11/04/01 - 11/05/01
SELAYAR TERKINI WEBLOG INI DIBANGUN UNTUK MELENGKAPI KEBUTUHAN INFORMASI TENTANG SELAYAR OLEH KAMI PUTRA - PUTRI TANADOANG YANG SANGAT MENGINGINKAN PEMBANGUNAN SELAYAR DAPAT DIKETAHUI OLEH PUBLIC DENGAN TUJUAN MENARIK PARTISIPASI DEMI KELANJUTANNYA. SEMOGA KAMI BISA DAN MAMPU MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI ORANG SELAYAR DIMANAPUN BERADA, WALAUPUN DENGAN SEGALA KETERBATASAN. SILAHKAN KIRIMKAN SARAN DAN KRITIK ANDA KE LAYANAN ADUAN PUBLIK MELALUI SMS DI NOMOR 085 342 70 70 70 ATAU KELAYANAN LAINNYA DI WEBLOG INI. SALAM TANADOANG. NANTIKAN PROGRAM SPECIAL RAMADHAN 2012 DIRADIO CONTREND FM.

SETDA PEMKAB KEPULAUAN SELAYAR

Follow by Email

Senin, 02 Mei 2011

Berita Terbaru Tewasnya Pimpinan Al Qaeda

Pimpinan Tertinggi Al-Qaeda Tewas, Rakyat Amerika Berpesta

Rakyat AS Berkerumun di Depan Gedung Putih Rayakan Kematian Osama
Kabar kematian tokoh terorisme nomor wahid, Osama bin Laden, disiarkan secara live oleh semua televisi di Amerika Serikat (AS). Rakyat AS pun berkerumun di depan Gedung Putih, merayakan terbunuhnya Osama Bin Laden.

Siaran langsung oleh televisi-televisi AS ini dilakukan serentak hari ini, Minggu (1/5/2011) malam. Hingga saat ini, gegap gempita siaran-siaran langsung televisi AS itu masih terus berlangsung. Dari siaran-siaran itu, terlihat kegembiraan rakyat AS dengan berita kematian Osama.

Sementara di luar gedung putih, rakyat Washington DC mengelu-elukan kemenangan negaranya atas terorisme dengan yel-yel "USA..USA...". Hingga berita ini diturunkan, rakyat AS itu masih merayakan kematian Osama tersebut.

Mereka, terdiri dari kaum muda perempuan dan laki-laki, tampak bersuka cita atas berita kematian Osama. Selain menerikan yel-yel 'USA, USA', mereka juga membentangkan bendera AS.

Dari sumber-sumber yang memberitahukan Kantor Berita CNN, bahwa Osama tewas karena terkena bom yang dilancarkan tentara AS di sebuah rumah megah di luar Islamabad, ibukota Pakistan.

Osama bin Laden, pemimpin Al Qaeda yang sangat berjaya selama beberapa dekade adalah prioritas utama AS dalam pemberantasan terorisme, terutama karena peristiwa 911 yang menggegerkan dunia dengan robohnya gedung World Trade Centre di pusat kota New York, AS, 10 tahun yang lalu.

Saat ini AS masih menyimpan jenazah Usama Bin Laden dan hingga berita ini diturunkan, belum diberitahukan kondisinya. Yang jelas, kematian Osama ini sudah dipastikan dengan tes DNA. Presiden AS Barack Obama sebentar lagi akan menyampaikan jumpa pers terkait kematian Osama.

Osama bin Laden Dikabarkan Tewas Ditangan Intelijen Amerika

Setelah bertahun-tahun diburu otoritas Amerika Serikat, kini ada berita mengejutkan tentang Osama bin Laden. Pemimpin jaringan teroris Al Qaeda itu dikabarkan tewas. Jasadnya telah ditemukan otoritas Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan menyampaikan perihal kematian Osama itu dalam pidatonya yang akan disampaikan sebentar lagi. Demikian seperti diberitakan CNN, Senin (2/5/2011).

Berita kematian Osama telah ramai digunjingkan di Twitter. Seorang reporter CBS berkicau di akun Twitter-nya tentang kematian Osama.

"Pembantu komite Intelijen DPR mengkonfirmasi bahwa Osama bin Laden tewas. AS mendapatkan jasadnya," kicaunya.

Osama Bin Laden Tewas

Pejabat Amerika Serikat (AS), Senin (2/5), melaporkan bahwa pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden telah tewas. Pemerintah AS memiliki jenazah Osama untuk membuktikan hal tersebut.

Presiden AS Barack Obama rencananya dalam waktu dekat akan mengeluarkan pernyataan mengenai keberhasilan AS menewaskan musuh nomor satu 'Negeri Paman Sam' tersebut.

Tewasnya Osama merupakan keberhasilan besar bagi Obama dan tim keamanannya. Pendahulu Obama, George W Bush selalu berjanji akan menangkap atau menewaskan Osama yang disebut bertanggung jawab atas serangan teroris pada 11 September 2001 namun tidak pernah berhasil. (Reuters/OL-13)

Pasca Kebakaran Gardu Pada Towert BTS Benteng , Signal Indosat Menghilang Di Selayar

-Api Melalap Dan Merusak Gardu BTS Indosat Selayar
-Cuaca Yang Lembab Pasca Hujan Selamatkan Rumah Warga
-3 Buah Motor Warga Rusak Diseruduk Mobil Damkar 

-Signal Selular Indosat Se-Kabupaten Selayar Menghilang

Hingga pagi ini sejumlah warga masih terus melihat puing puing sejumlah barang barang bekas kebakaran yang terjadi di lokasi tower indosat benteng selayar. malah dari penuturan warga di sekitar lokasi bahwa kebakaran yang terjadi semalam cukup membuat mereka trauma dan menurut Pak Ajji bahwa apa yang di lihatnya semalam adalah sebuah hal yang tidak akan pernah terlupakan. Bayangkan saja saat terjadi ledakan dirinya sementara duduk di teras rumahnya yang berhadapan dengan tower indosat tersebut, belum lepas dari kaget karena ledakan yang berasal dari gardu depan tower tiba tiba dilihatnya lidah api menjulang ke angkasa menyinari tower hingga puncaknya, sehingga seakan akan api begitu berbalik ke bawah langsung menghujam dirinya, yang pada saat itu tidak dapat berbuat apa apa. Untungnya hal tersebut tidak terjadi dan keluarga serta harta bendanya selamat dari si jago merah. Pak Ajji juga menjelaskan bahwa kejadiannya begitu cepat sehingga kalau saja situasi dan kondisi atap kering mungkin akan lain ceritanya.

Sebelum kejadian memang Daerah Selayar di guyur hujan sejak beberapa hari terakhir sehingga seluruh apa yang ada dan sebenarnya mudah terbakar jadi susah terbakar karena lembab dan basah akibat air hujan. Bayangkan saja karena jalan dan sekeliling tower kan tergenang air hujan di tambah cuaca dingin dan berembun sehingga api tidak mudah merembes ke rumah kami, ujar salah seorang warga yang menunjuk rumahnya tepat di samping pagar lokasi kebakaran.

Kendati demikian, sejumlah warga mengaku cukup was was hingga pagi harinya, pasalnya masih ada asap yang sekali sekali keluar dari gardu, kemungkinan kable besar itu yang menyala.

Belum ada penjelasan resmi terkait jumlah kerugian yang di alami Indosat akibat kebakaran tersebut, namun selain Indosat dan kerugian akibat kebakaran, sebanyak 3 buah kendaraan motor rusak akibat tertabrak mobil damkar yang memadamkan api. Belum diketahui pasti persoalan tertabraknya motor warga yang sementara terparkir .

 Sementara itu dari hasil pantauan ST pagi ini mendapati tidak berfungsinya signal seluler produksi Indosat, misalnya pengguna mentari dan im3. Belum diketahui pasti akan berlangsung sampai kapan keadaan ini. Sejumlah pengguna produk Indosat berharap agar pihak pengelola segera mempercepat perbaikan agar jaringan indosat di Selayar dapat kembali di gunakan.

Dani Pedrosa Pembalap Honda, Menangi GP Portugal 2011

Pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, tampil fantastis untuk mengakhiri dominasi pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo, di Sirkuit Estoril, Portugal. Dalam balapan yang menegangkan selama 28 lap, Minggu (1/5/11), Pedrosa mengalahkan kompatriotnya asal Spanyol tersebut, untuk menjadi juara, sekaligus merengkuh kemenangan perdana pada MotoGP musim 2011 ini.

Di belakang duo Spanyol itu ada rekan setim Pedrosa, Casey Stoner, yang terpaut 7,658 detik. Sementara itu, Valentino Rossi harus menerima kenyataan pahit menjelang finis, karena sebelum melewati garis tersebut (finis), disalib oleh pebalap Repsol Honda lainnya, Andrea Dovizioso, yang terus menempelnya selama lomba.

Hasil buruk harus diterima pebalap Gresini Honda, Marco Simoncelli, yang gagal menyelesaikan lomba. Start dari posisi dua dan menjadi salah satu favorit juara, pebalap berambut jabrik ini justru mengalami kecelakaan di lap pertama pada tikungan kelima, sehingga pupuslah ambisinya untuk meraih kemenangan.

Dengan hasil seri ketiga ini, maka Lorenzo tetap berada di puncak klasemen dengan total poin 65, hasil dari sekali menang dan dua runner-up, disusul Pedrosa dengan 61 poin. Posisi tiga ditempati Stoner, yang merupakan pemenang seri perdana di Qatar, dengan koleksi 41 poin.

Jalannya lomba

Ketika lampu merah padam tanda balapan dimulai, Lorenzo langsung melejit. Juara dunia ini, yang menempati pole sekaligus memantapkan dominasinya di Estoril dengan meraih empat pole dalam empat musim terakhir, dibuntuti duo Repsol Honda, Dani Pedrosa dan Casey Stoner. Rossi pun melakukan start yang hebat, karena dia langsung melejit ke urutan empat setelah start drai posisi sembilan.

Namun nasib sial menimpa Simoncelli, karena dia jatuh sebelum pertarungan berlangsung ketat. Berada di posisi tiga dan sedang berusaha menggeber motornya, pebalap berambut jabrik ini terpental dan jatuh pada tikungan kelima, saat akan belok ke kiri, sehingga dia gagal melanjutkan lomba. Tampaknya, Sirkuit Estoril menjadi arena yang membawa sial bagi pebalap Italia tersebut, karena sejak latihan bebas, kualifikasi, dan balapan, dia selalu mengalami kecelakaan.

Memasuki lap keempat, sudah mulai terjadi gap antara dua pebalap terdepan, yaitu Lorenzo-Pedrosa, dengan Stoner dan Rossi-Dovizioso. Lorenzo dan Pedrosa, yang bersaing ketat memperebutkan posisi terdepan, unggul lebih dari dua detik atas Stoner, yang "tidak terganggu" di posisi tiga. Sedangkan Rossi terpaut lebih dari empat detik dari posisi terdepan.

Lap ketujuh, Lorenzo dan Pedrosa semakin menjauh dari kejaran para lawannya. Duo Spanyol ini sepertinya bertarung sendirian untuk menjadi yang terbaik karena mereka hanya berselisih kurang dari 0,1 detik. Sedangkan Stoner, yang berada di belakang mereka, tertinggal lebih dari dua detik. Sedangkan di kelompok ketiga yang memperebutkan posisi empat, terjadi pertarungan ketat antara Rossi, Dovizioso dan pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards.

Memasuki lap ke-12, Rossi semakin jauh tertinggal dari tiga pesaing di depannya. "The Doctor" terpaut lebih dari delapan detik dengan Lorenzo, yang terus mendapat tekanan keras dari Pedrosa, yang sampai lap ini membuat tiga kali fastest lap. Secara keseluruhan, tak ada perubahan komposisi karena semua pebalap yang masih tampil, bisa mempertahankan posisinya.

Hanya saja, persaingan menjadi semakin monoton karena hanya melibatkan Lorenzo dan Pedrosa. Bahkan saat balapan tersisa enam lap lagi, mereka semakin jauh meninggalkan Stoner yang terpaut lebih dari lima detik, apalagi dengan Rossi, yang kian tertinggal dengan gap lebih dari 13 detik.

Perjuangan keras Pedrosa untuk mengejar Lorenzo membuahkan hasil pada lap ke-24. Setelah menggeber secara maksimal motornya di lintasan lurus dan melakukan pengereman keras, dia berhasil mengambil dari sisi dalam saat menikung ke kanan, sehingga mampu mengambilalih jalannya balapan tersebut. Satu lap berselang, Pedrosa, yang total melakukan enam fastest lap, semakin menjauh dengan selisih lebih dari 0,4 detik atas Lorenzo, yang pada tiga musim terakhir selalu merajai GP Portugal (baik kualifikasi maupun balapan).

Kesuksesan ini juga menunjukkan bahwa gangguan pada bahu yang dialami Pedrosa sudah mulai pulih. Padahal, dia sedang dalam proses penyembuhan pasca-operasi awal bulan April, untuk mengeluarkan plat besi di tulang selangkanya, yang ditengarai menjadi penyebab dirinya mati rasa saat balapan (di Qatar dan Jerez).

Hasil pahit harus dialami Rossi, yang kembali harus finis di posisi lima. Sudah berada dalam posisi yang bagus untuk memperbaiki hasilnya bersama Ducati pada musim ini, dia justru "terpeleset" ketika akan menyentuh garis finis karena disalib Dovizioso. Alhasil, Rossi kembali mengulangi hasil di GP Spanyol awal bulan April ketika finis di posisi lima, dan juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut harus menunggu lagi untuk mewujudkan impian naik podium.

