalah orang kedua yang ditetapkan Kejati Sulsel sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Kasus ini ditaksir merugikan negara senilai Rp 295 juta.
    Kajati Sulsel Burhanuddin mengungkapkan hal itu di kantornya, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (24/11) sore. Rubina dinilai sebagai aktor koruptor dalam kasus itu.
    Alasannya, di antaranya karena saat itu Rubina menjabat kuasa pengguna anggaran (KPA) dan paling bertanggngjawab atas pengadaan alat pengukur kadar karbon dioksida (CO2) jenis automatic asphalt compactor (AAS) dan TOC.
    Kejati menilai anggaran yang sidah dikucurkan ternyata dialihkan pada kegiatan lainnya. Dengan demikian, laporan pengadaan alat untuk laboratorium ternyata fiktif.
    "Total anggaran proyek pengadaan alat laboratorium Bappedalda Maros
Rp400 juta, tetapi hanya Rp295 juta yang tidak jelas penggunaannya. Makanya ia ditetapkan sebagai tersangka,"
katanya.
    Rubina yang dikonfirmasi Tribun kemarin sore, sama sekali enggan memberikan keterangan terkait statusnya yang kini sebagai tersangka. (cr6)

Belum Ditahan
KASUS ini mencuat setelah bagian penyelidikan kejati mendapatkan laporan dari beberapa pejabat di lingkup Bappedalda bahwa alat-alat laboratorium yang direncanakan untuk diadakan oleh rekanan hingga sekarang tak kunjung ada.
    Anggaran dana dalam proyek tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementrian Lingkungan Hidup senilai Rp400 juta pada 2009 lalu.
    Sebelumnya, kejaksaan telah menetapkan Direktur CV Esa Mandiri, Ahmad  Dirfan, sebagai tersangka. Dirfan adalah rekanan tunggal dalam proyek pengadaan alat laboratorium tersebut. Berbeda dengan Rubina, Ahmad langsung ditahan usai diperiksa di kejati, beberapa waktu lalu. Sedangkan Rubina belum ditahan. ( cr6)

Tribun Timur

1.192 Berkas Pelamar CPNS Pemkot Bermasalah

Panitia seleksi CPNS 2010 Makassar terus melakukan verifikasi berkas pelamar CPNS Makassar 2010. Sebanyak 6.741 berkas pelamar sudah diperiksa. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, sebanyak 1.192 berkas pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).
"Ini masih rekap sementara. Tim seleksi masih melakukan rekap. Berkas yang memenuhi syarat maupun yang tidak tetap dikembalikan ke pemiliknya," kata Kepala BKD Makassar, Sittiara, di Balai Kota, Rabu (23/11).
Sittiara melaporkan kondisi terbaru seleksi CPNS ke Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin.
Ilham baru tiba di Makassar setelah melakukan ibadah haji sejak 9 November lalu.
"Pada prinsipnya Pak Wali menyerahkan sepenuhnya kepada panitia untuk melaksanaan seleksi. Termasuk kerjasama kita dengan pihak Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Negeri Makassar (UNM)," lanjut aktivis AMPI Sulsel ini.
Tim seleksi rencananya merampungkan verifikasi seluruh berkas hari ini, Kamis (25/11).
Tim seleksi CPNS Pemkot Makassar mendatangi rektorat Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Universitas Hasanuddin (UNM) untuk membicarakan teknis kerjasama pembuatan soal dan pemeriksaan lembar kerja jawaban (Lkj) CPNS 2010 awal pekan ini.
Di Unhas, tim seleksi CPNS pemkot diterima PR IV Prof Dwia Aries Tina. Kerjasama sudah membicarakan masalah teknis termasuk materi soal.
Untuk formasi tenaga kependididikan, soal dan pemeriksaan dilakukan UNM. Sementara Unhas menangani soal untuk formasi tenaga teknis dan kesehatan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan rektor UNM dan Unhas untuk kerjasamanya," kata Kepala BKD Makassar Sittiara.
 Pelamar CPNS pemkot mencapai 6.810 orang. Sebanyak 200 lebih pelamar dinyatakan berkasnya tidak memenuhi syarat. Distribusi kartu tes mulai dilakukan 26 November  hingga 3 Desember nanti via kantor pos. (sur)

