Petani Di Kabupaten Bulukumba Mengamuk Dan Merusak Proyek Irigasi
SELAYAR TERKINI WEBLOG INI DIBANGUN UNTUK MELENGKAPI KEBUTUHAN INFORMASI TENTANG SELAYAR OLEH KAMI PUTRA - PUTRI TANADOANG YANG SANGAT MENGINGINKAN PEMBANGUNAN SELAYAR DAPAT DIKETAHUI OLEH PUBLIC DENGAN TUJUAN MENARIK PARTISIPASI DEMI KELANJUTANNYA. SEMOGA KAMI BISA DAN MAMPU MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI ORANG SELAYAR DIMANAPUN BERADA, WALAUPUN DENGAN SEGALA KETERBATASAN. SILAHKAN KIRIMKAN SARAN DAN KRITIK ANDA KE LAYANAN ADUAN PUBLIK MELALUI SMS DI NOMOR 085 342 70 70 70 ATAU KELAYANAN LAINNYA DI WEBLOG INI. SALAM TANADOANG. NANTIKAN PROGRAM SPECIAL RAMADHAN 2012 DIRADIO CONTREND FM.

SETDA PEMKAB KEPULAUAN SELAYAR

Follow by Email

Rabu, 27 April 2011

Petani Di Kabupaten Bulukumba Mengamuk Dan Merusak Proyek Irigasi

Ratusan petani dari Desa Bontonyeleng dan Palambarae, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mengamuk dengan merusak proyek irigasi yang tengah dikerjakan PT Wijaya Karya, Minggu (24/4).

Proyek irigasi induk sepanjang empat kilometer rencananya akan mengairi 3.000 hektare sawah, dirusak warga, mereka kecewa kepada pihak kontraktor karena tidak mengindahkan kesepakan yang sudah disetujui sebelumnya yakni memperlebar hingga 3,7 meter, dulunya dua meter.

Kepala Desa Pallambarae, Lukman, dalam aksi tersebut menyatakan bahwa warganya merasa kecewa terhadap pelaksana proyek yang melenceng dari kesepakatan awal. Sebab, proyek senilai Rp22 miliar ini dianggarkan untuk memperlebar jalur irigasi, namun tidak dilaksanakan, melainkan menambal kembali yang bocor dan menambah ketinggian hanya 30 centimeter.

"Kami tidak terima apa yang dikerjakan pelaksana proyek. Mereka telah berani melanggar kesepakatan yang sudah disepakati. Dan menurut kami para petani, itu akan merugikan kami nantinya. Tidak ada yang diperbaiki kalau hanya menambal seperti ini. Kami merasa ditipu oleh kontraktor karena semau-maunya melanggar. Yang rugi kami para petani kan anggarannya ada untuk mendukung pengairan bagi petani, eh malah seperti ini hasilnya," ucapnya.

Menurut dia, rehabilitasi irigasi tersebut tidak menimbulkan dampak positif ke petani, melainkan kerugian karena bila air yang mengaliri sawah tidak maksimal maka ribuan hektar sawah terancam gagal panen. Selain itu, warga mengancam bila tidak dikembalikan sesuai kesepakan maka akan melakukan aksi lanjutan.

"Rabu depan (27/4) kami akan membongkar semua yang telah dikerjakan PT Wijaya Karya ini kalau tidak mau merubah polanya. Kalau tidak bisa mengerjakan kembalikan dananya ke Negara," ujarnya.

PT Wijaya Karya Semesta, melalui perwakilannya, Yayat menyatakan akan membicarakan hal tersebut ke pihak Pemerintah Provinsi Sulsel, sebab proyek ini dikerjakan atas rekomendasi Pemprov Sulsel. Selain itu, pihak pelaksana berencana melakukan pertemuan dengan warga terkait masalah itu, namun dia menolak bila dipersalahkan karena yang dikerjakan sesuai aturan dan instruksi yang ada.

"Yang dikerjakan sesuai aturan dan instruksi kok. Jelas persoalan ini masih harus dibicarakan kembali dan memikirkan solusi untuk pemecahan masalah ini. Mungkin hanya perlu penyamaan persepsi dulu sebelum ini dilanjutkan, tetapi intinya proyek itu harus tetap jalan," kata pria yang bekerja sebagai pengawas pelaksanaan proyek ini.

RCA 102,5 FM Bulukumba

Tidak ada komentar:

Up To Date

Pengikut