Setelah GP Portugal ini, para pebalap kembali mempersiapkan diri menghadapi GP Perancis di Sirkuit Le Mans, pada 15 Mei mendatang. Musim lalu, Lorenzo menjadi jawara di sirkuit ini, disusul Rossi dan Dovizioso.

- Hasil GP Portugal, Minggu (1/5/11)
1.  Dani Pedrosa          ESP       Repsol Honda Team          45m 51.483s
2. Jorge Lorenzo          ESP      Yamaha Factory Racing      45m 54.534s
3. Casey Stoner           AUS      Repsol Honda Team           45m 59.141s
4. Andrea Dovizioso   ITA       Repsol Honda Team           46m 8.013s
5. Valentino Rossi       ITA       Ducati Marlboro Team       46m 8.038s
6. Colin Edwards        USA      Monster Yamaha Tech 3     46m 24.058s
7. Hiroshi Aoyama      JPN       San Carlo Honda Gresini    46m 30.232s
8. Cal Crutchlow         GBR     Monster Yamaha Tech 3      46m 32.395s
9. Nicky Hayden          USA     Ducati Marlboro Team        46m 46.370s
10. Randy de Puniet     FRA     Pramac Racing Team           46m 51.180s
11. Toni Elias              ESP      LCR Honda MotoGP           46m 51.857s
12. Loris Capirossi      ITA      Pramac Racing Team           46m 53.276s
13. Alvaro Bautista      ESP     Rizla Suzuki MotoGP           47m 15.853s

DNF:
Ben Spies                    USA     Yamaha Factory Racing
Karel Abraham            CZE     Cardion AB Motoracing
Hector Barbera           ESP      Mapfre Aspar Team
Marco Simoncelli       ITA      San Carlo Honda Gresini

- Klasemen sementara

1. Jorge Lorenzo              Yamaha Factory Racing         65
2. Dani Pedrosa               Repsol Honda Team               61
3. Casey Stoner                Repsol Honda Team               41
4. Valentino Rossi           Ducati Marlboro Team            31
5. Nicky Hayden              Ducati Marlboro Team            30
= Andrea Dovizioso        Repsol Honda Team                30
7. Hiroshi Aoyama          San Carlo Honda Gresini         28
8. Cal Crutchlow             Monster Yamaha Tech 3          21
9. Colin Edwards            Monster Yamaha Tech 3          18
10. Hector Barbera          Mapfre Aspar Team                14
11. Karel Abraham          Cardion AB Motoracing          12
= Toni ElĂ­as                    LCR Honda MotoGP                12
13. Marco Simoncelli     San Carlo Honda Gresini          11
14. Ben Spies                 Yamaha Factory Racing             10
15. Loris Capirossi         Pramac Racing Team                 9
16. John Hopkins            Rizla Suzuki MotoGP                 6
= Randy de Puniet           Pramac Racing Team                 6
18. Alvaro Bautista        Rizla Suzuki MotoGP                  3

Mappinawang Rancang Pembelaan, Organisasi Advokat Bentuk Tempa

Oleh: Nasrun Nur

 Hidup di ruang tahanan tidak membuat semangat Mappinawang kendur. Sebaliknya, dia tegar. Apalagi, seorang jaksa senior dari Kejaksaan Tinggi Sulsel ikut salut dan memberi dukungan moril kepadanya. Jaksa itu bernama Sawabi Natsir.

Kemarin, Jumat, 29 April, Mappinawang “kebanjiran” tamu. Ruang Kepala Rumah Tahanan Negara Mamuju, tempat Mappinawang menjalani penahanan, serasa sesak. Tamu-tamu itu didominasi pengacara. Ada juga sejumlah aktivis organisasi non pemerintah (ornop).

Inilah kali pertama Mappinawang bebas menerima tamu setelah hampir 24 jam ditahan di rutan tersebut. Pertemuan itu tak disia-siakan Mappinawang untuk menyampaikan rencana pembelaannya. Menurut Mappinawang, sangkaan money laundering atau pencucian uang yang dituduhkan jaksa kepadanya bakal menjadi preseden buruk bagi kalangan pengacara. Mappinawang menjelaskan, jika kasus dikatakan money laundering adalah ketika uang yang diberikan ke seseorang tersebut berasal dari hasil kejahatan misal pembelaan pada seorang koruptor.

“Uang yang saya berikan kepada anggota KPU (Komisi Pemilihan Umum Mamuju, red) itu terserah saya. Itu uang saya kok. Dan saya memberikannya saat sudah tidak ada hubungan kerja lagi dengan mereka (KPU Sulbar, red), karena perjanjian kerja juga sudah berakhir,” ungkap Mappinawang.

Selama pertemuan berlangsung, sesekali istri Mappinawang memberi semangat kepada pria kelahiran Selayar ini. Senyum Mappinawang tak pernah terputus. Terutama kepada wartawan yang menyambangi.

Mappinawang menegaskan, dia menghormati proses hukum terhadap dirinya. “Tapi saya juga akan menempuh prosedur hukum. Saya berharap akan ada titik temu nanti sehingga kasus ini bisa dipandang secara objektif oleh semua pihak,” ungkap dia.

Penegasan ini disampaikan Mappinawang juga kepada para pengacara yang menjenguknya. Memang, imbas penahanan Mappinawang oleh Kejari Mamuju di Rutan Kelas II B Mamuju sejak Kamis sore 28 April, membuat sejumlah asosiasi advokat menggalang kekuatan. Solidaritas pengacara yang diberi nama Tim Pengacara Pembela Mappinawang (Tempa) langsung dibentuk usai sejumlah relasi dan kerabat mengunjungi mantan Ketua KPU Sulsel ini.

Mereka yang bergabung di antaranya mantan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Hasbi Abdullah, Ketua LBH Makassar, Abdul Muttalib, dan aktivis perempuan Sulsel, Zohra Andi Baso. Ikut pula bergabung Koordinator Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi (KPJKB) Jupriadi.

Sedang organisasi pengacara yang mendukung Mappinawang adalah Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI), Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia (HAPI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, hingga Kongres Advokat Indonesia (KAI) dan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). “Kami siap menghimpun rekan pengacara.

Saat ini saja sudah seratusan lebih rekan yang menyatakan siap mendampingi Kak Mappi,” kata Hasbi Abdullah. Di kalangan koleganya, Mappinawang akrab disapa “Kak Mappi”.

Untuk langkah selanjutnya, ungkap Hasbi, tim advokasi untuk Mappinawang akan mengupayakan penangguhan penahanan. Jaminannya adalah seluruh pengacara yang tergabung dalam Tempa. Surat permohonan penangguhan penahanan telah diajukan begitu Mappinawang dijebloskan ke Rutan Mamuju.

“Mappinawang selaku senior saya di LBH selalu mengajarkan tentang ketelitian dan kehatihatian. Sehingga dengan segala integritas yang ada, kami akan mendampingi Mappinawang dan mengajukan penangguhan penahanan,” tegas Hasbi Abdullah.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulsel yang juga aktivis perempuan, Zohra Andi Baso, menegaskan jika pihaknya tetap memberikan dukungan moril kepada Mappinawang. “Terlepas nanti apakah Mappinawang diputuskan bersalah atau tidak, kami tetap memberi dukungan moril dan berharap dia tetap kuat,” kata

Zohra.

Sementara itu, di Rutan Mamuju, Mappinawang ditempatkan satu kamar dengan mantan Kepala Dinas Perkebunan Mamuju, Andi Syaharuddin. Mantan pejabat Mamuju ini ditahan setelah menjadi tersangka kasus

pengadaan pupuk. Keduanya berada di Kamar 2 Rutan Mamuju.

Selama semalam bersama di kamar tahanan, Syaharuddin pun menyatakan kekagumannya atas sosok Mappinanwang yang tetap terlihat tegar. Dia menyatakan jika Mappinawang dan dirinya merupakan korban konspirasi dan kekuatan tertentu.

Kunjungan Kerja Anggota Dprd Selayar

Kunjungan Kerja Atau Jalan jalan " ?

Membaca berita yang tertulis dalam sebuah web dengan alamat  http://imz.or.id/new/news/770/kunjungan-kerja-dprd-kab-selayar-ke-imz/ tentang Kunjungan Kerja Anggota Dprd Selayar pada Selasa 12 April lalu, cukup membingungkan pembaca, khususnya kami dari redaksi yang memang menjadi satu kewajiban melakukan pantauan berita dan informasi online setiap harinya. dari sebuah release ini kami kemudian menyimpulkan sementara bahwa maksud dari penulisnya cukup bagus yakni mempublikasikan melalui media online kegiatan ini, namun disisi lain kemudian timbul pertanyaan yang mengarah pada wakil rakyat selayar saat ini, dimana diketahui bahwa hingga saat ini belum ada pembiayaa untuk hal tersebut, ataukan mungkin memang ada namun tidak kami ketahui ? padahal DPA dari kegiatan di Dprd TA 2011 juga ada ditangan kami. Berikut release yang kami copy untuk pembaca :

Kunjungan Kerja DPRD Kab. Selayar ke IMZ

Selasa (12 April 2011) lalu rencananya Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ) akan menerima kunjungan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar. Kunjungan dimaksudkan dalam rangka konsultasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Zakat di Kabupaten Selayar. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Selayar yang hadir direncanakan berjumlah 7 (tujuh) orang yang berasal dari Panitia Khusus (Pansus) B.

Dalam surat resminya yang dikirimkan tanggal 8 April 2011,  DPRD  Kabupaten Selayar yang saat ini sedang melakukan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Zakat membutuhkan masukan dan saran dari IMZ tentang materi yang terkandung dalam Ranperda tersebut.

IMZ sebagai lembaga yang sejak awal berkhidmat untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan dunia perzakatan  akan menerima dengan baik kunjungan anggota DPRD Kabupaten Selayar ini. Kunjungan kerja DPRD Kabupaten Selayar ini akan diterima langsung oleh Ibu Nana Mintarti sebagai Direktur Utama IMZ, ditemani oleh tim Riset dan Advokasi, Marketing, Pusat Informasi Zakat, dan Capacity Building. (http://imz.or.id/)

Poros Bulukumba - Bira Ditanami Pohon Pisang

Kesal Jalanan Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang

Sampai hari ini warga Tanah Beru, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba masih membiarkan pohon-pohon pisang yang mereka tanam di tengah jalan provinsi sejak Sabtu (30/4/2011) siang kemarin.

Warga mengaku kesal dengan pemerintah yang tak kunjung peduli, warga terpaksa merusaki kebun-kebun mereka dengan menebangi dan mencabuti pohon pisang untuk kembali menanamnya di tengah jalan provinsi yang telah rusak parah.

Masyarakat  yang bermukim di Tanah Beru merasa dirugikan. Semenjak jalan dipenuhi lubang yang sewaktu-waktu kendaraan menjadi rusak ketika sedang melintasi jalan tersebut mengalami kerugian lebih banyak.

Akibat jalan rusak, tidak sedikit pengendara yang melewati jalan tersebut terjatuh hingga memakan korban jiwa. Untuk melalui jalan yang ditanami pohon pisang, warga terpaksa membuka jalur sistem buka tutup. Mereka menyatakan, aksi mereka akan berakhir jika jalan transprovinsi ini diperbaiki.


(Sumber : RCA 102,5 FM Bulukumba)

Bupati Bulukumba Resmikan TK PAUD

Bupati Bulukumba H Zainuddin Hasan, Kamis (28/4), didampingi Asisten Administrasi umum Bau Amal, Stah Ahli Hukum dan Politik Sukri Saleh melakukan pengguntingan pita pertanda diresmikannya penggunaaan  Taman Kanak-Kanak Pendidikan usia  dini TK (PAUD ) Anugerah yang berlokasi di kelurahan Tanuntung Kecamatan Herlang.

Pembangunan gedung  TK  yang memiliki  luas lahan sekitar  10 x 25 m2 dan luas bangunan seluas 6 x 15 M2 , adalah salah satu program kerja PNPM-MP wilayah Herlang  dan menghabiskan anggaran sekitar  Rp. 120 juta.

“Untuk tahun ajaran 2011 TK PAUD menerima murid TK sebanyak 40 orang, adapun tenaga guru sebanyak 5 orang”, ujar Pengurus PNPM Mandiri A Sukman.

Bupati Bulukumba paada kesempatan tersebut menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pemilik lahan, Sittiara yang telah mewakafkan tanahnya untuk dibanguni Gedung TK.

"Mudah mudahan tanah yang diwakafkan ini, bermanfaat demi kemajuan pendidkan khusunya anak TK PAUD  di kecamatan Herlang”, harap bupati.

Turut hadir anggota dalam peresmian  tersebut  anggota DPRD A. Makkasau, Abd Razak yang merupakan anggota DPRD Dapil Herlang Kajang Bontotiro, Sekcam Herlang, Lurah Herlang A Mappangaja, Tokoh masyarakat, kepala lingkungan Alorang A Hikmawati yang juga ketua paniitia acara.




(Sumber : RCA 102,5 FM Bulukumba)

Berita RCA 102,5 FM Bulukumba


PSDA Bulukumba Kembali Bersihkan Selokan

 
Bulukumba, RCAnews - Untuk kesekian kalinya Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) turun aksi membersihkan kota. Pekan sebelumnya PSDA membersihkan kanal dalam kota untuk mengantisipasi curah hujan yang tinggi yang bisa mengakibatkan kanal meluap, kali ini hari Jumat  (30/4) Dinas PSDA fokus membersihkan selokan-selokan di seputaran kantor Bupati dan Bundaran Pinisi. 