Tribun Timur

Wali Kota: Jangan Tiru Anggota DPRD


Ke Luar Daerah Saat Pembahasan RAPBD
tribun/Mansur

Ketua Komisi B DPRD Makassar, Sri Rahmi (PKS) bersama sejumlah anggota komisi menerima aspirasi warga Jl Hati Murni, Makassar, di DPRD Makassar, Selasa (23/11). Warga menolak jalanannya dijadikan area parkir Pasar Senggol, Jl Cenderawasih.
Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin menginstruksikan seluruh pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup pemkot agar tidak keluar daerah saat pembahasan RAPBD 2011 
    "Saya sudah minta SKPD tidak ke luar daerah saat pembahasan anggaran. Agar pembahasannya tepat waktu," kata Ilham di Makassar. Kemarin adalah hari pertama Ilham kembali masuk kantor setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
    Saat disinggung mengenai keberangkatan komisi A dan Komisi C DPRD Makassar ke Bali-Jakarta, dan Batam, Ilham enggan berkomentar panjang.
    "Saya tidak memiliki kewenangan melarang teman-teman di DPRD untuk tidak ke luar daerah. Kewenangan wali kota hanya di SKPD agar tidak seperti itu (ke luar daerah) saat pembahasan," kata Ilham.
    Menurut Ilham, pembahasan RAPBD bisa tepat waktu jika ada komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif. "Susah tepat waktu jika legislatifnya ada sementara eksekutifnya tidak ada. Demikian juga sebaliknya," kata Ilham.
    Kemarin, di gedung DPRD Makassar, Jl AP Pettarani, Makassar, badan anggaran (Banggar) DPRD Makassar kembali melanjutkan pembahasan rangkaian RAPBD 2011.
    Kali ini rapat membahas prioritas platfon anggaran sementara (PPAS) RAPBD. Sejumlah legislator banggar yang memilih "pelesiran" bersama anggota komisinya di Bali dan Batam kembali tidak hadir. (sur)

8 Legislator Masih Pelesiran   
Sebanyak delapan anggota banggar masih absen mengikuti lanjutan   pembahasan rangkaian RAPBD 2011, kemarin. Para legislator itu masih pelesiran ke luar daerah. Sebagian masih di Bali. Sebagian lagi di Batam. Batam adalah wilayah Indonesia yang sangat berdekatan dengan Singapura. Batam adalah pintu masuk ke Singapura melalui laut.
    Kedelapan legislator itu adalah Imran Mangkona (Fraksi Demokrat/Komisi A), Mudzakkir Ali Jamil (Fraksi PKS/komisi A), Kartini E Galung (Partai Gerindra/komisi A), serta Nurmiati (Partai Hanura/komisi A). Keempatnya ke Bali lalu ke Jakarta untuk belajar pengelolaan aset daerah.
    Empat lainnya; Bakhrif Arifuddin (Partai Demokrat/komisi C), Adi Rasyid Ali (Partai Demokrat/ketua komisi C), Amar Busthanul (Gerindra/komisi C), dan Zaenal Dg Beta (Fraksi PAN/komisi C) ke Batam. Selaku ketua komisi, Adi menyatakan kunjungan ini tidak bisa ditunda karena sudah terjadwal.
    Para wakil rakyat ini melewatkan satu tahapan pembahasn RAPBD, yakni kebijakan umum anggaran (KUA) yang telah selesai dibahas. Sementara pembahasan PPAS mengenai asumsi anggaran yang akan digunakan selama 2011.
    Koordinator Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia, Syamsuddin Alimsyah, menilai ulah legislator yang lebih memilih keluar daerah dibanding rapat di DPRD adalah tindakan memalukan dan menyakiti masyarakat. (sur)

Mereka Masih Pelesiran
- Imran Mangkona (Fraksi Demokrat/Komisi A)
- Mudzakkir Ali Jamil (Fraksi PKS/komisi A)
- Kartini E Galung (Partai Gerindra/komisi A)
- Nurmiati (Partai Hanura/komisi A)
- Bakhrif Arifuddin (Partai Demokrat/komisi C)
- Adi Rasyid Ali (Partai Demokrat/ketua komisi C)
 - Amar Busthanul (Gerindra/komisi C)
- Zaenal Dg Beta (Fraksi PAN/komisi C) 

Tribun Timur

Inilah 3 Penegak Hukum Indonesia yang Baru


Laporan: tribunnews.com
kompas.com

calon pemimpin KPK Busyro Muqodas dan Bambang Widjojanto.
Kamis, 25 November 2010 | 21:25 WITA
JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Dalam waktu dekat, masyarakat Indonesia akan mempunyai tiga pemimpin lembaga penegak hukum baru. Ketiganya yakni, Jenderal Timur Pradopo sebagai Kepala Polri, Muhammad Busyro Muqoddas sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Basrief Arief sebagai Jaksa Agung.

Presiden SBY mengangkat Basrief Arief sebagai Jaksa Agung menggantikan Hendarman Supandji, selang beberapa menit Busjro Muqoddas terpilih sebagai Ketua KPK dari hasil voting di DPR. "Dengan berbagai pertimbangan, telaah yang telah saya lakukan serta mendengarkan pandangan dari berbagai pihak termasuk dari wapres maka saya menetapkan untuk mengangkat Basrif Arief untuk menjadi Jaksa Agung RI," kata Presiden SBY saat menggelar jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (25/11/2010).

Dijadwalkan, Presiden akan melantik Basrief Arief pada Jumat (26/11/2010) besok. Sebelumnya pada 22 Oktober 2010, Presiden sudah lebih dulu melantik Timur Pradopo sebagai Kapolri menggantikan Bambang Hendarso Danuri yang memasuki masa pensiun.