Selokan dibersihkan dari sampah dan sedimentasi agar airnya dapat berjalan lancar. Menurut Kadis PSDA, Harun, Terlepas upaya pemerintah untuk meraih Adipura, gerakan kebersihan dengan membersihkan selokan dapat mencegah terjadi luapan air pada saat hujan, terutama di seputaran Bundaran Pinisi. 

"Kami berharap masyarakat bisa turut mendukung upaya ini dengan berpartisipasi aktif dalam gerakan kebersihan, paling tidak jika mereka tidak bisa turut membersihkan maka jangan mengotori, itu yang kami minta," ujar Harun.



Gerakan kebersihan yang telah dicanangkan oleh Bupati Zainuddin Hasan saat ini sudah mulai terasa, khususnya pada hari Jumat kita akan menemukan kelompok-kelompok orang yang melakukan kerja bakti pembersihan, baik dari aparat pemerintah maupun dari unsur masyarakat. 

"Semoga aktifitas ini berlanjut terus menerus bukan karena ingin mendapatkan Adipura, namun karena iman seseorang akan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan," ujar Zainuddin.


RCA 102,5 FM Bulukumba

Pencari Kerja di Sulsel 3,5 Juta Orang

Berdasarkan data Disnakertrans Sulsel, sat ini jumlah pencari kerja di Sulsel mencapai 3,5 juta orang, sementara yang sudah bekerja sekitar 3,2 juta orang dan jumlah penangguran masih tercatat 298 ribu orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel, Saggaf Saleh di Makassar, Senin, mengatakan, jumlah pencari kerja di daerah ini belum sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia. Sementara posisi tawar pekerja masih lemah karena belum memiliki keterampilan yang dibutuhkan pemberi kerja atau perusahaan.

"Terjadi ketidakseimbangan antara pencari kerja maupun pengangguran dari tahun ke tahun. Ini harus disikapi dengan hati-hati dan bijak," katanya.

Dia menambahkan, sebenarnya pada akhir 2010 sesuai pernyataan Menteri Tenaga Kerja, terdapat sekitar 15 ribu lowongan untuk tenaga kerja di daerah ini pada akhir 2010. Namun sayangnya, lanjut dia, hal itu tidak dapat terpenuhi seluruhnya karena tenaga kerja yang ada belum sesuai dengan spesifikasi bidang yang dibutuhkan.

Dalam Dialog Peringatan Hari Buruh se-Dunia di Hotel Singgasana, Makassar, Minggu 1 Mei 2011, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo berjanji kepada buruh untuk memperbanyak investor di daerah ini agar lapangan kerja terbuka luas.

"Kita harapkan, dengan banyaknya investor masuk ke Sulsel, berarti lapangan kerja akan terbuka lebar bagi tenaga kerja kita," kata Syahrul.

Peringatan Hari Buruh se-Dunia di Makassar kemarin digelar dalam bentuk dialog interaktif yang diprakarsai oleh pemerintah dan tiga organisasi buruh yakni Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI), Serikat Sejahtera Buruh Indonesia (SSBI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sulsel.


(Sumber : RCA 102,5 FM Bulukumba)

Minggu, 01 Mei 2011

Hari Buruh International 2011

Hari buruh internasional 1 mei 2011 di peringati oleh berbagai elemen buruh se dunia. Di tangerang setidaknya ada beberapa perwakilan yang tergabung dalam FRONT OPOSISI RAKYAT INDONESIA Tangerang, di antaranya dari FSKBU, SERABUTAN, DKR, PUK-SPSI PT. TIRTA MARTA, PUK-GSPMI PT.SAT ALFA Cikokol, FSBB PT.PMJ, PUK-TSK SPSI PT.ADIS, PRD (Perhimpunan Rakyat Pekerja)

   Gabungan front ini meneriakan orasi orasi yang menuntut kepada pemerintah agar lebih mensejahtrakan rakyat pekerja. Aksi ini di mulai dari sekitar jalan baru cikupa tangerang yang akan melanjutkan aksi longmarch ke jakarta. Dlam selebaran yang mereka bawa ada beberapa hal yang mereka tuntut kepada pemerintah
"KEPUNG DAN DUDUKI BANDARA SOEKARNO HATTA UNTUK MENUNTUT"
1. Upah layak nasioonal
2. Hapus pekerja kontrak dan outsourcing
3. Stop union busting
4. Pendidikan gratis untuk rakyat
5. Kesehatan gratis untuk rakyat
6. Tanah garapan untuk petani
7. Subsidi BBM untuk nelayan
8. 1 mei sebagai hari libur Nasional

    Dalam selebaranya mereka juga menulis

FOR Indonesia ( Front Oposisi Rakyat Indonesia) Tangerang
May day 2011
"Hancurkan Neoliberalisme, Bangun kekuatan rakyat rakyat bergerak, Tuntut hidup layak"
Salam rakyat pekerja,

Kebali pada tanggal 1 mei 2011, sebagian rakyat pekerja di indonesia akan memperingati Hari buruh internasional atau mayday. Sudah beberapa tahun terakhir in barisan rakyat pekerja indonesia selalu turun ke jalan dan memenuhi pusat pusat kekuasaan pada tanggal 1 mei untuk mendesak dan menuntut pemerintah agar meningkatkan kesejahteraan bagi rakyat pekerja. Tuntutan tuntutan peningkatan kesejahteraan pun selalu di lontarkan oleh kaum buruh kepada pemerintah. Artinya pemerintah tentu saja sudah sangat hafal dan paham mengenai apa yang di inginkan oleh kaum buruh.

    Namun apa hasilnya? Tuntutan pemberian upah layak nasional hanya di balas dengan pemberian kenaikan upah sebesar 8,69% saja. UMP yang paling tinggi adalah provinsi papaua barat sebesar Rp. 1.410.000 dan yang paling rendah adalah provinsi jawa tengah sebesar Rp.675.000. Bahkan UMK Tangerang sbesar Rp.1290.000 di gugat oleh Apindo di PTTUN. itupun pemerintah memenangkan gugatan dari Apindo tersebut, Sehingga kaum buruh harus menelan pil pahit dengan terancam di turunkanya menjadi Rp.1.243.000 . Jelas ini membuktikan bahwa pemerintah tidak berpihak pada rakyat pekerja.

    Tuntutan penghapusan sistem kerja kontrak outsourcing pun tidak di hiraukan oleh pemerintah pendukung neoliberalisme ini. Lembaga buruh internasional (ILO) melansir data bahwa di indonesia ada 65% pekerja kontrak outsourcing Artinya hanya 35% pekerja tetap di indonesia atau 9,5 juta orang.
Kebijakan sistem kerja kontrak outsourcing adalah salah satu kebijakan yang kenyengsarakan kehidupan kaum buruh. Sistem kerja kontrak outsourcing yang di landasi oleh penerapanUU 13/2003 Tentang ketenaga kerjaan menyebabkan rakyat pekerja tidak memiliki KEPASTIAN KERJA. Pekerja kontrak dan outsourcng akan rentan menerima intimidasi bahkan PHK ketika menerima masalah dari perusahaan atau bahkan ingin terlibat dalam serikat Buruh. Pada tahun 2010 hampir 75-80% buruh atau pekerja outsourcing kalah dalam kasus ketenagakerjaan di pengadilan Hubungan Industrial (PHI) atau kalaupun menang mereka akan kesulitan mendapatkan pesangon.

     Pemberangusan Serikat Buruh ( UNION BUSTING) juga menjadi fenomena yang marak akhir akhir ini. Mutasi atau bahkan kriminalisasi terhadap pengurus serikat buruh juga kerap kali di lakukan oleh para pemilik modal.
Belum lagi kebijakan privatisasi yang sangat rentan terhadap PHK. Pendidikan mahal untuk rakyat, tidak adanya tanh garapan buat petani, di cabutnya subsidi untuk rakyat dan tidak addanya pelrindungan sosial bagi para buruh dan rakyat pada umumnya semakin memperparah keterpurukan yang di alami rakyat Indonesia.

Itulah gambarankondisi perburuhan di indonesia saat ini. Sudah berulang kali kaum buruh mendesak kepada pemerintah agar memberikan hak hak kesejahteraan bagi buruh. Namun selalu di abaikan. Seluruh orang yang bekerja di indonesia , baik yang bekerja pada pabrik, di kantor, di institusi pendidikan, di perbankkan, atau di manapun akan sangat rentan kondisi kesejahteraan ketika pemerintah saat ini tidak pernah peduli terhadap nasib para pekerjanya.

Sudah saatnya kondisi yang sangat mencekik leher kaum buruh di indonesia di rubah. Namun perubahan tersebut tidak mungkin kita sandarkan kepada pemerintah Neoliberal seperti pemerintah saat ini hanya akan memberikan keuntungan kepada para pemilik modal. Terbukti di berbagai kebijakan di bidang perburuhan. Untuk merubah kondisi saat ini momentum May day 2011 harus di manfaatkan untuk memberikan tamparan bagi pemerintah Neoliberal

Penjualan Pupuk Impor Bahan Bom Ikan Masih Marak Di Selayar

Penjual Pupuk Matahari Yang Di Duga Bahan Baku Pembuatan Bom Ikan Ada Di Selayar "

 Lagi -lagi kesuksesan pihak kemanan membongkar penyelundupan ratusan karung pupuk cap matahari yang kerap di gunakan sebagai bahan baku atau bahan peledak dalam perakitan bom ikan untuk kebutuhan para pelaku illegal fishing dikawasan perairan laut selayar menjadi buah bibir di kalangan pemerhati Selayar belakangan ini. Terkhusus dari Forum Peduli Selayar yang memang memantau terus secara kontinyu seluruh wilayah di daerah ini. Bila  dalam beberapa minggu lalu aparat Polres Selayar kemudian kembali mengendus seorang warga Bonerate kecamatan Pasimarannu menyimpan pupuk cap matahari dan di sangka sebagai pengedar bahan tersebut, namun kemudian di lepaskan kembali dengan status tahanan kota.

Bila dalam kurun waktu 3 bulan terakhir FPS mencatat, bahwa kepolisian telah melakukan prestasi yang cukup memuaskan kita semua, maka tentulah sebuah kewajiban bagi kita semua untuk mempertanyakan bagaimana tindak lanjut dari penagkapan tersebut. Bukankah muara dari sebuah proses hukum yang di duga sebagai perbuatan melanggar hukum adalah meja hijau atau pengadilan dengan sebuah keputusan hakim ? lantas bagaimanakah perkembangan semua prestasi yang telah terukir tersebut. Inilah yang membuat FPS kemudian mencoba kembali mempublish sebuah release berita dari sebuah media online dibawah ini  :


Polisi Sita 480 Karung Bahan Peledak   
Ditulis oleh Sirait 
Kamis, 03 Februari 2011 16:39


Direktorat Kepolisian Air Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan berhasil mengamankan 480 karung bahan peledak yang akan digunakan nelayan untuk merakit bom ikan. Bahan peledak yang tersimpan dalam karung pupuk tersebut sedianya akan diedarkan kepada para nelayan sekitar.

Direktur Direktorat Kepolisian Air Polda Sulsel, Kombes Pol Agus Sutikno, membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan anggotanya saat melakukan Patroli di Perairan Takabonerate, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.

Menurutnya, saat itu, anggota Dirpolair sedang melakukan Patroli rutin di perairan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Kemudian berhasil menemukan nelayan yang menyimpan bahan peledak untuk digunakan menangkap ikan.

Selain barang bukti yang diamankan, polisi juga menangkap dua tersangka yakni Sukri, (45) dan Hasan, (25). Kedua pelaku berikut barang buktinya 480 kini dalam pengamanan pihak kepolisian.

Sementara itu, Komandan Tim Patroli, Iptu Tombong menjelaskan saat itu, pihaknya mencurigai adanya kapal nelayan yang memuat ratusan karung. Setelah didekati dan melakukan pemeriksaan, barang bawaan mereka, ternyata bukan pupuk melainkan bahan peledak untuk merakit bom ikan.

“Dua pelaku dan barang bukti kami bawa ke kantor untuk diamankan," kata Tombong.

Lanjut Tombong, sesuai pengakuan tersangka, bahan peledak rencananya akan diedarkan kepada para nelayan di kawasan perairan Selayar dan sekitarnya. (detik nusantara.com)


(Sumber: Forum Peduli Selayar)

Atasi Masalah Jalan Nasional, Bupati Kabupaten Bulukumba Turun Tangan

 Proyek pelebaran jalan nasional Fase ESS 04  poros Caile - Palampang sepanjang 20,737 km yang dilaksanakan melalui program EINRIP (Eastern Indonesia National Road Improvement yang akan segera dilaksanakan Mei mendatang dipastikan berjalan mulus setelah seluruh warga pemilik tanah menerima kesepakatan ganti rugi yang akan diberikan pihak pendonor.

Proyek yang didanai oleh Ausaid (Bantuan Pemerintah Australia) senilai Rp. 200 milyar lebih tersebut juga mencakup Fase ESS 05 Poros Palampang Perbatasan Sinjai-Bulukumba, sepanjang 19,952 km.

Kepala Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Taufiq mengungkapkan hal tersebut setelah menyelesaikan seluruh administrasi kesepakatan pembebasan lahan dengan warga pemilik tanah sepanjang proyek tersebut, Kamis 28/4.

"Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan turun langsung menemui beberapa warga yang masih belum sepakat, namun dengan pendekatan dan komunikasi yang dilakukan semuanya sudah mengerti," ujar Taufiq yang  turut mendampingin Bupati bersama Kabag Humas dan Protokol Daud Kahal.

Dalam proses negosiasi dengan warga Bupati tidak perlu berlama-lama. Dengan meyakinkan mereka bahwa proyek ini untuk kepentingan umum dan akan menguntungkan warga, mereka semua langsung setuju dan bertanda tangan, sehingga hari ini  seluruh berkas sudah rampung dan akan segera dikirim ke Makassar untuk di proses lebih lanjut oleh pemimpin proyek di Makassar.