Ke depan, baik Timur, Busjro maupun Basrief mempunyai tugas yang lebih berat dalam sistem penegakan hukum di Indonesia. Sejumlah kasus yang menjadi pusat perhatian publik masih belum dituntaskan di institusi mereka masing-masing.

Kasus-kasus itu di antaranya kasus Century dan kasus travel cek di KPK, serta kasus Gayus Tambunan yang diduga melibatkan oknum polisi dan jaksa di Polri dan Kejaksaan Agung.(*)

Tribun Timur

Dinas Tata Ruang Sulsel Terbaik di Indonesia


Laporan: Amir PR
Tribun Timur/Abbas Sandji

Gubernur Sulsel,Syahrul Yasin Limpo
 
Provinsi Sulawesi Selatan berhasil menorehkan prestasi membanggakan atas terpilihnya Dinas Tata Ruang dan Permukiman Sulsel dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sulsel sebagai penerima Penghargaan Pekerjaan umum.

Kedua dinas ini masing-masing terbaik pada bidang penataan ruang, sub bidang penyelenggaraan penataan ruang yang berkelanjutan, serta bidang pekerjaan umum, sub bidang sumber daya air.

Kepala Dinas Tara Ruang dan Permukiman Sulsel Dr Ir Syarif Burhanuddin M.Eng serta Kepala Dinas PSDA Sulsel Ir Soeprapto Budisantoso MSc dijadwalkan menerima penghargaan tersebut dari Menteri Pekerjaan Umum Ir Djoko Kirmanto pada Malam Penganugerahan Penghargaan Pekerjaan Umum 2010 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (26/11/2010) malam.

Pada bidang penataan ruang, Provinsi Sulawesi Selatan berada di urutan pertama. Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta di posisi kedua dan ketiga. Sedangkan pada bidang pekerjaan umum, Sulawesi Selatan unggul atas Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pemberian penganugerahan ini dibuat istimewa karena akan  berisi pertunjukan drama musikal bertema Indonesia Membangun Negeri dan nyanyian dari artis-artis ternama Indonesiaseperti Titi DJ, Vidi Aldiano, Juniar Arif, Warna. Farhan dan Kamidia Radisti akan memandu acara tersebut.(*)

Tribun Timur

Praktisi Soroti KPU Selayar


Laporan: Samsul Bahri
 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar melakukan seminar evaluasi Pemilihan Kepala Daerah, di Hotel Selayar Beach, Kamis (25/11/2010).

Hadiri 43 peserta dari instansi pemerintah, partai politik, ormas, OKP, organisasi kemahasiswaan dan tokoh masyarakat.

Tampil sebagai pembicara dalam seminar ini adalah Ketua KPU Kepulauan Selayar Zulfinas Indra dan sebagai penanggap adalah Nusra Azis, (Anggota KPU Sulsel), Sirajuddin (Ketua Panwas Pilkada), Dr. Muhammad Sabri AR, (Akademisi UIN).

Ketua Panwas Sirajuddin menyoroti proses penyelesaian laporan pelanggaran yang diajukan panwas kepada kepolisian yang kemudian dikembalikan karena tidak lengkap serta sudah kadaluarsa.

Kritikan pula diungkapkan Muh Sabri AR mengenai legalitas hasil pilkada. "Dari sisi legalitas formal memang KPU Selayar sebagai penyelenggara telah melaksanakan seluruh tahapan, program dan kegiatan bahkan tidak ada potensi konflik yang muncul, tetapi apakah kemudian ini menjadi sebuah jaminan terhadap tingkat penerimaan masyarakat maupun upaya peningkatan kualitas pemerintahan," tanyanya.

Acara ini dibuka Bupati Selayar Syarir Wahab.(*)
Tribun Timur

Basrief Arief Adalah ...


Laporan: tribunnews.com
IST

Jaksa Agung Basri Arief
 
 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih Basrief Arief menjadi Jaksa Agung menggantikan Hendarman Supandji. Banyak orang yang bertanya siapa Basrief Arief.
Bagi korps Kejaksaan, nama Basrief Arief bukan orang lain. Jabatan terakhir yang ia emban sebelum pensiun adalah Wakil Jaksa Agung pada 2005-Februari 2007. Basrief juga pernah menjabat sebagai Ketua Tim Pemburu Koruptor.

Berikut biodata Basrief Arief

Basrief Arief lahir di Tanjung Enim, Sumatera Selatan pada tanggal 23 Januari 1947. Ia adalah alumni Program Pasca Sarjana Universitas Padjajaran (Unpad) dan Fakultas Hukum Universitas Andalas.

Setelah menyelesaikan studi pada Sekolah Hakim Dan Jaksa di Palembang tahun 1967 kemudian mengabdikan diri pada jajaran Kejaksaan Agung RI.

Pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Belawan, Sumatera Utara. Kemudian menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong,Jawa Barat, Kepala Kejari Jakarta Pusat.

Kemudian menjadi Asisten Pidum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Staf Ahli Kejaksaan Agung R.I, Kepala Biro Umum, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta

Nama Basrief tahun 2000 sering muncul karena menjabat sebagai Kepala Bagian Humas Kejaksaan Agung (Kejagung). Karir Basrief makin moncer tatkala dipercaya menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel).

Ketika menjabat Jamintel, Basrief juga menjabat Ketua Tim Terpadu Pencari Terpidana dan Tersangka Perkara Tindak Pidana Korupsi atau Tim Pemburu Koruptor.

Ketika Jaksa Agung dijabat Abdurahman Saleh, Basrief dipercaya menjadi Wakil Jaksa Agung pada tahun 2005 hingga pensiun Februari 2007.

Saat ini Basrief menjabat sebagai Ketua Presidium Keluarga Besar Purna Adhyaksa (KBPA) dan Senior Managing Partners pada Kantor Konsultan Hukum Dan Investasi SH dan rekan.

Tahun 2007 saat pendaftaran calon pimpinan KPK, Basrief menolak untuk mendaftarkan diri. Sejak saat pensiun itulah Basrief seakan menghilang.(*)

Sopir Truk Perkosa Anak SMP di Bone


Laporan: Surtan Siahaan
shutterstock

ilustrasi
Kamis, 25 November 2010 | 20:36 WITA
WATAMPONE, TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang pelajar salah satu SMP di Bone Etr (15) diperkosa seorang sopir truk bernama Anto. Tindakan bejat tersebut dilakukan pelaku di sekitar Jalan Sibulue, Kabupaten Bone beberapa hari lalu.

Etr yang tak lain merupakan tetanga pelaku mengaku diperkosa sebanyak dua kali di atas truk. Kepada polisi, remaja putri tersebut mengatakan telah diperdaya pelaku. Ia menuturkan, pelaku mengatakan  mendapat perintah dari nenek korban untuk mengantarnya menemui sang nenek. Namun, di tengah jalan pelaku justru memberhentikan truknya dan memerkosa korban.

"Saya mencoba melawan tapi karena tenaganya lebih kuat saya kalah," ujar Etr pada penyidik.

Pelaku berhasil ditangkap anggota polsek Sibulue, di atas mobil truknya, Rabu (24/11/2010) di Jl Poros Sibulue, Bone. (*)