"Semua warga penerima ganti rugi akan menerima uangnya langsung ke rekeningnya masing-masing sesuai dengan nilai atau hitungan yang telah ditetapkan berdasarkan rapat kesepakatan warga dengan pemerintah setempat sebelumnya," kata Taufiq.

Warga yang masuk dalam daftar tidak perlu ragu terkait ganti rugi ini karena dijamin dananya pasti akan diterima sebelum proyek ini berjalan, tambah Taufiq meyakinkan.


(Sumber : RCA 102,5 FM Bulukumba )

Kesal Jalanan Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang

Sampai hari ini warga Tanah Beru, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba masih membiarkan pohon-pohon pisang yang mereka tanam di tengah jalan provinsi sejak Sabtu (30/4/2011) siang kemarin.

Warga mengaku kesal dengan pemerintah yang tak kunjung peduli, warga terpaksa merusaki kebun-kebun mereka dengan menebangi dan mencabuti pohon pisang untuk kembali menanamnya di tengah jalan provinsi yang telah rusak parah.

Masyarakat  yang bermukim di Tanah Beru merasa dirugikan. Semenjak jalan dipenuhi lubang yang sewaktu-waktu kendaraan menjadi rusak ketika sedang melintasi jalan tersebut mengalami kerugian lebih banyak.

Akibat jalan rusak, tidak sedikit pengendara yang melewati jalan tersebut terjatuh hingga memakan korban jiwa. Untuk melalui jalan yang ditanami pohon pisang, warga terpaksa membuka jalur sistem buka tutup. Mereka menyatakan, aksi mereka akan berakhir jika jalan transprovinsi ini diperbaiki.

(Sumber : RCA 102,5 FM Bulukumba)

Rabu, 27 April 2011

10 Pejabat Polda Sulsel Dilantik

10 Pejabat Polda Dilantik
AKBP Chevy Kabid Humas


Untuk lebih menyegarkan siklus organisasi, sejumlah pejabat Polda Sulsel dilantik, Senin (25/4).
Mereka itu, Dir Polair, dari Kombes Pol Agus Sutikno ke Kombes Pol Frederik Kalalembang, Kabid Binkum dari Kombes Pol Edison Sitorus ke Kombes Pol Setiyono.

Pejabat lainnya, Kapolres Pelabuhan dari AKBP Sri Rejeki Budiarti ke AKBP Audy Alfritz, Kapolres Luwu Utara dari AKBP Khoirut Tauchid ke AKBP Agus Resendi dan Kapolres Mamasa dari AKBP Agus Resendi ke AKBP I Made Sunarta.
Kegiatan lain, pelantikan Dir Reskrimksus, Kombes Pol Dani Wiswa Wardana, Dir Pamobvit, Kombes Pol Anthoni Hutabarat, Dir Sabhara, Kombes Pol Bambang Prayitno dan Kabid Humas AKBP Chevy Acmad Sopari.
Kapolda Sulselbar Irjen Johny Wainal Usman mengatakan mutasi merupakan salah satu siklus manajemen sumber daya manusia Polri.
Tujuannya untuk menyegarkan suasana pada kesatuan kerja dan pembinaan karir personel sehingga terjadi kualitas kinerja organisasi. (*)

Lansiran Berita Tentang Kunjungan Kerja Dprd Selayar Yang Membingungkan

Membaca berita yang tertulis dalam sebuah web dengan alamat  http://imz.or.id/new/news/770/kunjungan-kerja-dprd-kab-selayar-ke-imz/ tentang Kunjungan Kerja Anggota Dprd Selayar pada Selasa 12 April lalu, cukup membingungkan pembaca, khususnya kami dari redaksi yang memang menjadi satu kewajiban melakukan pantauan berita dan informasi online setiap harinya. dari sebuah release ini kami kemudian menyimpulkan sementara bahwa maksud dari penulisnya cukup bagus yakni mempublikasikan melalui media online kegiatan ini, namun disisi lain kemudian timbul pertanyaan yang mengarah pada wakil rakyat selayar saat ini, dimana diketahui bahwa hingga saat ini belum ada pembiayaa untuk hal tersebut, ataukan mungkin memang ada namun tidak kami ketahui ? padahal DPA dari kegiatan di Dprd TA 2011 juga ada ditangan kami. Berikut release yang kami copy untuk pembaca :

Kunjungan Kerja DPRD Kab. Selayar ke IMZ

Selasa (12 April 2011) lalu rencananya Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ) akan menerima kunjungan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar. Kunjungan dimaksudkan dalam rangka konsultasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Zakat di Kabupaten Selayar. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Selayar yang hadir direncanakan berjumlah 7 (tujuh) orang yang berasal dari Panitia Khusus (Pansus) B.

Dalam surat resminya yang dikirimkan tanggal 8 April 2011,  DPRD  Kabupaten Selayar yang saat ini sedang melakukan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Zakat membutuhkan masukan dan saran dari IMZ tentang materi yang terkandung dalam Ranperda tersebut.

IMZ sebagai lembaga yang sejak awal berkhidmat untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan dunia perzakatan  akan menerima dengan baik kunjungan anggota DPRD Kabupaten Selayar ini. Kunjungan kerja DPRD Kabupaten Selayar ini akan diterima langsung oleh Ibu Nana Mintarti sebagai Direktur Utama IMZ, ditemani oleh tim Riset dan Advokasi, Marketing, Pusat Informasi Zakat, dan Capacity Building. (http://imz.or.id/)

Dapatkan Album Baru Lagu Daerah Bugis Yang Diusung Penyanyi Bulukumba

Riza Penyanyi Bulukumba Luncurkan Album Baru

Penyanyi lagu daerah Bugis Makassar asal Bulukumba, Riza Usman kembali meluncurkan album baru bertajuk Anging Bangngi  pada bulan April 2011. Riza yang sebelumnya memakai nama Amby S. kini 'ganti kulit' menjadi Riza Usman. Sebelumnya penyanyi yang populer dengan lagu Cabbondeng-Bondeng ciptaan Anci Laricci pada 2008 ini telah memiliki tiga album dalam bentuk kompilasi bersama penyanyi daerah lainnya.

Dalam album terbarunya, terdapat sepuluh buah lagu Makassar. Beberapa lagu andalan seperti Anging Bangngi, Kulau Anti Rambu, Tenaki Baku' Ero dan Pelabuhan Cappa Ujung diprediksi dapat memenuhi dahaga penikmat musik dan lagu-lagu daerah Makassar di Sulsel. Semua lirik lagu diciptakan sendiri oleh Riza.

"Album terbaru ini mengusung genre musik pop melayu dengan lirik bahasa Makassar yang easy listening dan mudah dicerna," ujar Riza saat bertandang ke studio RCA, Minggu (24/4).

Album Anging Bangngi  direkam dan didistribusikan oleh perusahaan rekaman Musik Kita Records. Album ini bisa diperoleh dalam bentuk DVD/VCD/CD di toko-toko kaset di seluruh kabupaten di Sulsel.

Riza sebenarnya telah memiliki beberapa single hits di antaranya Cabbondeng-Bondeng, Musessa Temmugasa' yang terdapat dalam album kompilasi bersama penyanyi lainnya dari Bulukumba, Karnianti pada tahun 2008 silam.

Ketika ditanya RCAnews, mengapa tidak menyanyikan lagu berbahasa Konjo seperti yang dilakukan Laskar Kelor Band, Riza menjelaskan bahwa justru sebenarnya dia yang pertama kali mempopulerkan lagu-lagu daerah berbahasa Konjo sejak tahun 2010.

Pada sekitar awal tahun 2010, Riza pernah menelurkan album bertajuk Lagu-lagu Daerah Konjo di bawah naungan Jansen Records berisi sepuluh lagu berlirik bahasa Konjo  yang sebahagian besar ciptaan sendiri. Kala itu Riza masih menggunakan nama Amby S. Lagu-lagu Konjo milik Riza yang akrab bagi masyarakat Bulukumba saat itu adalah lagu-lagu seperti Ikau To'ji, Ballo To'ji Kelong Konjoa dan A'ra' Anrong Ammangku.


RCA 102,5 FM Bulukumba

Petani Di Kabupaten Bulukumba Mengamuk Dan Merusak Proyek Irigasi

Ratusan petani dari Desa Bontonyeleng dan Palambarae, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mengamuk dengan merusak proyek irigasi yang tengah dikerjakan PT Wijaya Karya, Minggu (24/4).

Proyek irigasi induk sepanjang empat kilometer rencananya akan mengairi 3.000 hektare sawah, dirusak warga, mereka kecewa kepada pihak kontraktor karena tidak mengindahkan kesepakan yang sudah disetujui sebelumnya yakni memperlebar hingga 3,7 meter, dulunya dua meter.

Kepala Desa Pallambarae, Lukman, dalam aksi tersebut menyatakan bahwa warganya merasa kecewa terhadap pelaksana proyek yang melenceng dari kesepakatan awal. Sebab, proyek senilai Rp22 miliar ini dianggarkan untuk memperlebar jalur irigasi, namun tidak dilaksanakan, melainkan menambal kembali yang bocor dan menambah ketinggian hanya 30 centimeter.

"Kami tidak terima apa yang dikerjakan pelaksana proyek. Mereka telah berani melanggar kesepakatan yang sudah disepakati. Dan menurut kami para petani, itu akan merugikan kami nantinya. Tidak ada yang diperbaiki kalau hanya menambal seperti ini. Kami merasa ditipu oleh kontraktor karena semau-maunya melanggar. Yang rugi kami para petani kan anggarannya ada untuk mendukung pengairan bagi petani, eh malah seperti ini hasilnya," ucapnya.

Menurut dia, rehabilitasi irigasi tersebut tidak menimbulkan dampak positif ke petani, melainkan kerugian karena bila air yang mengaliri sawah tidak maksimal maka ribuan hektar sawah terancam gagal panen. Selain itu, warga mengancam bila tidak dikembalikan sesuai kesepakan maka akan melakukan aksi lanjutan.

"Rabu depan (27/4) kami akan membongkar semua yang telah dikerjakan PT Wijaya Karya ini kalau tidak mau merubah polanya. Kalau tidak bisa mengerjakan kembalikan dananya ke Negara," ujarnya.

PT Wijaya Karya Semesta, melalui perwakilannya, Yayat menyatakan akan membicarakan hal tersebut ke pihak Pemerintah Provinsi Sulsel, sebab proyek ini dikerjakan atas rekomendasi Pemprov Sulsel. Selain itu, pihak pelaksana berencana melakukan pertemuan dengan warga terkait masalah itu, namun dia menolak bila dipersalahkan karena yang dikerjakan sesuai aturan dan instruksi yang ada.

"Yang dikerjakan sesuai aturan dan instruksi kok. Jelas persoalan ini masih harus dibicarakan kembali dan memikirkan solusi untuk pemecahan masalah ini. Mungkin hanya perlu penyamaan persepsi dulu sebelum ini dilanjutkan, tetapi intinya proyek itu harus tetap jalan," kata pria yang bekerja sebagai pengawas pelaksanaan proyek ini.

RCA 102,5 FM Bulukumba

Berita Terbaru Dari Kabupaten Bulukumba

Kawasan Minapolitan Segera Hadir di Bulukumba

Kabupaten Bulukumba menjadi salah satu daerah yang ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengembangkan kawasan Minapolitan yang berbasis Perikanan Tangkap. Penetapan Bulukumba merupakan salah satu dari sebelas kabupaten/kota di Indonesia dan satu-satunya daerah di Sulawesi-Selatan yang ditetapkan Kementrian Kelautan dan Perikanan tahun 2011 ini.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Nurdin Radja menyampaikan kesiapan Kabupaten Bulukumba untuk menindaklanjuti program Kementrian Kelautan dan Perikanan dengan menindaklanjuti surat Dirjen Perikanan Tangkap yang meminta untuk segera menetapkan Kawasan Minapolitan Perikanan Tangkap, membentuk kelompok kerja, menyusun masterplan kawasan minapolitan, serta inventarisasi potensi, permasalahan dan upaya pencegahan masalah terhadap hasil usaha perikanan, ujar Nurdin saat menjelaskan rencana tindaklanjut program KKP tersebut pada rapat  di ruang rapat Bappeda  Bulukumba, selasa 26/4.

Ini adalah tindak lanjut dari hasil kunjungan Dirjen Perikanan Tangkap Dedi Sutisna pada awal bulan maret lalu saat mencanangkan Kabupaten Bulukumba sebagai sentra pembuatan Kapal Rakyat di Kawasan Timur Indonesia, sekaligus menetapkan Bulukumba sebagai Kawasan Minapolitan Bidang Perikanan Tangkap, urai Nurdin.

Dalam pertemuan pembahasan surat Dirjen, sejumlah Kepala Satuan Kerja terkait hadir, diantaranya Kepala Bappeda Burhanuddin Kadir, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Hasyim, Kepala Dinas Perhubungan Kominfo Rosali A. Liong, dan Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Rahman Ismail.

Menurut Nurdin, pembangunan yang akan dilakukan di kawasan Minapolitan nantinya akan terintegrasi mulai dari infrastruktur khususnya pelabuhan, sarana alat tangkap, proses produksi dan pemasaran. Intinya kita akan melihat kawasan ini sebagai kawasan pusat pengembangan kota yang perikanan.

"Saat ini kita sudah memiliki pelabuhan laut yang cukup potensial di Kecamatan Kajang, pelabuhan rakyat di enam kecamatan pesisir pantai dan industri pembuatan perahu di Bontobahari, jadi kita sangat siap untuk melaksanakan program ini," ujarnya.