Tribun Timur

Rabu, 24 November 2010

Air Mata Sang Guru

Oleh : Tony,SH.,SpN.,M.Kn.
Sebuah pepatah Tiongkok kuno berbunyi : Jun Tse Zhong Dao yang artinya: Hormatilah guru dan utamakan moralitas.
Ketika kota Nagasaki dan Hirosima hancur dibom pasukan PBB pada Agustus 1945, kaisar Jepang amat sedih menyaksikan begitu luluh lantaknya kedua kota tersebut dan banyak sekali korban yang berjatuhan, sehingga negeri agresif ini terpaksa harus menerima kekalahan perang.
Pertanyaan pertama yang dilontarkannya: "Masih adakah guru yang tersisa di negeri ini ? " Ada " jawab penasehatnya, maka sang kaisar dengan semangat secara spontan berujar: Negeri kita masih punya harapan. Dan...ternyata benar negeri Sakura ini kemudian bangkit dan sempat "menjajah" dunia terutama negara Asean lainnya lebih dari dua dekade di sektor ekonomi.
Jangan katakan Anda bermoral, apabila guru saja tak pernah Anda hormati. Tulisan ini diangkat berhubung sudah menjadi fenomena umum pada abad ini, abad edan namanya. Profesi guru tidak lagi dipandang sebagai profesi terhormat. Di satu sisi, ia ditempatkan menjadi tumpukan harapan masa depan anak-anak dan sekaligus di sisi lain menjadi kambing hitam bila anak-anak melakukan kesalahan.
Ironisnya, sang guru pun tidak dapat berkutik menghadapi kenyataan ini, karena ketidak-seimbangan kedudukan sosial dan ekonomi seorang guru dengan orang tua murid pada umumnya.
Sekali waktu saya pernah bertemu dengan seorang guru yang bertugas sebagai BP (Bimbingan dan Penyuluhan), lalu kami berdiskusi panjang lebar tentang kenakalan remaja khususnya mengenai perilaku negatif para anak didik di lingkungan sekolahnya. Pak guru tersebut berbicara dengan semangat berapi-api tentang kasus demi kasus yang pernah ia hadapi, seolah-olah mempunyai bahan cerita yang tak pernah habis.
Ketika pembicaraan kami menyinggung penanganan kenakalan murid, mimik sang guru merubah menjadi suram dan ia-pun berdiam seribu bahasa. Lama….dan akhirnya ia bersuara dengan pelan : "Sulit bung, masa sekarang tidak seperti dulu lagi. Kami guru-guru tidak berdaya menghadapi kenyataan. Jangankan murid itu diberikan hukuman fisik, ditegur agak keras saja kadang-kadang kelanjutannya kita akan berhadapan dengan arogansi orang tuanya atau somasi pengacaranya dengan tuduhan macam-macam."
Lama kelamaan kami para pendidik terpaksa bersikap apatis dan acuh dari pada harus repot dengan urusan yang tidak perlu. sehingga pepatah kuno tadi berubah wujud menjadi "Taatilah murid dan ikuti seleranya,"
"Kami juga merasa tidak tega, hati kecil kami juga berontak," lanjut pak guru tadi.
Guru mengemban tugas yang mulia, mencerdaskan anak bangsa,mengajarkan ilmu pengetahuan, memberikan pendidikan moral dan melatih keterampilan siswa-siswanya. Guru selalu berusaha menempatkan dirinya sebagai orang tua di depan anak didiknya, senantiasa memberi motivasi ketika siswa dalam kebimbangan.
Guru juga sebagai penasehat yang baik dan sekaligus dapat memberikan teguran yang keras bila kesalahan siswanya sudah melampaui batas. Dalam kehidupan sosial, ia dituntut menjadi sosok keteladanan, dianggap sebagai orang yang terpelajar dan diharapkan dapat menyumbangkan ide-ide yang dapat memajukan kesejahteraan masyarakat.
Penghasilan vs Pengabdian
Demikian besar tuntutan dan harapan yang dititipkan masyarakat kepada sang guru yang berstatus sosial dengan penghasilan yang relatif pas-pasan, bahkan serba kekurangan dalam sisi ekonomi dan minus perhatian dari pemerintah. Ada seorang teman yang mantan profesi guru yang menuturkan kepada saya, bahwa ia pernah menerima THR sebesar Rp.30.000,- dari sekolah tempat ia mengajar.
Di Bekasi, Jawa Barat, masih banyak guru yang merangkap profesi tukang ojek, sebut saja namanya Pak Hidayat, seorang guru honor yang berpenghasilan Rp. 200.000,- per bulan, terpaksa harus menarik ojek pada sore hingga malam hari untuk menafkahi seorang istri dan 4 orang anaknya di dalam rumah kontrakannya, yang rata-rata memperoleh Rp.30 – 40 ribu setiap hari.
Meskipun sebagai tukang ojek dapat mempunyai penghasilan yang lebih besar, namun ia tidak berniat meninggalkan profesinya sebagai tenaga pendidik, karena punya keinginan ikut serta mencerdaskan anak bangsa. Sebuah cita-cita yang luar biasa. Inilah sketsa nyata yang memprihatinkan terhadap kehidupan profesi guru di tanah air.
Bu Muslimah, seorang tokoh nyata yang mempunyai peran penting dalam film Laskar Pelangi, mengabdikan diri sepanjang hidupnya sebagai guru sekolah dengan merintis kariernya di SD Muhammadiyah Gantung, Belitung.
Pada usia 16 tahun. Sosok yang begitu gigih memperjuangkan dan mengimpikan perubahan nasib terhadap anak-anak warga di desanya, ia pernah bergaji Rp.7.000,- per bulan bahkan kadang-kadang tidak menerima honor sama sekali. Namun api semangat sudah terlanjur berkobar dan cinta pendidikan sudah terlanjur bersemi di hati sanurani seorang pendidik yang budi luhur dan berjiwa mulia, serta tidak mengenal kata lelah dalam kamus kehidupannya.
Sehingga semangat perjuangannya mengetuk pintu hati pihak pemerintah, dengan wujud penganugrahan Satyalencana Pendidikan oleh Presiden SBY pada hari ulang tahun PGRI ke-63 pada 2 Desember 2008.
Sebagai seorang figur yang bersahaja dan inspirator bagi dunia pendidikan di tanah air, saat ini ia masih mengajar di SDN 6 di Kecamatan Gantung, Belitung.
Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Sampai saat ini tetap menjadi sebatas slogan saja. Jangankan dianggap sebagai pahlawan, dihormati sebagai guru saja sudah langka pada zaman sekarang. Namun ia akan menjadi bulan-bulanan oleh orang tua apabila anak didik berperilaku amoral apalagi sampai tidak lulus Ujian Nasional.
Di kota Medan, seorang guru pernah dilaporkan dan digugat oleh orang tua murid, yang mengklaim kerusakan mata anaknya diakibatkan oleh salah letak posisi krei bambu penutup jendela di samping ruangan kelas, yang menimbulkan pantulan silau pada papan tulis. Karena tidak berdaya sebagai pihak yang lemah yang diharuskan memberikan ganti rugi sebesar Rp.70-an juta kepada pihak keluarga murid, lalu rumah sang guru-pun disita. Akhirnya ia meninggal dunia akibat stres berat dan tidak mampu menahan depresi yang dihadapinya.
Kebahagian tertinggi bagi seorang guru adalah pada saat-saat menyaksikan moment keberhasilan anak didiknya. Keberhasilan siswa tidak terlepas dari didikan yang tegas dan keras dari gurunya, contoh yang paling jelas dapat dilihat dari ketegasan pelatih terhadap atlet yang berprestasi.
Thomas Alva Edison, penemu lampu listrik, pernah mengakui mendapatkan hikmah positif setelah ditampar oleh pimpinannya tempat ia bekerja di kantor telegraf pada usia mudanya, setelah ia melakukan kesalahan.
Dr. Sofyan Tan, seorang tokoh masyarakat yang masih bisa bersyukur karena ditampar gurunya dalam rangka pembinaan disiplin sewaktu ia duduk bangku SMP.
Baru-baru ini, ketika mendengar gurunya yang keras ini, Albert S.Manik (73 tahun), opname di RSUD dr.Pirngadi Medan. Ia tak lupa menyempatkan diri berkunjung dan sembari memberikan bantuan sebagai wujud tanda terima kasih dan kasih sayang kepada sang guru (Analisa,2/10/2010). Sebuah sikap yang patut diteladani.
Martabat dan Perlindungan
Sebuah sekolah di negara Inggeris, guru diperbolehkan untuk dipanggil namanya oleh siswa di sekolah, misalnya siswa bertanya : "Merry (guru), kapan ujian semester musim semi ini dimulai?" Peraturan ini mulai diberlakukan pada awal September 2010. Pertimbangannya adalah demi kedekatan guru-anak didik dan guna menghilangkan rasa canggung antara guru dan siswa.
Menurut saya, inilah awal dari runtuhnya nilai-nilai kehormatan terhadap martabat guru dalam dunia pendidikan. Sulit dibayangkan apabila gaya pendidikan ini masuk di Indonesia, bila terjadi, maka jangan heran ada terjadi tawuran guru dengan murid, karena sudah dianggap punya derajat yang sama.
Namun hal ini tidak bakalan terjadi di negeri ini, karena kita sudah memiliki Undang Undang No.14 tahun 2005. Undang – Undang ini mengatur secara lengkap tentang hak-hak dan perlindungan hukum terhadap guru, mencakup tindakan kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi dan perlakuan tidak adil dari pihak siswa, orang tua siswa, masyarakat, birokrat dan atau pihak lain (pasal 75).
Disisi lain, sudah saatnya Dewan Kehormatan Guru (pasal 44) yang sudah terbentuk hendaknya segera dioptimalkan peranan dan fungsinya. Dewan ini bertugas mengawasi pelaksanaan kode etik guru dan dapat memberikan sanksi atas pelanggaran guru, serta berhak pula memberikan rekomendasi tentang pelanggaran yang dilakukan oleh guru sebelum dapat ditangani oleh aparat keamanan.
Sehingga guru tidak dapat langsung diperkarakan ke polisi karena orang tua siswa menanggapi secara berbeda atas hukuman yang dijatuhkan oleh sang guru terhadap anaknya.
Tulisan ini dipersembahkan kepada setiap guru, siapapun dia, yang pernah teraniaya. Selamat Hari Guru !*