Untuk mendukung recana tersebut, Pemkab Bulukumba juga telah memiliki konsep Marine Politan Center (MPC) di Bontobahari, yang akan dipadukan dalam rencana program Minapolitan, tambah Akrim Amir Kepala Bidang Pengembangan Wilayah Bappeda Bulukumba.

RCA 102,5 FM Bulukumba

Bupati Kepulauan Selayar Minta Perketat Pengamanan Kawasan Takabonerate

Warga Selayar Diminta Perangi Perusak Terumbu Karang

Bupati  Kepulauan Selayar Syahrir Wahab membuka secara resmi Rapat Koordinasi Pengamanan Taman Nasional Taka Bonerate.

Bupati meminta menjaga Taman Nasional Taka Bonerate, karena itu mengajak terus menjaga kelestarian terumbu karang di Taman Nasional Taka Bonerate.

Dikatakannya Potensi besar Kepulauan Selayar ada di bidang kelautan dan perikanan dengan banyaknya spesies terumbu karang.

Terumbu karang mesti tetap terjaga kelestariannya. Kita harus sepakat menjadikan perusak terumbu karang sebagai musuh bersama.

Olehnya itu kita perlu mensosialisasikan agar masyarakat dapat mengetahui dampak dari illegal fishing. Kemudian menyediakan mata pencaharian alternative dengan budi daya rumput laut dan keramba tancap.

Bupati Kepulauan Selayar Syahrir Wahab mengemukakan kalau pengamanan di laut belum berhasil dengan baik maka langkah yang harus ditempuh adalah pengamanan di darat dengan cara mengidentifikasi pelaku yang sering melakukan illegal fisihing. Kalau ini dijalankan, Bupati yakin ilegal fisihing dapat ditekan seminimal mungkin.  (http://regional.coremap.or.id/selayar)

Mahasiswa Minta Kapolres Bone Di Copot

Demonstran Minta Kapolres Bone Dicopot
Ratusan sopir truk pengangkut pasir dan gabungan mahasiswa dari pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bone,Senin ( 25/4) kemarin, kembali melakukan aksi demo, terkait penangkapan kembali beberapa sopir truk pengangkut pasir oleh pihak Polres Bone.

Para pendemo baik dari ratusan sopir dan puluhan mahasiswa, menuntut Kapolres Bone, AKBP Zarialdi, dicopot dari jabatannya, karena dinilai tidak becus melakukan pelayanan terhadap masyarakat.
Selain itu, para sopir dan mahasiswa juga mengutuk keras pemerintah daerah terkhusus bagi Dinas Pendapatan Daerah dan Pertambangan, yang tidak bisa bersikap tegas soal perizinan tambang golongan C.
Di kantor DPRD Bone, para sopir dan mahasiswa terus berteriak dan mendengungkan agar Kapolres Bone dicopot. Mendesak para anggota dewan untuk menghadirkan semua pihak yang terkait, khususnya Kapolres Bone dan Kadis Pertambangan Bone serta dari Kadis Pendapatan Daerah.
Di DPRD, para sopir dan mahasiswa kecewa karena semua pihak yang terkait tidak bisa dihadirkan. Sehingga ratusan sopir dan mahasiswa bergeser ke kantor Polres dan Kejaksaan Bone.
Sempat terjadi ketegangan antara pendemo dengan para staf kejaksaan. Pasalnya beberapa pendemo mendesak untuk meringset masuk, namun beberapa staf kajari sempat menahan sehingga terjadi saling dorong dan hampir terjadi adu fisik.
Fadli selaku koordinator lapangan, menenangkan para pendemo dan meminta pihak kejaksaan menahan dua orang sopir truk.
Dari penjelasaan Korlap Aksi, Fadli, aparat dinilai bertindak tidak profesional dengan melakhkan penahanan kembali para sopir truk yang sudah dilepaskan. "Yang kami pertanyakan apa alasan polisi dan kejaksaan menangkap mereka," jelasnya. (*)

Berita Terbaru Dari Kabupaten Bone

Sopir Truk Demo, Poros Bajoe Lumpuh

Aksi unjuk rasa yang digelar ratusan sopir truk pengangkut pasir, Senin (25/4) membuat jalan Poros Bajoe, Bone, Sulsel lumpuh. Sopir meninggalkan mobil mereka dalam posisi mesin mati dan melintang di tengah jalan. Akibatnya, arus kendaraan dari Pelabuhan Bajoe ke Kota Watampone dan sebaliknya macet total.

Meski unjuk rasa yang sebelumnya digelar di halaman Mapolres Bone selesai, sopir memutuskan mogok karena tuntutan mereka tidak terpenuhi. Pengunjuk rasa mendesak Polres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone membebaskan dua sopir truk pengangkut pasir yang ditahan kejaksaan. Keduanya ditahan atas kasus penambangan pasir ilegal.
Hal itulah yang menyebabkan ratusan sopir kembali berunjuk rasa. "Isi kesepakatan saat itu para sopir dinyatakan tak bersalah karena pemerintah daerah juga tidak tegas melarang pengambilan pasir," ujarnya salah seorang sopir.
Wakapolres Bone, Kompol M. Ridwan turun tangan berupaya membujuk sopir agar tidak mogok.
Korlap unjuk rasa, Fadli mengatakan Kapolres tak menyepakati kesepakatan yang dibuat antara sopir dan polisi.
Unjuk rasa terkait dengan penahanan dua sopir truk pengangkut pasir yang diduga mengangkut pasir dari pertambangan ilegal satu bulan sebelumnya.
Demo para sopir sudah sekian kali terjadi. Bahkan, polisi telah menandatangani kesepakatan dengan sopir yang dimediasi Komisi I DPRD Bone. Isi kesepakatan adalah kesediaan menerima penangguhan penahanan yang diajukan sopir.
Namun, saat itu Kapolres juga menyatakan polisi akan tetap meneruskan proses hukum kasus tersebut.
Hingga pada pekan lalu, dua orang sopir kembali ditahan kejaksaan karena berkas kasus terhadap keduanya sudah dilimpahkan kepolisian. Wakapolres Bone bersikukuh tetap melanjutkan proses hukum lantaran tidak ada isi kesepakatan antara sopir dan polisi yang menyebutkan kasus tersebut tak dapat dilanjutkan. (Bkm)

Biota Laut Di Kawasan Nasional Takabonerate Selayar Terlengkap di Dunia

Balai TNTBR Perbanyak Sosialisasi

Taman Nasional Takabonerate, memiliki biota laut yang terlengkap di du-nia. Namun sayang, pemahaman tentang konservasi terumbu karang yang merupakan aset nasional yang ada di Kepulauan Selayar itu, ternyata masih jauh dari harapan.

Olehnya itu, dilakukanlah sosia-lisasi Konservasi Taman Nasional (TN) Takabonerate. Hal ini disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate (TNTBR), Kabupa-ten Kepulauan Selayar, Ir Noel Layuk Allo MM, dalam sambutannya ketika berlangsung sosialisasi konservasi TN Taka Bonerate yang dibuka Asisten Ekonomi Pemba-ngunan, Andi Mappagau SE, di Selayar Beach Hotel Benteng Kepulauan Selayar, Sosialisasi konservasi TNTBR tersebut, diikuti 30 peserta dan semuanya dari kalangan guru, mulai dari guru SD, SMP dan SMA/.SMK dan yang sederajat. Para peserta akan menerima tiga jenis materi, dian-taranya tentang perundang-undangan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya, yang dibawakan Ir Lahuddin, Kabag TU Balai TN Ta-kabonerate.
Upaya lain yang dilakukan Balai TN Takabonerate Kepulauan Selayar, dalam rangka pelestarian kawasan Takabonerate, yakni pembinaan ka-der kepada siswa SMA yang dilaksanakan di Baruga, milik H Andi Maddewari, dan diikuti 40 peserta yang dibuka langsung Ir Noel Layuk Allo MM.Dikatakan Noel Layuk Allo bahwa kurangnya sosisalisasi tentang konservasi Taman Nasional (TN) Takabonerate yang sudah dikenal di Indonesia bahkan di dunia, harus diperhatikan. “Melalui kegiatan ini yang dikhususkan bagi guru guru, memang diharapkan bisa menjadi corong bagi siswa-siswanya dan juga kepada masyarakat, agar mengetahui keberadaan taman nasional ini,” katanya.
Sehubungan akan diadakannya Ta-kabonerate Islands Expedition ke II sebagai ajang promosi international, tentunya seluruh warga Selayar sendiri harus lebih banyak tahu tentang terumbu karang. “Apalah jadinya kalau orang luar banyak mengetahui tentang keberadaan kawasan terumbu karang Takabonerate sementara orang Selayar kurang memahaminya,” ujarnya.
Sementara Asisten Ekonomi Pembangunan, Andi Mappagau SE, mejelaskan bahwa atol TN Takabonera-te adalah atol yang terbesar ketiga di dunia. Selain itu, TN Takabonerate ternyata memiliki keanekaragaman biota laut terlengkap di dunia. Selain itu juga, berbagai biota laut yang belum ada namanya, juga ada di Takabonerate. (*)

Pemprov Sul-Sel Evaluasi Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Lomba

Pemprov Sulawesi Selatan melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Kelurahan (BPMPDK) menggelar lomba untuk mengetahui tingkat perkembangan program pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan.

Kepala Badan BPMPDK Sulsel A. Mangunsidi di Makassar, Selasa, menjelaskan, lomba yang digelar 26 April hingga 31 Mei 2011 ini merupakan momen untuk mengevaluasi berbagai program-program pembangunan, khususnya program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan di tingkat desa dan kelurahan.

"Dari kegiatan ini diharapkan lahir informasi-informasi penting yang dibutuhkan dalam memformulasi kebijakan dan program pembangunan terkait program pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan," katanya.

Ia yang juga memimpin tim penilai, mengatakan, faktor-faktor yang akan dinilai dalam pelaksanaan lomba diantaranya bidang pendidikan, kesehatan, pemerintahan desa, kelembagaan masyarakat, partisipasi masyarakat, ekonomi, pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga serta keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pelaksanaan lomba kali ini, diikuti 22 kabupaten dan kota, kecuali Kota Palopo dan Kabupaten Toraja Utara.

Masing-masing kabupaten mengikutsertakan desa dan kelurahan yang merupakan hasil penilaian berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten.

Pelaksanaan kegiatan dimulai dari Kabupaten Kepulauan Selayar dan direncanakan akan berakhir di Kabupaten Gowa.

Juara lomba akan menjadi wakil provinsi pada pelaksanaan lomba tingkat nasional Juni, 2011.
  Ia berharap, pelaksanaan kegiatan pada tahun ini berjalan tertib, lancar dan obyektif serta jauh dari kesan sebagai agenda rutin. (ANTARA News) -

Warga Tanaberu Bulukumba Minta Sopir Bus Selayar Berorasi Desak Gubernur Penuhi Janjinya

Warga Tana Beru Tahan Bus Asal Selayar

Warga Tana Beru, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, menggelar aksi demonstrasi sejak pukul 11.00 wita siang tadi.

Dalam aksi ini mereka menahan sejumlah bus asal Selayar yang melintas di jalur tersebut.

Aksi warga itu memaksa sopir dari Kabupaten Kepulauan Selayar turun berorasi meminta pihak Pemrintah Provinsi Sulsel khususnya Gubernur Syahrul Yasin Limpo untuk mempunyai perhatiannya sesuai dengan janjinya saat sebelum menjadi calon gubernur lalu.

" Janjinya kan pak Gubernur dulu akan memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah Selatan Sulsel. Tapi sampai saat ini belum ada juga buktinya janji itu," kata Armiati, warga Tana Beru. (*)

Selasa, 26 April 2011

Listrik Selayar Pecahkan Rekor Karena Tiada Hari Tanpa Pemadaman.

Abdi Rahmat.SH.MH

Sebenarnya prestasi ini memang perlu mendapat catatan bagi PLN, soalnya kalaupun ini prestasi yang tidak disamai oleh cabang lainnya tapi ini merupakan sebuah penurunan standar pelayanan bagi pelanggang dalam kewajiban PLN melayani pelanggannya. Bisa dibayangkan bila kemudian para warga Selayar yang berlangganan aliran listrik dengan PLN Selayar mengaku mengalami kerusakan sejumlah alat alat rumah tangga yang menggunakan listrik. Dan yang lebih menyedihkan lagi karena, akibat prestasi pemecahan rekor ini, banyak usaha uasaha keluarga yang terpaksa gulung tikar.

Sebenarnya ada apa di PLN Selayar yang setiap harinya melakukan pemadaman mendadak tanpa pemberitahuan alias mendadak dan seenaknya saja di lakukan  ? Apakah memang ini murni sebuah kerusakan ? ataukah ini hanya akal akalan pihak pengelola mesin saja agar bisa memainkan kuota bahan bakar ?

Entahlah apa jawabannya, yang pasti inilah kenyataannya. Selama hampir 15 tahun saya berada di Kabupaten Selayar ini, hingga akhirnya saya mempunyai keluarga yang asli Selayar dan sebagian dari mereka adalah pejabat yang tidak mampu berbuat sesuatu terhadap listrik warganya saat ini. Ketahuilah bahwa persoalan listrik ini telah menjadi bahan kampanye setiap anggota dewan selama 15 tahun terakhir dan menjadi janji setiap calon bupati pada 2 kali pilkada selama hidupku di Selayar.

Sayang seribu sayang karena prestasi PLN ini bukanlah sebuah hal yang patut dibanggakan akan tetapi sebuah luka bagi orang Selayar yang tidak pernah sembuh sembuh.

Terakhir dari tulisan ini menyebutkan bahwa selama 15 tahun ini, telah 7 kepala PLN yang pindah dan terkena mutasi selanjutnya penyakit aliran listrik di Selayar tidak pernah berubah. Sayang para pejabat PLN yang orang Selayar tidak pernah memperhatikan kampung halamnnya yang miskin ini.  Maaf bila saya salah, dan sukses untuk Pln.
(http://ekonomi.kompasiana.com/)

Senin, 25 April 2011

Berita Terbaru Terkait Kasus Korupsi Selayar

Kasus Yang Menjadi Sorotan Masyarakat Selayar Tapi Belum Terungkap
Sejumlah kasus yang hingga saat ini belum dapat terungkap oleh pihak berwajib sementara kejadian dan kasusnya sangat menjadi buah bibir masyarakat adalah :

1. Kasus korupsi proyek pengadaan kpal Feri KM Takabonerate yang hingga saat ini telah mendapat vonis MA . namun belum mendapat eksekusi pihak kejaksaan negeri selayar dengan alasan kekurangan dana. Termasuk barang bukti kapal hingga saat ini masih terus berada di probolinggo…………

2. Kasus dugaan korupsi jalan lingkar jampea kecamatan pasimasunggu. Hingga saat ini pihak penyidik kejaksaan belum melakukan upaya dan sepertinya laporan kasus ini di peti eskan.

3. Kasus Hipnotis bendahara dinas pendidikan Selayar di penyidik kepolisisan Selayar. dari informasi yang berkembang bahwa kasus ini telah di hentikan karena bendahara diknas adala merupakan istri dari salah seorang anggota Dprd Selayar. Informasi lainnya dari kasus ini adalah pihak berwajib dan suami korban telah bertemu dengan Bupati Selayar, dimana dalam pertemuan tersebut mereka sepakat untuk mengehentikan proses penyidikan………

4. Kasus laporan seorang perempuan yang menjadi korban dugaan penipuan mantan kepala BKD Selayar termasuk laporan mantan kepala BKD Selayar ke Mapolda Sulselbar yang hingga saat ini belum tuntas………………Dalam kasus ini Bupati Selayar sangat rentan menjadi tersangka……………..

5. Laporan dugaan kasus KKN keluarga mantan kepala Bkd Selayar dalam dugaan penyimpangan dana catering prajabatan cpns………….

6. Laporan dugaan kasus kerugian negara di DPRD Selayar senilai puluhan miliar rupiah……………….

7. Laporan kasus cpns selayar………

Seni Tari Selayar

Tari "PAKARENA GANTARANG"
Tari "Pakarena Gantarang", merupakan tarian khas Kabupaten Selayar, Propinsi Sulawesi Selatan. Tarian ini berasal dari sebuah perkampungan unik bernama Gantarang Lalang Bata, dimana dapat ditemukan Mesjid tua yang dibangun pada tahun 1605.Tidak diketahui pasti, kapan Tari "Pakarena Gantarang" ini diciptakan. Yang disimpulkan saat ini, adalah, tarian ini pertama kali ditampilkan pada awal abad ke 17, dimana kehadirannya dikaitkan dengan kemunculan Tumanurung. Tumanurung dipercaya merupakan bidadari yang turun dari langit untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada manusia di bumi. Petunjuk dengan simbol-simbol berupa gerakan kemudian dikenal sebagai Tari "Pakarena Gantarang". Kisah ini kembali ke zaman sebelum Islam masuk ke Kabupaten Selayar.Tari "Pakarena Gantarang" mulai populer di Gantarang pada tahun 1603, ketika ditampilkan pada saat penobatan Raja Pangali Patta Raja. Penari Tari Pakarena Gantarang terdiri dari wanita yang umumnya berjumlah ganjil. Gerakannya menyiratkan simbol dengan nilai artistik tinggi, yang antara lain mengungkapkan undangan / panggilan, serta penolakan atau penerimaan Raja terhadap aspirasi rakyatnya.Alat musik pengiring dari Tari Pakarena Gantarang adalah, gendang, kannong-kannong, gong, kancing dan pui-pui. Sedangkan kostum dari penarinya adalah, baju pahang (tenunan tangan), lipa' sa'be (sarung sutra khas Sulawesi Selatan), dan perhiasan-perhiasan khas Kabupaten Selayar.



sanggar seni teratai passiana

Minggu, 24 April 2011

4 Undangan Pendeta Dibatalkan Dalam Rapat Rencana Pembangunan Gereja Di Selayar

Dinilai Tidak Prosudure, Ketua Dewan Syuro NU Selayar Tinggalkan Rapat Rencana Pembangunan Gereja

Kendati dalam rapat rencana pembangunan gereja di kota Benteng Selayar yang berlangsung di areal mess mesjid raya bukan mewakili Nahdatul Ulama (NU) melainkan sebagai pengurus mesjid namun H.Ambo Rappe, ketua dewan syuro NU kabupaten Kepulauan Selayar tetap akan membawa hal ini ke forum NU, ujarnya sedikit agak kecewa terhadap kinerja panitia pelaksana yang tidak becus menurutnya sehingga dirinya harus walk out dan pamit untuk meninggalkan rapat.

Salah satu hal yang menjadi penilaian awal dari H.Ambo adalah rapat berjalan dengan sendirinya tanpa ada kata pembuka dan kata penyambung sesuai perihal undangan, tiba tiba sejumlah undangan telah beradu argumen. Malah undangan yang telah hadir dari umat kristen serta pendeta yang telah berada di ruangan tersebut terpaksa harus menerima usul agar mereka tidak usah ikut malam ini dan akan di undang kemudian. Hal ini untuk menghindari adanya ketersinggungan dan kles antar umat beragama di Selayar, ujar H.Ambo.

Ditanya mengenai pendapatnya tentang rencana pembangunan gereja di tengah tengah kota Benteng yang mayoritas warganya adalah muslim, H.Ambo menimpali dengan tegas menyatakan kami tentu saja akan selalu berpatokan pada hukum dan aturan yang berlaku agar tidak ada hal negatif atau hal buruk yang terjadi dan nantinya akan merugikan orang banyak. kalau semuanya sesuai aturan dan prosudure maka jangankan kami, siapapun tidak akan ada yang bisa melarang.

46% Temuan Inspektorat Daerah Belum Di Ditindak Lanjuti

Inspektorat Sulsel merampungkan 1.006 temuan dari sejumlah SKPD di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupunyangtersebardiSKPD24 kabupaten/kota. Temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan pada 2010 dan yang tertunda pada tahun sebelumnya.

“Ada 885 dalam prosespenyelesaian dan sisanya 1.639 atau 46% belum ditindaklanjuti,” kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo seusai menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2010 dalam rapat paripurna di DPRD Sulsel,baru-baru ini. Untuk tindak lanjut hasil pemeriksaan tahun yang sama dan tahun sebelumnya di kabupaten/ kotadinyatakanselesai1.309 dan dalam proses penyelesaian 1.627.

Sementara yang belum ditindaklanjuti 3.407 temuan. “Temuan itu bukan berarti penyelewengan, bisa saja sebuah peringatan. Untuk itu, semua yang menjadi temuan akan dilakukan pembinaan, meski memang tidak menutup kemungkinan adanya hal-hal seperti itu,”ujarnya. Mantan Bupati Gowa ini menjelaskan, khusus hasil pemeriksaan Inspektorat di 57 SKPD Pemprov Sulsel,terdapat 863 temuan dan 943 saran atau rekomendasi.

Di sisi lain, untuk pelaksanaan pemeriksaan reguler di 53 SKPD yang tersebar di 24 kabupaten/kota, diperoleh temuan 1.020 dan 1.254 rekomendasi. Sementara itu, khusus pemeriksaan akhir masa jabatan bupati yang dilakukan di 11 kabupaten, diperoleh 509 temuan dan 637 rekomendasi. “Meski banyak temuan, bukan berarti membuat pejabat takut berlebihan.

Sebaliknya, mereka harus bekerja maksimal sesuai aturan dan tidak menerapkan niat melakukan korupsi,” tuturnya. Ketua DPRD Sulsel M Roem mengatakan,meski sudah mendengarkan LKPj gubernur, DPRD tetap akan membentuk panitia khusus (pansus) untuk mengevaluasi kinerja Gubernur pada tahun lalu. Evaluasi itu akan dilakukan tanpa harus memegang hasil audit BPK 2010.Dari hasil kerja pansus,barulah DPRD memberikan penilaian terhadap kinerja Gubernur melalui pemandangan umum fraksi-fraksi di DPRD. (SI)

Berita Terbaru Dari Kabupaten Bulukumba

Penyempurnaan Gagasan Bupati dan Wabup Bulukumba

Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba melaksanakan  Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)  2011-2015, Kamis (21/04).

Dalam sambutannya Bupati Kabupaten Bulukumba Zainuddin Hasan mengatakan RPJMD merupakan hasil analisis dan penyempurnaan terhadap gagasan gagasan pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

"Dari visi dan misi yang disampaikan selanjutnya di interpretasikan dan di jabarkan ke dalam tujuan sasaran dan strategi kebijakan dan program-program pembangun daerah yang akan dijalani selama satu periode kepemimpinan," kata Zainuddin

Bupati Zainuddin juga menyampaikan bahwa RPJMD sangat penting dilaksanakan, karena merupakan sebuah subsistem kesatuan dari sistem pembangunan nasional.

Lebih jauh Zainuddin mengungkapkan, RPJMD yang sedang disusun saat ini merupakan RPJMD yang penuh tantangan. Oleh karena itu, Musrenbang tersebut sangat penting untuk diikuti.

"Musrenbang adalah forum terhormat milik bersama. Maka dari itu sampaikanlah gagasan saran yang positif dan konstruktif untuk kemajuan Kabupaten Bulukumba" ujar Zainuddin.

Tak lupa Zainuddin berpesan pada Musrenbang yang dilaksanakan pada hari ini supaya dapat dijadikan momentum yang orientasinya dapat memahami kehendak rakyat.

Dalam Musrenbang yang dilaksanakan di Aula Bappeda Kabupaten Bulukumba tersebut juga dihadiri beberapa anggota dewan dan Ketua Komisi B DPRD Bulukumba Kahar Muslim, selain itu juga hadir Muspida Kabupaten, kepala SKPD, dan utusan LSM.


(RCA 102,5 FM Bulukumba)

Apa Betul Toko Kelontong Mulai Tersisih"?

‘Pertarungan’ Toko Kelontong & Minimarket
Instan, bersih dan lebih bergengsi menjadi deretan alasan mengapa masyarakat lebih menyukai berbelanja di minimarket dibandingkan dengan toko kelontong ataupun warung. Tetapi, fenomena menjamurnya minimarket yang seakan ‘menjemput bola’ ternyata tidak menyurutkan eksistensi mereka. Laksana Legenda David dan Goliath, pertarungan eksistensi antara minimarket dan toko kelontong atau warung pun sepertinya akan berlangsung lama dan seru.

Minimarket, Keperkasaan Sang Goliath

Minimarket benar-benar menggurita ke setiap sudut kota yang semakin  padat dengan penduduk menjadi target lokasi ideal. Minimarket menjadi pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini disebabkan lokasi minimarket kini lebih dekat dengan masyarakat luas. Sehingga tak mengherankan pertumbuhan gerai-gerai minimarket di berbagai daerah di Indonesia melonjak tajam.


Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Benjamin Mailool di sebuah media nasional menjelaskan, pertumbuhan minimarket lebih tinggi diban-dingkan hipermarket dan supermarket merupakan hal wajar. Pasalnya, investasinya murah, lokasinya fleksibel, pertumbuhan franchise itu bisa dikembangkan oleh semua orang. Minimarket dibutuhkan oleh masyarakat karena pola konsumsi yang sedikit demi sedikit mulai berubah.

Lembaga riset Nielsen mencatat, pertumbuhan minimarket sepanjang 2010 lalu  meningkat 42 persen menjadi 16.922 unit dibanding tahun sebelumnya sebesar 11.927 unit. Saat ini di seluruh Indonesia minimarket nyaris me-nembus angka 17 ribu. Data Nielsen juga menunjukkan toko atau pasar tradisional di kota besar dan pedesaan menurun masing-masing 2 - 4 persen di 2010.

  Di Makassar sendiri saat ini sudah terdapat 83 minimarket yang mengantongi izin dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Alfamart merupakan peritel dengan jumlah izin terbanyak mencapai 46 gerai.

Dalam hal berbelanja, konsumen mulai mencari pengalaman berbelanja yang lebih. Kenyamanan pada saat berbelanja juga disinyalir mempengaruhi perilaku belanja kosumen. Tantangan bagi peritel melakukan pembenahan dalam hal kualitas layanan dan kebersihan dari gerai tempatnya berdagang.
Masih berdasarkan data Nielsen, pada saat ini, total jumlah toko di Indonesia mencapai 2,524 juta gerai. Sebesar 57 persen di antaranya masih terkonsentrasi di pulau Jawa, sedangkan 22 persen di Sumatera dan 21 persen di pulau lainnya. “Jumlah toko di Indonesia tertinggi kedua setelah India. Di ASEAN, jumlah toko Indonesia tertinggi.

Keberadaan minimarket mau tidak mau memang kita butuhkan. Harga yang lebih murah untuk beberapa produk, nyaman, dan lengkap juga tentu menjadi alasan kita untuk berbelanja di sana. Kita memang butuh minimarket. Namun, kita bisa berbagi belanja borongan kita saat gajian, dengan juga menyisihkan beberapa persen untuk berbelanja di toko kelontong. Persentasenya tentu proporsional dalam jumlah yang tidak terlalu kecil.