Refleksi 65 tahun Hari Guru

   


Opini
YULHASNI
Pilihan menjadi guru bagi setiap orang memiliki banyak alasan. Jika kemudian pilihan itu telah dijalani hingga sekarang, tentu saja karena setiap orang pada hakikatnya ingin bertahan dengan pilihan itu. Bertahan pada satu kecintaan yang dilematis : mengabdi dan kesejahteraan.

Guru adalah profesi yang telah eksis sejak sejarah peradaban manusia ada. Guru diyakini sebagai salah satu penjamin keberlangsungan peradaban itu sendiri. Guru adalah fasilitator ilmu dan ketauladanan. Guru itu tidak sekedar digugu dan ditiru (diperhatikan dan dicontoh).

Meski kita ketahui bahwa akhirnya kedudukan maha penting itu tidak sebanding dengan ironi yang dulu terlalu lama mereka sandang : hidup pas-pasan dan terkadang harus terseok-seok menghidupi diri dan keluarganya. Ironi itu yang perlahan namun pasti mulai dipupus pemerintah lewat alokasi anggaran negara untuk sektor pendidikan.  Itu pun hadir setelah 63 tahun Indonesia Merdeka. Pemerintah pada tahun anggaran 2009 akhirnya memenuhi amanat Undang-Undang Dasar 1945, yaitu dengan mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja  Negara (APBN).