Toko Kelontong & Warung, ‘Kecil-Kecil Cabe Rawit’

Ditengah gempuran kehadiran minimarket yang membawa berbagai kelebihan ternyata toko kelontong dan warung masih mampu eksis. Kecil-kecil cabe rawit mungkin istilah yang patut disematkan pada keberadaan mereka, yang meskipun bentuk, omzet dan lokasinya kecil tetapi tetap mampu berdiri dan memiliki pelanggan-pelanggan yang loyal.

Eksistensi mereka didukung pula oleh loyalitas konsumen yang tetap memilih berbelanja di toko kelontong dan warung dibandingkan dengan minimarket. Maya misalnya, seorang mahasiswa di perguruan tinggi swasta yang lebih menyukai berbelanja kebutuhan dasar di warung daripada minimarket. Alasannya sederhana, harga yang kompetitif, kelengkapan barang dan lokasinya yang berada dekat dari tempat tinggalnya menjadi alasan utama.
“Jika dibandingkan dengan minimarket, beberapa barang di warung dan toko kelontong lebih murah dan juga ukuran produknya lebih beragam. Misalnya saja untuk shampoo yang memiliki beragam ukuran hingga yang sachet dapat dengan mudah kita beli di warung, sebab tidak mungkin hanya untuk se-sachet shampoo saja kita mesti ke minimarket,” paparnya. Ditambahkannya pula, bahwa jika di warung dirinya tak perlu bersusah payah mencari barang sebab si pemilik warung akan dengan senang hati mengambilkan.

Hanya saja, wanita berkerudung ini juga sekali-kali berbelanja di minimarket untuk membeli barang-barang yang tidak tersedia di warung, misalkan buah dan makanan segar. Se-bagai salah satu konsumen loyal toko kelontong dan warung, dirinya berharap agar pemerintah dapat lebih menertibkan kehadiran minimarket agar tidak menggerus keberadaan para pedagang kecil.

Hal berbeda diungkapkan oleh Nurbaya, pemilik toko kelontong dibilangan Abdullah Daeng Sirua. Menurutnya keberadaan minimarket bukan menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup toko kelontongnya. Dicontohkannya bahwa sejak kehadiran minimarket beberapa bulan belakangan ini jumlah omzet dan pelanggannya tidak mengalami penurunan, jikapun ada jumlahnya tidaklah begitu besar.

“Bahkan pernah ada satu minimarket yang menawari saya untuk mengubah toko saya menjadi minimarket dengan pembiayaan dan iming-iming kelebihan tertentu, tetapi saya tidak tertarik. Hal ini membuktikan bahwa keberadaan kami sebagai toko kelontong pun ternyata dilirik oleh manajemen minimarket,” ujar ibu enam orang anak ini. Ditambahkannya pula bahwa keberadaan minimarket bukanlah sebagai pesaing tetapi lebih kepada partner, yang mana dapat sebagai pembanding harga bagi masyarakat. “Dengan adanya minimarket dapat dijadikan sebagai pembanding bagi masyarakat, oleh karenanya kami senantiasa menjaga harga barang dibawah dari harga yang ditawarkan oleh minimarket, tanpa adanya penurunan keuntungan dan omzet,” tutupnya.

Zonasi Minimarket Akan Diatur Pemkot
Menjamurnya ritel minimarket di Makassar sejak tahun lalu ternyata menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah kota yang akan mengatur bisnis ini setelah menerbitkan izin atas 83 unit usaha minimarket. Pengaturan atau zonasi ini sesuai dengan Peraturan Daerah No. 15/2009 tentang Perlindungan Pasar Tradisional. Namun, saat ini penentuan zonasi ini masih dikaji dan dikoordinasikan dengan beberapa dinas terkait. Zonasi ini akan memuat radius minimarket dan pengkalsifikasian peritel baik kecil, sedang dan besar dalam satu kawasan tertentu di kota ini. Diusahakan zonasi ini akan diterbitkan ditahun ini juga.

 Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Makassar, Suwiknyo Hardjo mengungkapkan bahwa keberadaan minimarket dikota ini ternyata turut memberi dampak positif terhadap pengendalian inflasi, karena bila barang kebutuhan pokok di daerah tiba-tiba menurun maka minimarket memiliki peran dalam menjaga stabilitas harga. Disamping itu, juga dapat menyerap banyak tenaga kerja bahkan mampu membantu peritel lokal dari sisi suplai barang.
(Sumber : www.makassarkota.go.id).

PERATURAN

Posisi minimarket berdasarkan Peraturan Menteri perdagangan RI Nomor : 53/M-DAG/PER/12/2008 tertanggal 12 Desember 2008.
Dijelaskan bahwa Usaha Toko Modern dengan modal dalam negeri 100% adalah:
a. Minimarket dengan luas lantai penjualan kurang dari 400 m2.
b. Supermarket dengan luas lantai penjualan kurang dari 1.200 m2.
c. Department Store dengan luas lantai penjualan kurang dari 2.000 m2.
Dengan aturan itu, maka supermarket yang luasnya 1.200 m2 ke atas boleh dimiliki asing. Kriteria minimarket adalah pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha di bidang Minimarket melalui satu kesatuan manajemen dan sistem pendistribusian barang ke outlet yang merupakan jaringannya.

Batasan luas lantai penjualan Toko Modern adalah sebagai berikut:
a. Minimarket, kurang dari 400 m2.
b. Supermarket, 400 m2 sampai dengan 5.000 m2
c. Hypermarket, lebih dari 5.000 m2.
d. Department Store, lebih dari 400 m2.
e. Perkulakan, lebih dari 5.000 m2.

Pendirian Minimarket baik yang berdiri sendiri maupun yang terintegrasi dengan pusat perbelanjaan atau bangunan lain wajib memperhatikan:
1. Kepadatan penduduk
2. Perkembangan pemukiman baru
3. Aksesibilitas wilayah (arus lalu lintas)
4. Dukungan / ketersediaan infrastruktur dan
5. Keberadaan Pasar Tradisional dan warung/toko diwilayah sekitar
     yang lebih kecil daripada Minimarket tersebut.
Pendirian Minimarket diutamakan untuk diberikan kepada pelaku usaha yang domisilinya sesuai dengan lokasi Minimarket dimaksud.

Jumat, 22 April 2011

Release Tentang Bupati Pidato, Camat Nonton Bokep

Bupati Pidato, Camat Nonton Bokep

Tiga-orang-camat-sedang-menyaksikan-adegan-film-porno-melalui-telepon-Blackberry.jpg
DOKUMENTASI SURYA
Tiga orang camat sedang menyaksikan adegan film porno melalui telepon Blackberry. Peristiwa yang terjadi di sela sidang paripurna pembahasan empat rancangan peraturan daerah (raperda) di Gedung DPRD Kabupaten Malang, itu, tidak sengaja terekam kamera wartawan yang meliput dari balkon. Namun, kasus itu baru terungkap

Tingkah para pejabat kini semakin aneh saja. Mereka seolah tak sadar ada etika dan kepatutan yang mesti dijaga. Seperti terjadi di Kabupaten Malang, saat bupati berpidato, dua camat malah asyik menonton video porno. Terlalu!

Peristiwa yang terjadi di sela-sela sidang paripurna pembahasan empat rancangan peraturan daerah (raperda) di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Senin (14/3/2011), itu tidak sengaja terekam kamera wartawan yang meliput dari balkon. Namun, kasus itu baru terungkap pada Jumat (18/3/2011).

Entah, mungkin terlalu jenuh karena lama mendengarkan pidato pandangan Bupati Rendra Kresna dan fraksi-fraksi, di sela-sela acara serius itu, dua camat dan seorang pejabat setempat mencari hiburan dengan menonton film porno.

Awalnya, salah satu oknum camat yang baru dilantik pada 7 Januari 2011 lalu itu tiba-tiba mengeluarkan sebuah BlackBerry (BB) dari saku celananya. Entah siapa pemilik BB tersebut, tak berapa lama, ia kemudian memutar sebuah file film porno.

Dasar mungkin karena punya pikiran yang sama, camat yang berada di sebelahnya rupanya tak mau ketinggalan. Ia kemudian memindahkan pandangannya dari sudut depan, tempat Bupati Rendra berpidato, ke arah film tersebut. Begitu juga pejabat sebelahnya. Dengan demikian, kompaklah ketiganya menikmati film tersebut.

Deretan tempat duduk para pejabat negara itu kebetulan memang hanya diisi oleh empat orang sehingga tak sampai menimbulkan kegaduhan.

Ketiganya terlihat asyik menonton, meski sekilas seperti memerhatikan pembahasan raperda.

Seorang pejabat di sebelah camat pemilik BB itu sempat mengingatkan dengan cara menepuk tangannya agar tidak menunjukkan video itu. Dia juga tampak berusaha meminta agar film di BB itu segera dimatikan. Apalagi di belakang tempat duduk mereka juga ada pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya yang serius mendengarkan raperda.

Namun, camat tersebut terlihat masih asyik. Maklum, cara menonton film itu memang tidak mencolok. Sang camat memperlihatkannya di bawah meja. Namun, karena layar ponsel itu lebar, maka gambarnya juga sangat jelas. Oleh karenanya, tiga pejabat di satu deret tempat duduk itu bisa nonton bareng.

Mungkin karena sudah selesai, camat pemegang ponsel yang diduga berasal dari Malang di bagian timur ini tak lama kemudian mematikan film. Ia keluar dari ruangan menuju kamar kecil dan tidak kembali lagi.

Bupati Malang Rendra Kresna pun sangat menyesalkan kejadian itu. "Seharusnya pembahasan raperda disimak karena itu juga penting bagi mereka. Saya tidak memungkiri kalau ada individu yang pasti memiliki koleksi film seperti itu di ponselnya. Namun, kalau memutar film itu dalam sidang paripurna, ya salah tempat," kata Rendra Kresna menjawab Surya, Jumat malam.

Ia menyatakan, kesalahan ada pada masalah etika. Tidak seharusnya pejabat publik melakukan hal itu di gedung wakil rakyat, saat membahas masalah serius.

Rendra mengatakan, empat hal yang dibahas saat itu merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang yang harus diketahui para pejabat yang hadir dalam sidang itu.

Dari rekaman gambar yang diperoleh wartawan, tidak bisa dipastikan apakah Rendra sudah pasti mengetahui sosok yang dimaksud. Namun, dia memastikan akan memberikan sanksi kepada ketiga pejabat yang menonton film biru di ruang sidang. "Nanti biar ditangani oleh Inspektorat Kabupaten Malang," katanya.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Malang Purnomo Anwar berpendapat, sidang paripurna yang dimulai pukul 10.00 hingga 14.00 itu merupakan forum resmi yang harus disimak secara serius. Apalagi saat itu semua pejabat hadir, seperti bupati, wakil bupati, sekda dan para asistennya, pimpinan SKPD, serta semua camat dan pimpinan DPRD. Ini menunjukkan pentingnya acara itu.

"Memang kadang-kadang kalau kelamaan acaranya, timbul rasa mengantuk dan bosan. Itu manusiawi sekali. Tapi kalau sampai memutar film seperti itu di ruang sidang ya enggak etis," cetus politisi dari Partai Golkar ini.

Pengamat sosial dari Universitas Negeri Malang (UM), Marthein Pali, menilai, perilaku yang dilakukan camat dan pejabat tersebut merupakan hal tak terpuji. Apalagi mereka adalah pejabat negara. "Sebenarnya, ini masih dalam taraf kewajaran. Hanya, mengapa mereka melakukannya tidak pada tempatnya, yakni sewaktu mengikuti sidang paripurna DPRD Kabupaten Malang," katanya.

Dia mengatakan, menonton film porno dalam situasi seperti sekarang bukan barang yang aneh lagi. "Yang salah, dia tidak bisa menempatkan dirinya, itu saja," kata pria yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UM ini.

Menurutnya, menonton video porno lewat ponsel saat sidang menunjukkan sang pejabat tidak memiliki komitmen terhadap profesinya. "Sebab, dia kan sedang berada dalam ruang sidang yang di sana juga dihadiri Bapak Bupati. Apalagi ini sidang untuk kepentingan rakyat," katanya.

Meski demikian, apa yang dilakukan oleh pelaku dengan menonton video porno tidak pada tempatnya ini, di mata Martheil, juga imbas dari makin modernnya teknologi. Jika ponsel dengan fasilitas video tidak pernah ada, barangkali perilaku menonton video di tempat sidang dan tempat lainnya tidak bakalan terjadi.

Apa yang terjadi di Malang boleh jadi memang manusiawi. Juli lalu, hal serupa juga terjadi di Lampung. Saat Bupati Way Kanan Tamanuri membacakan laporan keterangan pertanggungjawaban akhir masa jabatan, enam oknum camat asyik menonton video porno yang diperankan artis Indonesia.

Meski demikian, tentu saja ini harus menjadi pelajaran bersama bahwa tak sepatutnya pejabat pemerintah mengumbar kebiasaan yang kurang patut di sembarang tempat. (Sylvianita Widyawati /Eko Darmoko/Tribun Timur - Minggu, 20 Maret)

Bappeda Selayar Harapkan Penerapan Efisiensi Anggaran Terus Berjalan

Bappeda Selayar Terapkan Efisiensi Anggaran 
Menyambut proses pembahasan  rencana anggaran belanja daerah dan pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar untuk tahun anggaran 2011 mendatang, Kepala Bappeda Kabupaten  Kepulauan Selayar yang baru Drs, Mustary akan mengupayakan percepatan proses  pengesahan APBD dengan menempatkan pos bantuan masyarakat sebagai  program skala prioritas.

Hal ini dimaksudkan sebagai langkah nyata pemerintah kabupaten dalam rangka melanjutkan program pembangunan infrastruktur yang belum sempat dilaksanakan sebelum berakhirnya masa jabatan bupati periode sebelumnya, dengan mencoba mengadopsi pola pemerintahan  negeri Adi daya Amerika Serikat dalam rangkaian untuk mengukur kinerja aparat pemerintah sebagai pembantu bupati.

Dimana, seorang kepala SKPD yang terbukti tidak mampu menyelesaikan target program kerja seratus harinya wajib lengser, sebelum dilengserkan. Terutama, disaat seorang pejabat tidak lagi dapat mengimbangi jalannya irama pemerintahan daerah.

Sementara itu, untuk menjaga stabilnya APBD kabupaten, SKPD yang mendapat amanah melakukan pengelolaan dana DAK, diharapkan dapat betul-betul menfokuskan perhatiannya pada pemanfaatan dana tersebut, tanpa harus lagi dikacaukan oleh persoalan pemanfaatan dana APBD kabupaten.

Sedangkan program SKPD yang belum terkontaminasi oleh pemanfaatan dana DAK, nantinya akan lebih diarahkan pada pelaksanaan kegiatan pro rakyat.

Misalnya  saja, kegiatan penyaluran bantuan dana terhadap fakir miskin. anggota veteran dan orang tua berusia lanjut. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sendiri akan menfokuskan perhatian seriusnya terhadap penerapan program pembagian pupuk dan bibit tanaman sebagai bentuk dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar terhadap penetapan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai kawasan penyangga tanaman pangan tingkat nasional.

Program lain akan difokuskan pada pelaksanaan  survey investigasi pencetakan sawah baru tercepat di daerah kepulauan. melalui suntikan dana stimulus dari pemerintah pusat Sungguhpun, program percetakan sawah baru yang lalu diakuinya belum berjalan maksimal.

Kendati demikian, pihaknya tetap merasa bangga dengan keberhasilan para petani sawah Kabupaten Kepulauan Selayar yang telah bekerja maksimal. Sehingga, percetakan sawah baru di daerah kepulauan berhasil mencapai pretasi stock over produksi.

Dan sebagai bentuk apresiasi positif pemerintah pusat terhadap prestasi ini Kabupaten Kepulauan Selayar telah menerima piagam penghargaan dari pemerintah pusat yang diserahkan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pada bagian lain pernyataannya Mustari mengungkapkan, pihaknya akan berupaya maksimal melakukan langkah efisiensi anggaran melalui penganggaran biaya pembangunan yang sifatnya sangat mendesak dan perlu mendapatkan skala prioritas utama pada setiap tahun anggaran berjalan .

Sehingga hal tersebut tidak akan mempengaruhi kinerja SKPD dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing sebagai bagian dari program pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, kondisi ini diharapkan kembali dapat menyehatkan APBD Kabupaten Kepulauan Selayar hingga tahun 2015 mendatang melalui penyeimbangan antara pendapatan dan belanja pembangunan daerah.

Mustari berkeyakinan, anggaran yang sehat dan balance akan berimbas pada meningkatnya investasi pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar. Terlebih lagi, bila pihak eksekutif dapat legislatif menyatukan kesepahaman dalam persoalan menormalkan kondisi anggaran yang sudah dua tahun terakhir mengalami defisit disebabkan, karena terjadinya pembengkakan biaya perjalanan dinas keluar daerah yang sifatnya tidak terlalu mendesak.

Begitu pula halnya, pada pembuatan konsep persuratan yang selama ini terkesan menghambur-hamburkan anggaran pembelian  ATK dengan penggunaan kertas baru. Padahal seharusnya, print out konsep persuratan masih bisa memanfaatkan kertas bekas layak pakai.

Menyoal pos bantuan masyarakat di APBD, pejabat pelaksana Kepala Bappeda Kabupaten Kepulauan Selayar ini optimis untuk memperjuangkan masuknya kucuran dana dari dana APBN melalui pengajuan proposal yang dapat meyakinkan jajaran Pemerintah Pusat akan arti pentingnya sebuah program pembangunan daerah tertinggal.

Terkait dengan persoalan efisiensi anggaran, Mustari enggan menganggap hal itu sebagai sebuah beban tugas berat di lingkungan Bappeda Kabupaten Kepulauan Selayar. Pasalnya, penanganan masalah efisiensi anggaran sudah merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi lembaga Bappeda, jelasnya

Artikel Tentang Prinsip Hidup Di Kepulauan Selayar, Yang Pilih Mati Dari pada Kelaparan

To Pulo : Lebih baik Mati Berdarah daripada Mati Kelaparan

M Farid W Makkulau/kompasiana

PERNAHKAH anda ke Pulau, bergaul dengan orang Pulau, merasakan denyut nadi kehidupan mereka yang terasing di tengah hamparan laut luas. Kalau anda belum pernah ke pulau, cobalah bayangkan bagaimana sepi dan gelap menyelimuti kehidupan mereka ditengah hamparan laut luas, tak banyak yang bisa diperbuat, pada malam hari dingin menusuk tulang sumsum, sebagian diantara mereka melaut sementara anak isterinya menunggu di rumah dengan perasaan cemas. Diluar sana, suaminya menjaring ikan di laut tak bertepi, mencari rezeki hanya berdasarkan firasat dan pengetahuan turun temurun. Jika tidak awas, cuaca yang tak menentu dan ombak siap menggulungnya menjadikannya salah satu penghuni laut.

Bagi saya, sungguh mereka adalah petarung – petarung sejati kehidupan. To Pulo berarti orang pulau. “Manusia Pulau”. Secara ekonomi, masyarakat pulau adalah mayoritas nelayan, taraf hidupnya tentu dibawah garis kemiskinan, sekalipun laut menjanjikan kekayaan. Tapi keterbatasan modal, pengetahuan dan pengalaman membuat tak banyak yang mereka bisa dapatkan, sekedar untuk mengepulkan dapur dan melanjutkan kehidupan di hari esoknya, begitu seterusnya. Di pulau, ada juga yang kehidupannya mapan dan berkecukupan, tapi itu tak banyak. Umumnya mereka adalah para punggawa (pemilik kapital) yang mengambil untung dari para sawi (pekerja laut/nelayan) yang dipekerjakannya dengan menyiapkan perahu, jaring, dan segala perlengkapan melaut lainnya.

To Pulo yang saya bahas secara khusus disini adalah To Pulo Pangkep. Pangkep adalah akronim dari Pangkajene dan Kepulauan. Pulau – pulaunya sebanyak 117 yang terbagi atas empat wilayah kecamatan, yaitu Liukang Tupabbiring, Liukang Tupabbiring Utara, Liukang Kalmas dan Liukang Tangaya. Wilayah perairan Pangkep sebenarnya merupakan salah satu perairan paling kaya akan berbagai jenis ikan dengan luas wilayah penangkapan 17.100 km2, meski begitu sebagian besar To Pulo belum terdongkrak kehidupannya meski juga telah diperkenalkan perikanan budidaya.

Kesenjangan tingkat pendapatan masyarakat cukup memprihatinkan. Disamping masyarakat masih mengalami keterpurukan dalam bidang pendidikan, tingkat buta huruf warga pulau sangat tinggi. Pelayanan kesehatan yang tidak memadai, dokter, bidan, perawat, dan tenaga paramedis lainnya sangat kurang bahkan tidak ada sama sekali dalam satu pulau. Yang umum kita temukan hanya pembantu bidan, ‘sanro pammana’, sekedar untuk membantu proses persalinan.

Sudah miskin dan terkebelakang, Pulau juga rawan konflik terkait penggunaan lahan perairan dan pembagian wilayah penangkapan ikan. Konflik sesama nelayan juga seringkali dipicu oleh datangnya nelayan – nelayan dari luar pulau yang melakukan praktek pembomanan / peracunan ikan dengan berkedok sebagai penyelam teripang. Potensi konflik lainnya adalah keberadaan beberapa pengusaha / pengumpul hasil laut, terutama jenis udang putih dan kepiting rajungan, yang juga berprofesi rangkap sebagai punggawa. Kehadirannya membuat penggunaan pukat trawl (Trawl mini) dapat bertahan lebih lama, meski To Pulo menyadari bahwa penggunaan pukat trawl tidak ramah lingkungan dan merusak ekosistim, namun sampai saat ini masyarakat belum menemukan alat tangkap / mata pencaharian alternatif yang dapat memberikan penghasilan lebih baik dari pukat trawl. Selain itu keberadaan para pengguna pukat trawl juga dilindungi oleh para punggawa.

Kerasnya kehidupan yang harus dijalani sehingga hampir semua To Pulo Pangkep mengenal ungkapan yang mengatakan, “Labbi Bajiki Mate’ Maddarae na Mate Malupue.”(lebih baik mati berdarah daripada mati kelaparan). Ya, asap dapur harus tetap mengepul, mereka harus tetap melaut meski kadang laut tak bersahabat. Dengan melaut, masih ada harapan asap dapur bisa mengepul, meski nyawa adalah taruhannya. Tapi mereka sudah biasa, tantangan alam sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Bagi mereka, melaut adalah suatu kehormatan bagi keluarga dan lingkungannya, dibanding berdiam di pulau, resikonya hanya satu : mati kelaparan.
Di gugusan pulau dalam wilayah Kecamatan Liukang Tupabbiring dan Tupabbiring Utara, berpenduduk sekitar 14.498 jiwa yang tersebar di 42 pulau, masyarakatnya menuturkan dua bahasa daerah, yakni Bahasa Makassar dan Bugis dalam interaksi sosial. Masyarakat Liukang Tupabbiring mempunyai hubungan kekerabatan dari etnik Bugis Makassar kecamatan daratan yang terdekat dari pulau itu, seperti Kecamatan Pangkajene, Bungoro, Labakkang, Segeri, Ma’rang dan Mandalle. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau belanja untuk kebutuhan yang lama, mereka ke daratan melalui jalur Sungai Pangkajene, Biringkassi, Dermaga Maccini Baji, atau Dermaga Segeri, dan lain sebagainya. Bahkan ada yang langsung menuju Pelabuhan Paotere, Makassar.

Di wilayah Kecamatan Liukang Kalmas dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 11.215 jiwa yang tersebar di 14 pulau menggunakan bahasa Mandar. Demikian pula kecamatan Liukang Tangaya yang terdiri dari 57 pulau dengan jumlah penduduk sekitar 13.865 jiwa, gugusan pulau di bagian barat menggunakan bahasa Mandar dan dibagian timur menggunakan bahasa Makassar dan sebagian bahasa BajoE. Di daratan Sulawesi Selatan, etnis Mandar umumnya mendiami daerah Kabupaten Polmas, Majene dan Mamuju. Sedangkan etnis Bajo umumnya mendiami daerah Selayar dan beberapa pulau di Sulawesi Tenggara.

Tak ada catatan sejarah yang menjelaskan kapan mereka memilih hidup di pulau yang begitu terpencil. Apakah awalnya mereka mendiami dan mengunjungi pulau itu secara kolektif ataukah mereka adalah kumpulan orang terdampar akibat pelayaran ganas yang dialaminya. Pun tak ada catatan sejarah yang mengurai apakah mereka golongan orang buangan atau terkucilkan dari masyarakat daratan, ataukah pelarian dari tanah kelahirannya karena tak mau kerja paksa pada jaman penjajahan Belanda dan pendudukan Jepang. Di kepulauan Liukang Kalmas yang banyak dihuni etnis Mandar, beredar cerita bahwa nenek moyangnya puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun silam datang ke Kalmas setelah di Tanah Mandar (Pamboang) terjadi kebakaran besar yang meluluh-lantakkan ekonomi dan kehidupannya di pesisir pantai. Selain karena orang Mandar memang terkenal sebagai pelaut ulung dengan perahu “sandek”-nya, menyinggahi banyak pulau dan mencari tanah penghidupan baru.

Gugusan pulau Pangkep berbatasan dengan Pulau Lombok (Propinsi Nusa Tenggara), Pulau ‘Dewata’ Bali (Propinsi Bali), Kalimantan Selatan, Pulau Madura dan Propinsi Jawa Timur. Pulau – pulau itu masuk dalam wilayah Pangkep karena To Pulo menyadari sejak awal adanya hubungan kesejarahan kedekatan etnis, hubungan emosional (kekerabatan) serta bahasa. Sebagian besar pulau Liukang Tupabbiring masuk dalam wilayah gugusan pulau Spermonde, Liukang Kalmas disebut kalu-kalukuang group sedang Liukang Tangaya disebut gugusan pulau postelion dan paternoster.

Semoga tulisan ini bisa sedikit menggugah kesadaran kita, bahwa ada begitu banyak saudara kita yang bermukim di Pulau sebagai petarung – petarung kehidupan yang sejatinya adalah anak negeri yang butuh perhatian. Mereka tak pernah membenci orang kota dan kehidupannya yang disaksikannya banyak kemajuan lewat layar kaca, tapi mereka adalah pembenci ketidak-adilan. Salah seorang To Pulo, Daeng Magga (52 tahun) berkata kepada saya, “Buat apa wakil rakyat itu mau membangun gedung baru, tidak pernahkah mereka menyaksikan rumah rakyat yang sebenarnya, rumah kehidupan kami”. Suara Daeng Magga adalah suara orang pulau, suara sebahagian besar rakyat Indonesia. Kita semua tentu berharap, semoga ada perubahan kehidupan yang lebih baik bagi mereka. Bagaimanapun, mereka anak bangsa yang punya potensi dan hak untuk menikmati kemerdekaan dan pembangunan, dalam arti yang sebenarnya. (***).

Up To Date

Pengikut