Pada tataran perjuangan kesejahteraan, mungkin problem guru sedikit teratasi. Itu artinya bahwa sekarang menjadi guru bukan lagi pilihan yang dilematis melainkan sebuah pilihan yang prestisius. Jika dulu guru berjalan dalam kesunyian, kini guru berjalan dengan tubuh tegak berdiri. Seolah ingin berkata, ’’Saya adalah guru.’’ Presitius karena di tengah sulitnya mencari lahan pekerjaan, profesi guru kemudian jadi incaran. Lihatlah, di perguruan tinggi yang menyediakan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP), ribuan orang kemudian berlomba-lomba mendaftar. Tujuannya mereka hanya satu : menjadi guru.

Minat yang begitu besar menjadi guru saat ini tentu saja sebuah kegembiraan. Apalagi hal itu dikaitkan dengan keluhan bertahun-tahun negara ini tentang kurangnya tenaga guru yang profesional dan terdidik. Akan tetapi, apakah minat besar itu berdampak kepada lahirnya generasi berkelas? Bukankah minat besar itu lahir dari keinginan berubahnya nasib dan masa depan? Jangan-jangan, ini yang menjadi kekuatiran terbesar kita, tingginya minat orang menjadi guru karena kebijakan sertifikasi guru yang telah dijalankan pemerintah, bahwa gaji guru yang telah lolos sertifikasi akan dinaikan dua kali lipat?

Berbagai pertanyaan itu menjadi catatan penting kita dalam merefleksikan 65 Tahun Hari Guru Indonesia. Kita tidak lagi bicara soal gelapnya kesejahteraan guru karena matahari telah menampakkan sinarnya. Mari kita sama-sama merefleksikan satu hal, tentang betapa sulitnya hari ini kita mencari guru sejati. Guru yang benar-benar menjadi ’guru’. Refleksi itu mungkin telah banyak diadopsi orang dari cara bekerja seorang guru dalam novel laris Laskar Pelangi. Dia adalah Bu Muslimah Hafsari, guru SD Muhammadiyah Belitung. Anis Baswedan menyebutnya sebagai  ‘The Muslimah Effect’: Inspiring Teachers.  Ia menulis,  inilah ‘The Muslimah Effect’: seorang pengajar yang inspiratif akan melahirkan dampak yang besar dalam perjalanan hidup anak didiknya –dan akan membesar seperti bola salju karena semangat itu kemudian menular (dalam kasus Laskar Pelangi, penularan semangat itu dalam skala besar). ‘The Muslimah Effect’ ini pun bisa terjadi dalam arah yang terbalik. Sebagai contoh, kehadiran para pengajar yang menciptakan demotivasi dapat mematikan semua potensi anak didik yang sedang tumbuh. Matematika yang sulit (tapi menantang) dapat menjadi ‘mengerikan’ di tangan pendidik yang kurang tepat. Demikianlah, kunci utama dari pendidikan adalah para pendidiknya itu sendiri.

Guru sejati adalah sumber inspirasi murid. Metode pengajaran di sekolah bukanlah hamparan monolog para guru. Ruang kelas, sejatinya adalah tempat ruang bagi murid dan guru berinteraksi. Bu Muslimah telah menerapkan interaksi itu lewat kesejatian seorang guru. Ia mengajarkan bahwa murid memiliki multi talenta. Tidak ada murid pintar hanya ketika ia mendapat nilai 9 di bidang matematika. Tidak ada murid yang bodoh jika ia tak mampu menyelesaikan soal-soal fisika. 

Filosofi mengajar harus kita garisbawahi masih dimiliki oleh guru-guru yang kini telah memasuki senja. Filosofi mereka adalah bagaimana muridnya berhasil. Filosofi itu telah mereka kerjakan bertahun-tahun tanpa mereka perdulikan apakah pendapatan sesuai dengan pekerjaan. Di berbagai pelosok desa di tanah air, guru-guru yang memiliki filosofi itu masih terus melakukan aktivitasnya tanpa (barangkali) mereka mengerti apa itu sertifikasi guru. Barangkali mereka juga tidak berkeinginan bergaji besar jika dibandingkan dengan kualitas yang mereka ajarkan ke murid-muridnya. Filosofi luhur itulah yang kini tergerus oleh arus deras konsumerisme pendidikan kita. Iming-iming bergaji besar menyebabkan banyak orang yang ingin jadi guru.

Orientasi dan motivasi dalam memilih profesi guru harus dikritisi bagi setiap orang yang menetapkan pilihannya. Generasi apa yang akan dibentuk oleh orang-orang yang bermotivasi jadi guru karena persoalan reward?  Apakah gaji yang kecil selalu jadi alasan akar masalah dari kualitas guru? Apakah peningkatan gaji akan meningkatkan kualitas guru? Apakah universitas pendidikan tidak cukup layak mendidik calon-calon guru? Saya membaca sejumlah aksi unjukrasa guru terkait kesejahteraan dan perjuangan nasib. Saya juga mencoba mendalami apakah tuntutan untuk menjadi PNS oleh guru-guru yang honorer (guru bantu) itu sebagai wujud pengabdian hakiki seorang guru?

Sejumlah pertanyaan mendasar itu akan terus muncul seiring dengan tingkat kebutuhan tenaga guru yang selalu kurang di Indonesia. Kekeliruan besar adalah saat terjadi misorientasi memilih profesi guru. Berlomba-lomba jadi guru mestinya juga harus diiringi dengan keinginan yang mulia : mendidik. Bukankah filosofi guru yang sejati itu harus dibekali ilmu batin? Seorang guru tidak akan pernah menjadi guru yang baik jika tidak memiliki tentang penguasaan diri, ilmu kesabaran, ilmu menahan nafsu, ilmu kelemahlembutan dan ilmu kasih. Mengajar adalah hak untuk diraih dan diberikan oleh siswa.

Belajar melibatkan semua aspek kepribadian manusia, pikiran, perasaan, bahasa tubuh, pengetahuan, sikap dan keyakinan untuk berhasil. Untuk dapat menjalankan itu semua, seorang guru harus bisa memasuki dunia siswa. Untuk menarik keterlibatan siswa, guru harus menjalin rasa simpati dan saling pengertian. Hubungan akan membangun jembatan menuju kehidupan-bergairah siswa, membantu membuka jalan memasuki dunia-baru mereka, dan berbicara dengan bahasa hati-mereka. Membangun hubungan memerlukan niat, kasih sayang dan rasa saling pengertian. Bu Muslimah dalam lakon Laskar Pelangi telah lama mengajarkan bagaimana sejatinya jadi seorang guru. Ia adalah ikon guru yang ideal dalam tataran dunia pendidikan kita.

Orientasi yang keliru memilih profesi guru akan berdampak pada hasil yang diperoleh. Di saat pemerintah memberikan penghargaan materi yang mulai membaik dan di saat itu pula orang berlomba-lomba menjadi tenaga pendidik, maka akan lahirnya tenaga pendidik yang mengajar tanpa filosofi guru. Istilah ’kejar tayang’ akan menggejala dalam proses mengajar. Kita perlu merefleksikan banyak hal tentang guru. Tidak hanya soal kesejahteran, tapi lebih dari itu, bagaimana mencari guru yang sejati di negeri ini. Guru-guru yang kita yang sudah di usia senja, yang mengabdi tanpa pamrih adalah contoh ideal. Marilah kita berguru kepadanya agar kita bisa jadi guru yang sejati.

Penulis Dosen Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) UMS

DAK untuk Lingkungan Hidup Baru Terealisir 65 Persen




Hingga triwulan III, Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2010 untuk Lingkungan Hidup sudah 65 persen yang terealisir di 27 Kabupaten/Kota di Sumut. Sementara sisanya 35 persen masih akan dipergunakan hingga Desember 2010.

“DAK tersebut telah digunakan untuk pembelian peralatan laboratorium, mobil laboratorium, membangun sumur resapan, penanaman pohon di bantaran sungai, pembangunan sarana pengolahan sampah, biogas dan lainnya,” demikian jelas Dr H Indra Utama SE MSi Kabid Penaatan dan Komunikasi Lingkungan BLH Sumut usai Rapat Evaluasi Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Lingkungan Hidup Tahun Anggaran 2010 dengan petugas BLH dari 27 Kabupaten/kota di Dharma Deli, Selasa (23/11).

Dikatakan Indra, setiap kabupaten boleh memilih mana yang dibutuhkan sesuai kebutuhan di daerah masing-masing. Seperti Medan, BLH Medan menggunakan DAK tersebut untuk membangun IPAL untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berlokasi di Mabar.

DAK yang dikucurkan ke Kabupaten/Kota untuk per item pembangunan maupun pengadaan mobil laboratorium dan lainnya, lanjut Indra, sebesar Rp 600 juta hingga Rp 1,8 miliar dan dikelola oleh kantor BLH di Kabupaten/Kota setempat. “Yang paling besar anggaran yang digunakan untuk pengadaan sarana laboratorium,” cetusnya.

Dikatakan Indra, ada beberapa daerah yang tidak bisa merealisasikan anggaran dikarenakan Rencana Kerja Anggaran (RKA) tidak sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) yang ditetapkan menteri atau belum direvisi oleh daerah bersangkutan. “Yang belum merevisi RKA-nya atau tidak terealisir sama sekali DAK tersebut adalah kota Gunung Sitoli,” ujar Indra.

Dalam rapat yang diikuti 27 utusan dari 27 Kabupaten/Kota itu, BLH Sumut juga memberi informasi tentang penggunaan Dana Tahun Anggaran 2011 untuk pengadaan peralatan pengujian emisi udara dan pembangunan ruang terbuka hijau.

“Selanjutnya juga kita telah sepakat untuk mengefektifkan penanganan kasus-kasus lingkungan di daerah dengan pengefektifan sekretariat penanganan kasus di 16 kabupaten/kota yang memiliki persoalan lingkungan,” pungkasnya Indra.(mc)
 

Up To Date

Pengikut